Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
emas papua

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 2 1 2 TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 11

Thread: emas papua

  1. #1
    Camat cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2007
    Posts
    923
    Rep Power
    8

    Default emas papua

    NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA
    oleh ARKILAUS ARNESIUS BAHO, Januari 2010

    Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam
    majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di
    Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and
    Freeport.”

    Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun
    1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun
    sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport
    Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut
    berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

    Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes
    Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan
    dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam
    pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan
    penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang
    ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya
    sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu
    saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan
    penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

    Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas
    Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak
    ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain.
    Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk
    memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah
    terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut
    berkilauan ditimpa sinar matahari.

    Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain
    dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas
    dan perak..!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD
    MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson
    memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah
    kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat.
    Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East
    Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

    Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama
    dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas
    tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah
    memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

    Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald
    Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah
    spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan
    bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang
    saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya
    dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan
    mundur dari Irian Barat.

    Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya
    mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui
    fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari
    AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

    Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan
    perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para
    pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan
    menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS
    dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

    Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy
    tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan
    penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut
    kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas
    kebijakan politik di Amerika.

    Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak
    belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi
    kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di
    belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden
    AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi
    Freeport.

    Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain
    kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi
    Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun
    1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan
    60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai
    salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat
    terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

    Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar
    orang ini disingkirkan secepatnya.
    http://berita. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27

    Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara
    tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.
    Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal
    sebagai masa yang paling krusial.

    Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih
    sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.
    Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen
    kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh
    sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara
    tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap
    Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan
    Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

    Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965,
    pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak
    angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno
    berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika
    hal itu benar adanya.

    Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah
    perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan
    Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport
    sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget.
    Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga
    1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh
    ke tangan Freeport?

    Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang
    draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan
    tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani
    Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang
    baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan
    asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa,
    kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

    Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng
    Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur
    CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA
    Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

    Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan
    menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar
    AS pertahun.

    Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis
    sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika
    tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia,
    sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

    Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan
    cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan
    menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga
    menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia
    yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia..!!

    Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya
    EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung
    tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah,
    maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan
    sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan
    membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang
    100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu
    kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika.
    Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah
    Indonesia sampai sekarang..!!!

    Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas
    Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut
    yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas,
    perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke
    Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan
    tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di
    zaman batu.

    Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang
    dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas
    terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri
    sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana
    untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka
    terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat.
    Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih
    dahulu.
    I LOVE INDONESIA !
    jangan gori iwak teri.....don't wori be heppiiiiiiiii......!!!
    gw me-rindu-kan lebih banyak lagi bata merah.

  2. #2
    Camat arfgan is on a distinguished road arfgan's Avatar
    Tanggal Gabung
    May 2009
    Posts
    775
    Rep Power
    6

    Default

    yg kayak gini bisa di benahi lebih cpt sukur deh,kok mau sih tempat sendiri di kasih ke orang laen

  3. #3
    Gubernur karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all
    Tanggal Gabung
    Mar 2004
    Lokasi
    kalimantan timur
    Posts
    5.830
    Rep Power
    21

    Default

    biarin aja...kita saling membantu
    No body is perfect...


  4. #4
    Gubernur bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Lokasi
    Lantai 2
    Posts
    7.457
    Twitter
    @
    Rep Power
    27

    Default

    mang Indonesia dapet berapa persen dari keuntungan? ada yg tau???

    break the limit


  5. #5
    Gubernur karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all karel is a name known to all
    Tanggal Gabung
    Mar 2004
    Lokasi
    kalimantan timur
    Posts
    5.830
    Rep Power
    21

    Default

    ya lumayanlah bisa buat bikin pabrik koteka....
    No body is perfect...


  6. #6
    Gubernur bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja has much to be proud of bayu_aja's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Lokasi
    Lantai 2
    Posts
    7.457
    Twitter
    @
    Rep Power
    27

    Default

    cuma pabrik koteka??? denger2 freport tambang emas terbesar ya??

    break the limit


  7. #7
    Camat cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2007
    Posts
    923
    Rep Power
    8

    Default

    Tahun ini genap 22 tahun PT Freeport Indonesia mengelola tambang Grasberg di Timika, Papua. Salah satu lokasi tambang terbesar di Indonesia itu dikelola seperti “negara dalam negara”. Inilah laporan Jawa Pos yang baru pulang dari sana.

    BERADA di ketinggian sekitar 1.871 meter di atas permukaan laut, kali pertama menginjakkan kaki di Bandara Moses Kilangin, Timika, udara terasa dingin. Bandara itu terkesan tak terawat. Ruang kedatangan ukuran 8 x 10 meter dihiasi loket-loket kayu yang sudah lapuk. Pembatas ruang kedatangan dengan landasan udara adalah kawat-kawat silang yang biasa digunakan di kebun binatang.

    Beberapa ekspatriat terlihat bingung mencari troli untuk menaruh barang bawaan mereka. Jumlah troli yang tersedia di bandara yang dinamai sama dengan nama kuli barang Jacquez Dozy, geolog penemu Erstberg (lokasi tambang PT Freeport yang pertama), itu memang dalam hitungan jari. Apalagi mencari troli yang berfungsi baik, lebih sulit lagi.

    Bandara yang, rencananya, segera diperbarui itu berada di mil 26. Hanya 10 menit perjalanan dari Hotel Sheraton, Timika, yang diresmikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Joop Ave pada 1995.

    Di hotel itu, PT Freeport memiliki satu ruangan khusus yang digunakan sebagai pusat informasi. Hotel tersebut berdekatan dengan Kuala Kencana, kota utama Freeport, yang kebutuhan penghuninya kebanyakan diimpor dari Australia.

    Tempat-tempat penting di Timika memang disebut dengan ukuran mil, ukuran jarak yang lazim digunakan di AS. Jarak mil terendah adalah Pelabuhan Amamapere yang berada di mil 6, tempat kapal-kapal asing mengangkut jutaan ton emas dan tembaga sejak 1971.

    Berdekatan dengan pelabuhan, PT Freeport Indonesia menempatkan empat pabrik pengeringan (dewatering plant) yang berfungsi mengeringkan konsentrat emas dan tembaga yang masih berbentuk seperti bubur.

    Bubur itu dikirim dari pabrik pengolahan bijih di mil 74 dengan pipa sepanjang 110 kilometer. Saat dikirim, konsentrat memiliki kadar air 35 persen. Setelah kadar air di konsentrat bisa ditekan hingga tinggal 8-9 persen, konsentrat dikapalkan ke berbagai penjuru dunia. Termasuk ke PT Smelting di Gresik, salah satu pembeli utama konsentrat Freeport, dengan komposisi mencapai 27 persen.

    Ketua MPR Amien Rais pernah menuding bahwa di pabrik pengeringan itu Freeport “bermain” dengan langsung mengapalkan konsentrat tersebut tanpa sepengetahuan negara. Tahun lalu DPRD Papua juga meminta Freeport melaporkan secara rinci dan periodik mengenai ekspor emas dan perak ke Amerika Serikat (AS) yang selama ini diduga tidak pernah dilaporkan.

    “Padahal, aktivitas pengapalan ini dilakukan dengan sepengetahuan petugas kepabeanan. Kadar emas dalam konsentrat juga selalu diukur secara berkala oleh PT Sucofindo,” kata Binsar Panjaitan, superintendent dewatering plant.

    Namun, Freeport memang memiliki permasalahan di sektor pengapalan itu. Dengan kedalaman hanya 6-8 meter, kapal-kapal besar sulit merapat di Amamapare. Perusahaan itu memiliki dua jenis kapal berkapasitas 3 ribu ton dan 8 ribu ton yang membawa konsentrat tersebut serta memindahkan ke kapal pembeli di laut lepas. Akibatnya, hanya 10 ribu ton konsentrat yang bisa diangkut kapal.

    Pada mil 21, ada tempat reklamasi, yakni daerah tailing (disebut juga sirsat, pasir sisa tambang) yang mengalami proses vegetasi alami. Daerah itu digunakan Freeport untuk menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam tailing tidak berbahaya. Problem sirsat adalah masalah kuantitasnya.

    Untuk mengunjungi lokasi Grasberg yang berada di ketinggian 4.268 meter di atas permukaan laut itu, harus melewati beberapa pos pengawasan. Salah satu di antaranya mil 50 tempat check point.

    Jangan berharap bisa masuk lokasi itu tanpa kartu pengunjung yang dikeluarkan Freeport. Namun, penjagaan ketat tersebut bisa ditembus para panner (pendulang-pendulang emas liar) di sekitar lokasi. Mereka diindikasikan main mata dengan aparat kepolisian yang bertugas di sana.

    Untuk masuk ke tambang Grasberg, pengunjung juga harus mengenakan peralatan standar keamanan. Yaitu, helm, rompi penanda, kacamata pengaman, dan sepatu boot khusus untuk pertambangan.

    Jalanan berkelok-kelok dan menanjak. Mobil dengan penggerak empat roda (4 wheel drive) merupakan prasyarat utama kendaraan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Sedikitnya tiga kelokan menunjukkan kemiringan lebih dari 45 derajat.

    Setelah beberapa saat melewati mil 50, salah satu titik poin lain adalah terowongan Hanekam sepanjang 1.050 meter. Terowongan ini dibuat hanya satu arah, sehingga kendaraan yang lewat dari arah berlawanan harus bergantian. Keluar dari kegelapan di terowongan kendaraan melewati jembatan lima hari.

    Diberi nama jembatan lima hari karena jembatan ini pernah rusak pada akhir 1990-an dan proses memperbaikinya membutuhkan waktu lima hari. Setengah jam perjalanan kemudian, kita tiba di Kota Tembagapura. Nama kawasan dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut itu diberikan oleh mantan Presiden Soeharto.

    Freeport memiliki berbagai fasilitas di sini. Mulai kantor, perumahan, fasilitas kota seperti pusat perbelanjaan, hiburan, dan semacamnya. Kondisi ini sedikit berbeda dengan Kota Timika yang terkesan semrawut.

    Dengan desain kota yang minimalis, beberapa gerai yang lazim ditemukan di pusat keramaian ibu Kota Jakarta hadir di sana. Misalnya, Hero Supermarket, Salon Rudy Hadisuwarno, kantor Bank Mandiri dan Bank Niaga, serta food court yang menyediakan berbagai makanan siap saji.

    Di areal food court tampak beberapa ibu muda berbincang santai ditemani kopi dan jajanan. Dari Tembagapura, perjalanan terus naik ke atas menuju pusat pengolahan bijih di mil 74. Di lokasi ini terdapat tempat pemisahan antara konsentrat yang berisi emas dan tembaga dengan batu-batuan tidak berharga.

    Dari 209 ribu ton batu-batuan per hari yang diangkut dari Grasberg, hanya sekitar 6.000 ton yang memiliki kandungan emas dan tembaga. Sisanya, 200 ribu ton lebih, dibuang dalam bentuk sirsat (pasir sisa tambang) ke Sungai Otomona.

    Data yang dimiliki Freeport, pada 2007 pada setiap 209 ribu ton bijih yang diolah, 0,82 persennya adalah tembaga yang per tonnya berisi 1,24 gram emas dan 3,53 gram perak. Dengan kata lain, konsentrat yang diperoleh per hari rata-rata 5,325 ton, terdiri atas tembaga 28,5 persen yang per tonnya berisi 40,8 gram emas dan 80,8 gram perak.

    Naik ke Pegunungan Grasberg membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dengan trem listrik. Dua trem tersedia dengan kapasitas 80 dan 100 orang untuk mengangkut pekerja pertambangan.

    Udara tipis dan kabut menghiasi pemandangan Pegunungan Grasberg yang telah membentuk ceruk mirip belanga raksasa. Tampak lalu lalang haul truck Komatsu 930 atau Cat 797 mengangkut bebatuan besar untuk ditempatkan di pabrik pengolahan. Truk-truk monster dengan roda 6 ban berdiameter 5 meter itu lazim digunakan di pertambangan besar di dunia. Harga satu bannya saja mencapai USD 30 ribu (sekitar Rp 276 juta).

    Selain tambang terbuka, Freeport menggunakan metode lain yang dikenal sebagai block caving. Di sini proses eksploitasi dilakukan dengan membuat terowongan untuk mendapatkan konsentrat yang diinginkan.

    Diperkirakan pada 2014-2015 tambang terbuka Grasberg akan ditutup karena sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi. Sebagai ganti, metode block caving akan dipakai di gunung yang saat ditemukan kandungannya diperkirakan mencapai 2,5 miliar ton itu.

    Papua memang termasuk wilayah yang memiliki sabuk mineral yang kaya. Negeri tetangga, Papua Nugini, misalnya, memiliki 115 titik kandungan mineral yang telah diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 15 perusahaan pertambangan beroperasi di Papua Nugini.

    Kondisi tersebut jelas jauh berbeda dengan Papua. Sejak 1967, hanya Freeport yang beroperasi di pulau paling timur Indonesia itu. Sejak Erstberg hingga penemuan Grasberg pada 1988, perusahaan asal Amerika itu terus mengumpulkan pundi-pundi uangnya. Freeport kini tercatat sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia. (iwan ungsi)

    Sumber JAWAPOS.com
    I LOVE INDONESIA !
    jangan gori iwak teri.....don't wori be heppiiiiiiiii......!!!
    gw me-rindu-kan lebih banyak lagi bata merah.

  8. #8
    Camat cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek will become famous soon enough cangkemsowek's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2007
    Posts
    923
    Rep Power
    8

    Default

    Dua dekade setelah mengelola Grasberg, masalah berat yang dihadapi PT Freeport Indonesia adalah soal limbah pertambangan dan para pendulang emas liar. Khusus soal limbah, kini ada upaya untuk membuat sirsat (pasir sisa pertambangan) jadi peluang bisnis.

    GRASBERG yang dikelola PT Freeport Indonesia diyakini memiliki cadangan emas terbesar di dunia dan ketiga untuk tembaga. Ketika harga emas dan tembaga serta logam lain melonjak seperti sekarang, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, induk PT Freeport Indonesia, mendulang kenaikan penjualan yang luar biasa.

    Menurut laporan perusahaan yang berkantor pusat di Phoenix, negara bagian Arizona, AS, tersebut, selama tiga bulan pertama 2008 ini, penjualan Freeport melonjak menjadi USD 5,67 miliar atau sekitar Rp 52 triliun. Naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 2,25 miliar.

    Itu baru kinerja selama tiga bulan. Kalau kinerja triwulan I tersebut tetap terjaga, total penjualan tahun ini bisa mencapai Rp 208 triliun. Andalan utama Freeport-McMoRan adalah kontrak karya "gunung emas" di Kabupaten Mimika, Papua, itu. Namun, ibarat madu yang manis, tak sedikit yang berupaya mengais rezeki di dekat area pertambangan Freeport di Tembagapura tersebut. Tak terkecuali orang-orang yang nekat menjadi penambang liar.

    Dengan peralatan sederhana, mereka -pendatang maupun lokal Papua- berani mempertaruhkan nasib, bahkan nyawa, demi mencari konsentrat emas. Kebetulan, metode penambangan oleh PT Freeport Indonesia memang tidak bisa 100 persen menangkap konsentrat emas yang ada dalam bijih.

    Pemisahan dengan cara pengapungan (floatation) menggunakan bahan dasar alkohol serta kapur untuk menangkap konsentrat emas diperkirakan hanya bisa menangkap 80 persen emas dalam bijih. Akibatnya, ada peluang 20 persen konsentrat emas itu ikut terbuang. Yakni, mulai dari pabrik pengolahan bijih hingga sungai pembuangan tailing (sisa penambangan), yaitu Sungai Otomona.

    Dengan lokasi di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut serta kemiringan sungai yang curam, areal yang ditempati para penambang liar tersebut sangat berbahaya. Pada 5 Mei lalu misalnya, sekitar 20 pendulang liar terkubur longsoran lereng bukit akibat guyuran hujan di Mil 72. Belasan korban ditemukan tewas.

    Para pendulang liar tersebut meninggal saat mendirikan tenda di sekitar Sungai Ajkwa. Sungai itu sebelumnya memang merupakan wilayah tempat Freeport membuang 200 ribu ton sirsat per hari. Namun, belakangan, Freeport membuat tanggul dan hanya mengalirkannya ke Sungai Otomona di sebelah timur Sungai Ajkwa. Dengan pilihan itu, Sungai Ajkwa bisa tetap menjadi sumber air bagi masyarakat Papua.

    Kasus dengan pendulang emas di sungai tailing tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, berbagai insiden membuat perusahaan AS itu disorot. Bahkan, para penambang liar tersebut pernah berdemo menutup jalan, sehingga sempat menghentikan operasi PT Freeport.

    Penanganan terhadap pendulang emas liar itu memang cukup rumit. Di satu sisi, ada masyarakat yang mencoba mencari nafkah. Pada sisi lain, Freeport harus menjaga areal pertambangan dan meminimalkan faktor-faktor ketidakpastian yang bisa membahayakan seluruh pekerja.

    Menyadari keadaan para pekerjanya yang hidup nyaman di Tembagapura bisa memicu kecemburuan, Freeport terus melanjutkan program pengembangan masyarakat.

    Salah satunya adalah pelibatan masyarakat adat, terutama Suku Amungme dan Kamoro yang merupakan pemegang hak ulayat terbesar di lokasi kontrak karya. Selain itu, membuat rumah sakit (RS Mitra Masyarakat dan RS Banti) bekerja sama dengan Yayasan Caritas.

    Suku Amungme dan Kamoro bisa jadi merupakan salah satu suku terkaya di dunia. Sebab, setiap tahun mereka mendapatkan dana perwalian USD 500 ribu masing-masing suku. Jadi, kedua suku tersebut mendapatkan USD 1 juta yang ditempatkan di Bank Niaga. Dana perwalian itu tidak bisa diambil hingga kontrak karya Freeport selesai. Yang boleh diambil hanya bunganya.

    Dana tersebut berbeda dari dana satu persen laba kotor yang dialokasikan untuk pengembangan masyarakat. Dana satu persen itulah yang dipakai untuk memberikan 7.000 beasiswa kepada masyarakat sekitar serta berbagai program lainnya.

    Pada 2007, dana satu persen itu mencapai USD 52 juta. Dana tersebut dikelolakan pada lembaga swadaya masyarakat (LSM), yakni Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK).

    Selain dua suku tersebut, Freeport mengembangkan program sosial. Yakni, memberdayakan lima suku lainnya di Papua. Jadi, total ada tujuh suku termasuk Amungme dan Kamoro.

    Hasil tailing atau sirsat itu memang menjadi problem utama yang dihadapi perusahaan dari Negeri Paman Sam tersebut. Meski diklaim tidak berbahaya, dengan kuantitas 200 ribu ton, limbah pertambangan itu menjadi sangat berbahaya bila tidak dikelola secara baik. Jumlah tersebut cukup untuk menenggelamkan beberapa kampung di Papua.

    Geolog Freeport Indonesia Herman Dasril menyatakan, berbagai langkah telah dilakukan Freeport untuk menanggulangi masalah tersebut. Di antaranya, melakukan berbagai kajian mengenai potensi penggunaan sirsat.

    Beberapa ruas jembatan dan jalan di Timika, kata dia, mulai menggunakan bahan dasar sirsat tersebut. Yang mutakhir, kantor bupati Timika sedang dibangun menggunakan bahan tailing itu. "Untuk jalan, hanya dibutuhkan semen sedikit. Kualitas jalanan cukup baik," katanya.

    Berdasar pengamatan Jawa Pos, sepanjang jalan mulai Hotel Sheraton Timika hingga Tembagapura, sisa pasir tambang tersebut memang digunakan sebagai bahan baku jalan.

    Pertambangan emas dan tailing memang sulit dipisahkan. Berbeda dari Freeport, pertambangan emas Newmont tidak mengalami problem karena pembuangan tailing tersebut dilakukan di wilayah laut dalam.

    Problem sirsat itu sebenarnya bisa menjadi peluang investasi bila dikelola dan dimanfaatkan secara benar. Di AS, hasil tailing bahkan digunakan sebagai bahan baku untuk konstruksi dan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. (iwan ungsi/el)

    Sumber JAWAPOS.com
    I LOVE INDONESIA !
    jangan gori iwak teri.....don't wori be heppiiiiiiiii......!!!
    gw me-rindu-kan lebih banyak lagi bata merah.

  9. #9
    Ketua RW noburo.awa is on a distinguished road noburo.awa's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2009
    Lokasi
    New York-art-0
    Posts
    77
    Rep Power
    5

    Default

    Milik indone5ia 5eharu5nya buat indone5ia juga,,

    Tapi ya gara2 negeri kita tercinta ni baik hati ya jadinya mpe dirugikan ma negara laen gak bakalan koar2,,,hduuuhhhh

    Semangat dalam hidup dan optimis selalu

  10. #10
    Banned yopimel has a little shameless behaviour in the past
    Tanggal Gabung
    Feb 2010
    Posts
    73
    Rep Power
    0

    Smile Gratis 10 tips langsing


Thread Yang Serupa

  1. humor papua 3
    By savikovic in forum Ketawa dong!
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 28-04-08, 11:46 AM
  2. humor papua 2
    By savikovic in forum Ketawa dong!
    Jawab: 3
    Postingan Terakhir: 28-04-08, 09:22 AM
  3. humor papua
    By savikovic in forum Ketawa dong!
    Jawab: 0
    Postingan Terakhir: 26-04-08, 08:19 AM
  4. Gempa Di Papua?
    By MyungRin DodoL in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 24
    Postingan Terakhir: 31-05-06, 04:56 PM
  5. ^^KILAU EMAS DI BUMI PAPUA^^
    By armorezta in forum Bohemian
    Jawab: 0
    Postingan Terakhir: 02-04-06, 08:23 PM

Add More Tags

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu