Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Sabdo Palon dan Noyo Genggong

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 3 1 2 3 TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 28
  1. #1
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.629
    Rep Power
    28

    Default Misteri Sabdo Palon

    Syapakah Sabdo Palon itu?
    Nama Sabdo Palon selalu dikaitkan dgn Noyo Genggong
    Di kisah Damarwulan diceritakan bahwa sang Damarwulan memiliki dua abdi dalem kinasih yg bernama Sabdo Palon dan Noyo Genggong
    Setelah dia naik tahta berjuluk Prabu Brawijaya V, mrk berdua tetap setia mendampingi sang Prabu

    Konon mrk berdua mrpk orang-orang sakti.
    Syapakah mrk sebenarnya?
    Terakhir diubah oleh Butogamo; 19-03-09 pukul 04:31 PM.
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  2. #2
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.629
    Rep Power
    28

    Default

    gw ambil dari salah satu sumber (klik di sini)

    SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ?



    Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan, saya
    mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya,
    penasehat spiritual dan pandhita sakti kerajaan Majapahit. Dari penelusuran
    secara spiritual, Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau : Dang Hyang
    Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru
    yang
    akhirnya moksa di Pura Uluwatu.” (merinding juga saya mendengar nama
    ini)

    Dari referensi yang saya dapatkan, Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang
    Hyang Asmaranatha, dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha
    (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”).
    Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi
    pendeta Syiwa. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti
    Wawu Rawuh, beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Dalam Dwijendra
    Tattwa dikisahkan sebagai berikut :
    “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa
    Timur, tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. Beliau
    dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui
    ajaran-ajaran spiritual, peningkatan kemakmuran dan menanggulangi
    masalah-masalah kehidupan. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu
    dengan nama “Dharma Yatra”. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru
    dari Semeru, nama sebuah gunung di Jawa Timur.”
    Dengan kemampuan supranatural dan mata bathinnya, beliau melihat benih-benih
    keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. Maksud hati hendak melerai pihak-pihak
    yang bertikai, akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta, ditandai
    dengan berbagai bencana alam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam
    runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan
    Anyar”). Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang
    masih di bawah kekuasaan Majapahit, yaitu Pulau Bali. Sebelum pergi ke Pulau
    Bali, Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri), lalu ke Pasuruan dan kemudian
    ke Blambangan.
    Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka
    1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong.
    Beliau mendapat wahyu di Purancak, Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan
    paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa,
    Sadha Siwa, dan Parama Siwa. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu
    Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat Dalem
    Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta
    kerajaan). Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan, karena semua bidang
    kehidupan rakyat ditata dengan baik. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur,
    hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan, prasasti-prasasti yang memuat
    silsilah leluhur tiap-tiap soroh/klan disusun. Awig-awig Desa Adat pekraman
    dibuat, organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan
    ditingkatkan. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra
    yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar, kidung atau
    kekawin.
    Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim
    membimbing umat adalah : Purancak, Rambut siwi, Pakendungan, Ulu watu, Bukit
    Gong, Bukit Payung, Sakenan, Air Jeruk, Tugu, Tengkulak, Gowa Lawah, Ponjok
    Batu, Suranadi (Lombok), Pangajengan, Masceti, Peti Tenget, Amertasari,
    Melanting, Pulaki, Bukcabe, Dalem Gandamayu, Pucak Tedung, dan lain-lain.
    Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. (Moksa =
    bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa, meninggal dunia tanpa
    meninggalkan jasad).
    Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha,
    lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan
    dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb:
    1. Tuwi ada ucaping haji, utama ngwangun tlaga, satus reka
      saliunnya, kasor ento utamannya, ring sang ngangun yadnya pisan, kasor buin
      yadnyane satus, baan suputra satunggal. ( bait 5 )

      Ada sebenarnya ucapan
      ilmu pengetahuan, utama orang yang membangun telaga, banyaknya seratus, kalah
      keutamaannya itu, oleh orang yang melakukan korban suci sekali, korban suci yang
      seratus ini, kalah oleh anak baik seorang.
    2. Bapa mituduhin cening, tingkahe menadi pyanak, eda bani
      ring kawitan, sang sampun kaucap garwa, telu ne maadan garwa, guru reka, guru
      prabhu, guru tapak tui timpalnya. ( bait 6 )

      Ayahnda memberitahumu
      anakku, tata cara menjadi anak, jangan durhaka pada leluhur, orang yang disebut
      guru, tiga banyaknya yang disebut guru, guru reka, guru prabhu, dan guru tapak
      (yang mengajar) itu.
    3. Melah pelapanin mamunyi, ring ida dane samian, wangsane
      tong kaletehan, tong ada ngupet manemah, melah alepe majalan, batise twara
      katanjung, bacin tuara bakat ingsak. ( bait 8 )

      Lebih baik hati-hati
      dalam berbicara, kepada semua orang, tak akan ternoda keturunannya, tak ada yang
      akan mencaci maki, lebih baik hati-hati dalam berjalan, sebab kaki tak akan
      tersandung, dan tidak akan menginjak kotoran.
    4. Uli jani jwa kardinin, ajak dadwa nah gawenang, patut
      tingkahe buatang, tingkahe mangelah mata, gunannya anggon malihat, mamedasin ane
      patut, da jua ulah malihat. ( bait 10 )

      Mulai sekarang lakukan,
      lakukanlah berdua, patut utamakan tingkah laku yang benar, seperti menggunakan
      mata, gunanya untuk melihat, memperhatikan tingkah laku yang benar, jangan hanya
      sekedar melihat.
    5. Tingkahe mangelah kuping, tuah anggon maningehang,
      ningehang raose melah, resepang pejang di manah, da pati dingeh-dingehang,
      kranannya mangelah cunguh, anggon ngadek twah gunanya. ( bait 11
      )

      Kegunaan punya telinga, sebenarnya untuk mendengar, mendengar
      kata-kata yang benar, camkan dan simpan dalam hati, jangan semua hal
      didengarkan.
    6. Nanging da pati adekin, mangulah maan madiman, patutang
      jua agrasayang, apang bisa jwa ningkahang, gunan bibih twah mangucap, de
      mangucap pati kacuh, ne patut jwa ucapang. ( bait 12 )

      Jangan segalanya
      dicium, sok baru dapat mencium, baik-baiklah caranya merasakan, agar bisa
      melaksanakannya, kegunaan mulut untuk berbicara, jangan berbicara sembarangan,
      hal yang benar hendaknya diucapkan.
    7. Ngelah lima da ja gudip, apikin jua nyemakang, apang
      patute bakatang, wyadin batise tindakang, yatnain twah nyalanang, eda jwa
      mangulah laku, katanjung bena nahanang. ( bait 13 )

      Memiliki tangan
      jangan usil, hati-hati menggunakan, agar selalu mendapat kebenaran, begitu pula
      dalam melangkahkan kaki, hati-hatilah melangkahkannya, bila kesandung pasti kita
      yang menahan (menderita) nya.
    8. Awake patut gawenin, apang manggih karahaywan, da maren
      ngertiang awak, waluya matetanduran, tingkahe ngardinin awak, yen anteng twi
      manandur, joh pare twara mupuang. ( bait 14 )

      Kebenaran hendaknya
      diperbuat, agar menemukan keselamatan, jangan henti-hentinya berbuat baik,
      ibaratnya bagai bercocok tanam, tata cara dalam bertingkah laku, kalau rajin
      menanam, tak mungkin tidak akan berhasil.
    9. Tingkah ne melah pilihin, buka anake ka pasar, maidep
      matetumbasan, masih ya nu mamilihin, twara nyak meli ne rusak, twah ne melah
      tumbas ipun, patuh ring ma mwatang tingkah. ( bait 15 )

      Pilihlah
      perbuatan yang baik, seperti orang ke pasar, bermaksud hendak berbelanja, juga
      masih memilih, tidak mau membeli yang rusak, pasti yang baik dibelinya, sama
      halnya dengan memilih tingkah laku.
    10. Tingkah ne melah pilihin, da manganggoang tingkah rusak,
      saluire kaucap rusak, wantah nista ya ajinnya, buine tong kanggoang anak, kija
      aba tuara laku, keto cening sujatinnya. ( bait 16 )

      Pilihlah tingkah
      laku yang baik, jangan mau memakai tingkah laku yang jahat, betul-betul hina
      nilainya, ditambah lagi tiada disukai masyarakat, kemanapun di bawa tak akan
      laku, begitulah sebenarnya anakku.
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  3. #3
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.629
    Rep Power
    28

    Default


    KESIMPULAN

    Akhirnya bapak Budi Marhaen mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara
    spiritual dapatlah disimpulkan :
    ”Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo, “Budak Angon” oleh
    Prabu Siliwangi, dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh
    Ronggowarsito itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo
    Palon
    , yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu
    Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru
    .
    Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari
    tanda-tanda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu
    saja sangat tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini. Sangat
    sensitif. Karena ini adalah wilayah para kasepuhan suci, waskito, ma’rifat dan
    mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Dimensi
    spiritual sangatlah pelik dan rumit. Sabdo Palon yang telah menitis kepada
    ”seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah
    diungkapkan oleh R.Ng. Ronggowarsito, dan juga memiliki karakter Putra Betara
    Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. Secara fisik ”seseorang” itu
    ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau
    Dang Hyang Nirartha, yaitu : Pusaka Oumyang Majapahit (lambang Daya Atman) dan
    Pusaka Sabdo Palon (Ki Rancak - lambang Daya Rohul Kudus). Pusaka tersebut
    merupakan kata sandi (password) berkaitan dengan hakekat keberadaan
    Pura Rambut Siwi sebagai pembuktiannya.”
    Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio
    Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur
    nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama
    ini, yaitu sosok yang dikenal dengan nama ”SATRIO PININGIT”. Banyak pendapat
    yang berkembang di masyarakat luas selama ini dalam memandang dan memahami
    isitilah ”Satrio Piningit”. Pemahamannya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan
    kapasitas keilmuan masing-masing orang.
    Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini
    memunculkan misteri tersendiri. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan
    langit yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran. Keberadaannya gaib namun
    nyata. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura
    misterinya. Karena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar.
    Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan
    sulit melihat Semar. Namun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya
    bersih/suci dan melakoni tirakat (tapaning ngaurip/tasawuf hidup)
    sepanjang hidupnya. Hal ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang dapat
    menjumpainya. Semua akan terfilter secara alamiah. Atau dengan bahasa lain, jika
    seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar
    yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah itu sendiri. Walaupun tidak
    menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasakan secara luas tanpa
    disadari. Fenomena ini dilambangkan dalam cerita pewayangan ketika ”Semar
    Ngejawantah” dan kemudian saatnya ”Semar Mbabar Diri” maka pecahlah peperangan
    ”Bharatayudha Jaya Binangun”. Perangnya kebaikan melawan keburukan. Di saat
    inilah kita di jagad nusantara ini sedang memasuki dan menjalani fase
    tersebut.
    Hakekat Satrio Piningit menurut pandangan bapak Budi Marhaen adalah sosok
    seorang ”Guru Sejati”. Sosok guru yang tidak menyebarkan
    ”ajaran ataupun agama baru” namun menebar kasih ke atas seluruh umat tanpa
    membedakan golongan, bangsa, suku, maupun agama atau kepercayaan. Bukan sekedar
    sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yang harus kita cari, akan tetapi yang
    sangat hakiki adalah ”Kebenaran Sejati” yang harus dicari atau ditembus di dalam
    dirinya. Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil ”Man
    arofa nafsahu faqad arofa robbahu”
    (kenalilah dirimu sendiri sebelum
    mengenal Allah).
    Sehingga kembali dalam konteks ”Satrio Piningit” yang sejatinya adalah Sabdo
    Palon, terdapat suatu misteri kata sandi yang harus dipecahkan, yaitu : ”Di
    balik SP (Satrio Piningit) terdapat 10 SP.” Angka 10 menyiratkan bahwa untuk
    mencari yang 1 (satu = Esa), kita harus mengosongkan diri (0). Angka 0 dan 1
    adalah bilangan digit (binary) yang melambangkan kalimah toyyibah : ”La
    ilaha ilallah”
    (tiada Tuhan (0) selain Allah (1).
    Dalam konteks ini bapak Budi Marhaen mengungkapkan rahasia sandi tersebut
    (mbabar wadi) berdasarkan fenomena spiritual yang ditemuinya berkaitan
    dengan sandi-sandi rahasia di dalam karya warisan leluhur nusantara :
    Jadi, Satrio Piningit (SP) adalah :
    1. seorang Satrio Pinandhito (SP)
    2. yang sejatinya adalah Sabdo Palon (SP)
    3. berlaku sebagai Sang Pamomong (SP)
    4. dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP)
    5. pemegang pusaka Sabdo Palon (SP)
    6. berada di Semarang Pinggiran (SP)
    7. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP)
    8. dimana terdapat Sendang Pancuran (SP)
    9. dengan nama Sendang Pengasihan (SP)
    10. dan Sendang Panguripan (SP)
    Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah, maka beruntung jika dapat
    menjumpainya. Setidaknya inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan oleh
    bapak Budi Marhaen berkaitan dengan misteri ”Semarang Tembayat” yang tertulis di
    dalam Serat Musarar Joyoboyo. Dibukanya misteri ini berkaitan dengan Sarasehan
    Spiritual : Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya, di Semarang pada tanggal 20
    Desember 2007 yang telah mencanangkan topik : ”REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL
    NUSANTARA”. Telah tiba saatnya Misteri Nusantara terkuak.
    Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak
    manfaat bagi kita semua, terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek
    moyang kita, para leluhur Nusantara. Menjadi harapan kita bersama di tengah
    carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Semoga
    Allah ridho. Amin. dan JUga Ida Sang Hyang Widhi Wasa(BAgus Dwijayana)…


    from(http://sabdopalon.wordpress.com/mene...i-sabdo-palon/)
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  4. #4
    Lurah kucing endut will become famous soon enough kucing endut's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Posts
    274
    Rep Power
    7

    Default

    Apakah berarti Sabdo Palon dan Noyo Genggong ini adalah dua orang abdi yang "gaib" bukan berarti mahluk halus, tapi lebih sebagai "kebijaksanaan yang diwujudkan sebagai manusia" oleh Prabu Brawijaya V?

  5. #5
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.629
    Rep Power
    28

    Default

    kayaknya sih mrk dulu emang bener2 manuasia sakti, namun kemudian muksa
    dan orang2 pada percaya bhw mrk akan datang kembali menitis ke tubuh orang yg dipercaya sbg sang Ratu Adil
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  6. #6
    Sesepuh KL ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2004
    Lokasi
    Disebelah tuh!!
    Posts
    11.808
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by Butogamo Tampilkan Postingan
    kayaknya sih mrk dulu emang bener2 manuasia sakti, namun kemudian muksa
    dan orang2 pada percaya bhw mrk akan datang kembali menitis ke tubuh orang yg dipercaya sbg sang Ratu Adil
    Keduanya tadi akan menitis ke satu tubuh "Ratu Adil" yang akan datang gitu om?
    [COLOR=Blue][B]I HATE WIDE PEOPLE[/B][/COLOR]
    They Are Copies of Me!
    [URL="http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=34434"] [/URL]

  7. #7
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    ada yang bilang sabdopalon itu sendiri adalah sosol sear yang memomong brawijaya ke 5 dan merasa sangat kecewa karena brawijaya ke 5 menyerah pada raden patah. sehingga menyabda bahwa selama beberapa ratus tahun tanah jawa akan penuh kehancuran sampe kembalinya agama budi ke tanah jawa.

  8. #8
    Lurah sedgedjenar is on a distinguished road sedgedjenar's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    where i lay my head is home
    Posts
    121
    Rep Power
    6

    Default

    wah jaman agama budi pelan2 dah mulai tuh
    dan ternyata yang membawa ajaran itu semua adalah Prabu Brawijaya V sendiri. Kalau pengasuh spiritualnya melihat jaman sekarang, pasti mereka menyesal telah salah menilai Prabu Brawijaya yg dijaman itu lebih memilih ikut anaknya sendiri ketimbang penasehat spiritualnya. Tapi dilain sisi mereka juga senang dan bangga bahwa yg membawa ajaran agama budi ini adalah Prabu Brawijaya V.

    Ada yg kenal juru kuncinya Makam Ratu Campa ? (istri Prabu Brawijaya V) ? Soalnya kabar yang beredar, Prabu Brawijaya V sudah datang ke sana untuk menyempurnakan kematian sang istri tercintanya ini. Datangnya ini bukna secara gaib lho ya, tapi bener2 dalam sosok manusia biasa yg berjalan kaki. Kalau ada yg kenal juru kuncinya tolong dikonfirmasi aja tuh.

    Jaman agama budi emang dah dimulai
    Siapa yang akan kebawa selamat ?
    Mereka yg benar2 melakoni hidup hamemayu hayuning bawono.
    Begitu sabdanya Prabu Brawijaya V
    Jadi yg suka kirim-kirim cuma buat petantang petenteng ngetes ilmu kayaknya belum hamemayu hayuning bawono tuh... :P

    "The true mind can weather all the lies and illusions without being lost. The true heart can touch the poison of hatred without being harmed. Since beginning-less time, darkness thrives in the void, but always yields to purifying light."

    — The Lion Turtle in Sozin's Comet, Part 2: The Old Masters

  9. #9
    Moderator Kahyangan
    Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2005
    Lokasi
    Sudukpangudaludal
    Posts
    4.380
    Rep Power
    10

    Default

    Quote Originally Posted by Butogamo Tampilkan Postingan


    1. berada di Semarang Pinggiran (SP)
    Hmmm..... daku tinggal di semarang pinggiran looo.....


    "OM BHUR BHUVAHA SWAHA OM TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGHO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YONAHA PRACHODAYAT
    "


  10. #10
    Sesepuh KL ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2004
    Lokasi
    Disebelah tuh!!
    Posts
    11.808
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by Butogamo Tampilkan Postingan


    1. berada di Semarang Pinggiran (SP)
    2. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP)
    Quote Originally Posted by Bathara Narada Tampilkan Postingan
    Hmmm..... daku tinggal di semarang pinggiran looo.....
    Lha mungkin aja diterjemahkan sebagai

    2. tepatnya di daerah Semarang S*****l

    Hehehehe.. mangstaaaaaaaaaaaaaab
    [COLOR=Blue][B]I HATE WIDE PEOPLE[/B][/COLOR]
    They Are Copies of Me!
    [URL="http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=34434"] [/URL]

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu