Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Gubernur Jenderal VOC dan Nederlandsch Indiё

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 2 1 2 TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 12
  1. #1
    Lurah permenkaretmolor will become famous soon enough permenkaretmolor's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Lokasi
    bersemayam di mulkipli
    Posts
    364
    Rep Power
    7

    Default Gubernur Jenderal VOC dan Nederlandsch Indiё

    banyak yang kadang salah kaprah tentang voc.... yang dalam bahasa sehari hari disebut wong londo (dalam bahasa jawa sih) padahal ga melulu gitu hlo.... coba deh dengan melihat daptar para pemimpin nya, maka kita tau bahwa belanda adalah tangan panjang dari siapa.....

    ini nih daptar nya..........

    .................................................. ...................



    Banyak yang kadang keliru menganggap Jan Pieterszoon Coen adalah Gubernur Jenderal VOC yang pertama di Oost Indiё. Memang ia yang mendirikan kota Batavia pada 30 Mei 1619, setelah mengalahkan pasukan Inggris yang bersekutu dengan vasal kerajaan Banten pimpinan Pangeran Jayawikarta. Namun demikian Coen adalah gubernur Jenderal VOC yang ke-4 di Oost Indiё. Bagi yang senang sejarah dan ingin cek silang data, di bawah ini adalah daftar nama-nama

    Gubernur Jenderal Belanda dalam masa periode VOC dan Nederlandsch Indie.


    Gouverneurs-generaal VOC op rij:

    Benoemd door de Heeren XVII (diangkat oleh Heeren XVII):

    1610-1614 Pieter Both

    1614-1615 Gerard Reynst

    1616-1619 Laurens Reaal

    1619-1623 Jan Pieterszoon Coen

    1623-1627 Pieter Carpentier

    1627-1629 Jan Pieterszoon Coen

    1629-1632 Jacques Specx

    1632-1636 Hendrik Brouwer

    1636-1645 Antonio van Diemen

    1645-1650 Cornelis van der Lijn

    1650-1653 Carel Reyniersz

    1653-1678 Joan Maetsuycker

    1678-1681 Rijcklof van Goens

    1681-1684 Cornelis Speelman

    1684-1691 Johannes Camphuys

    1691-1704 Willem van Outhoorn

    1704-1709 Joan van Hoorn

    1709-1713 Abraham van Riebeeck

    1713-1718 Christoffel van Swoll

    1718-1725 Hendrick Zwaardecroon

    1725-1729 Mattheus de Haan

    1729-1731 Diederik Durven

    1732-1735 Dirk van Cloon

    1735-1737 Abraham Patras

    1737-1741 Adriaan Valckenier

    1741-1743 Johannes Thedens (waarnemend)

    1743-1750 Gustaaf Willem Baron van Imhoff

    1750-1761 Jacob Mossel

    1761-1775 Petrus Albertus van der Parra

    1775-1777 Jeremias van Riemsdijk

    1777-1780 Reinier de Klerk

    1780-1796 Willem Arnold Alting



    Periode Nederlandsch Indie


    Benoemd door de Nederlandse overhead (Diangkat oleh pemerintah Belanda):

    1796-1801 Pieter Gerardus van Overstraten

    1801-1805 Johannes Siberg (in 1801 waarnemend)

    1805-1808 Albertus Henricus Wiese

    1808-1811 Herman Willem Daendels

    1811 Jan Willem Janssens

    1811 Lord Minto (gouverneur-generaal van Brits-Indië)

    1811-1816 Thomas Stamford Raffles (luitenant-gouverneur)

    1816 John Fendall (luitenant-gouverneur)

    1816-1826 G.A.G.Ph. Baron van der Capellen

    1826-1830 L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies (comm.-generaal)

    1830-1833 J. Graaf van den Bosch (comm.generaal 1833-1834)

    1833-1836 J.C. Baud (aanvankelijk waarnemend)

    1836-1840 D.J. de Eerens

    1840-1841 C.S.W. Graaf van Hogendorp (waarnemend)

    1841-1844 P. Merkus (waarnemend tot 1843)

    1844-1845 J.C. Reynst (waarnemend)

    1845-1851 J.J. Rochussen

    1851-1856 A.J. Duymaer van Twist

    1856-1861 C.F. Pahud

    1861 A. Prins (waarnemend)

    1861-1866 L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele

    1866 A. Prins (waarnemend)

    1866-1872 P.Mijer

    1872-1875 J. Loudon

    1875-1881 J.W. van Lansberge

    1881-1884 F. ’s Jacob

    1884-1888 O. van Rees

    1888-1893 C. Pijnacker Hordijk

    1893-1899 C.H.A. van der Wijck

    1899-1904 W. Rooseboom

    1904-1909 J.B. van Heutsz

    1909-1916 A.F.W. Idenburg

    1916-1921 J.P. Graaf van Limburg Stirum

    1921-1926 D. Fock

    1926-1931 jhr. A.C.D. de Graeff

    1931-1936 jhr. B.C. de Jonge

    1936-1945 jhr. A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer
    (1942-1945 Japans gevangene – tawanan Jepang)

    1942 en 1944-1948 H.J. van Mook (luitenant-gouverneur-generaal)

    1948-1949 L.J.M. Beel (Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon)

    1949 A.H.J. Lovink (Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon)

    *waarnemend = pengganti - sementara



    Sumber : Algemene informatie Nederlandsch-Indie/Informatie


  2. #2
    Lurah permenkaretmolor will become famous soon enough permenkaretmolor's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Lokasi
    bersemayam di mulkipli
    Posts
    364
    Rep Power
    7

    Default

    trus biar tambah sip, ditambahin artikel tentang tentara tentara bentukan voc kali yeee.....


    selebaran perekrutan tentara bayaran


    Untuk mendukung kekuasaannya di Indonesia, selain mendatangkan balatentaranya sendiri, Belanda juga membentuk berbagai pasukan di Indonesia yang prajuritnya berasal dari penduduk setempat atau pribumi, tujuannya adalah untuk lebih mengenali karakter rakyat Indonesia selain tentu untuk mengadudomba, agar persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia terpecah belah.



    Berbagai Pasukan tersebut diantaranya adalah :


    1. Mardijkers



    Sejak zaman VOC, keturunan dari mereka yang telah bebas dari perbudakan, atau yang dapat membeli kemerdekaannya, dan kemudian bersedia menjadi serdadu “Kumpeni”, dinamakan Mardijkers. Mereka kebanyakan keturunan serdadu-serdadu pribumi yang ditawan oleh Spanyol dan Portugis, ketika Belanda perang melawan kedua negara tersebut. Setelah dibebaskan, mereka bertugas kembali di ketentaraan VOC, dan secara tradisional, keturunan merekapun menjadi serdadu “kumpeni.” Kemudian masuk juga mantan budak-budak yang berasal dari India dan Afrika, yang becampur dengan budak-budak yang berasal dari Sulawesi, Bali dan Melayu. Hampir seluruhnya menganut agama kristen. Mereka berpakaian seperti orang Portugis dan menggunakan bahasa Portugis-Kreol. Sampai abad 18 orang-orang Mardijkers tinggal di kampung-kampung di Batavia.

    Tahun 1777 masih terdapat 6 kompi Mardijkers (sekitar 1.200 orang) di dinas ketentaraan VOC yang bertugas menjaga perumahan Belanda di dalam kota. Tahun 1803 masih trsisa satu kompi, dan kompi terakhir dibubarkan tahun 1808.

    Ketika masih berlangsung perbudakan di India-Belanda di mana diberlakukan passenstelsel (semacam kartu tanda penduduk-KTP), di tempat-tempat di mana diminta untuk menunjukkan KTP, mereka biasanya mengangkat satu tangan ke atas sambil mengatakan “mardijkers”.




    2. Marechaussée


    Marechaussée sendiri sebenarnya merupakan unit pasukan kepolisian, yang berakar pada masa penjajahan Prancis di Belanda. Berdasarkan dekrit Republik Bataaf yang didirikan oleh Prancis, pada 4 Februari 1803 dibentuk unit kepolisian yang dinamakan Marechaussée, namun tidak langsung dilaksanakan. Pada 1805 dibentuk satu unit Gendarmerie (semacam Brigade Mobil - Brimob), dan baru pada 26 Oktober 1814, setelah Republik Bataaf diganti dengan Kerajaan Belanda (wangsa Oranye), berdasarkan dekrit no. 498 yang dikeluarkan oleh Raja Belanda, Willem I, secara definitif dibentuk Koninklijke Marechaussée.

    Kata Marechaussée sendiri mempunyai akar yang sangat panjang, yaitu sejak masa pengadilan kuno di Paris tahun 1370 yang dinamakan “Tribunal of Constables and Marshals of France”. Constable dan Marshall ini kemudian menjadi anggota Gendarmerie, yang merupakan kekuatan kepolisian untuk Belanda dan Belgia.

    Marechaussée yang dikenal di Indonesia sebagai Marsose berkembang menjadi kekuatan tempur untuk mengamankan wilayah dan jalanan di Kerajaan Belanda. Selain tugas-tugas kepolisian, Marechaussée juga ditugaskan untuk membantu angkatan perang, terutama di waktu Perang Dunia I, tahun 1914 - 1918. Di masa ini juga Marechaussée ditigaskan di India-Belanda, antara lain dalam perang Aceh dan perang melawan Si Singamangaraja XII di Sumatera Utara, di mana kemudian pada tahun 1917, satuan Marechaussée berhasil mengalahkan dan menewaskan Si Singamangaraja XII.


    bersambung...............


  3. #3
    Lurah permenkaretmolor will become famous soon enough permenkaretmolor's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Lokasi
    bersemayam di mulkipli
    Posts
    364
    Rep Power
    7

    Default

    lanjutan..............

    3. Tentara Bayaran.

    Belanda yang kecil dengan penduduknya yang juga relatif sedikit, tentu tidak dapat membangun tentara yang besar, yang hanya terdiri dari orang Belanda dan pribumi saja. Mereka juga memerlukan perwira yang handal untuk memimpin pertempuran, yang tidak dapat diharapkan dari pribumi pada waktu itu. Untuk membangun tentara yang tangguh di India-Belanda, di samping merekrut pribumi untuk menjadi serdadu –dan paling tinggi bintara- mereka juga menyewa perwira dan serdadu dari negara-negara Eropa lain, terutama dari Jerman. Belanda bahkan tidak tanggung-tanggung, yaitu mengontrak satu resimen dari Jerman. Tahun 1790-1808 terdapat Regiment Württemberg yang terdiri dari orang-orang Jerman asal Württemberg yang berjumlah 2000 (!) tentara. Semula mereka mengabdi pada VOC, kemudian setelah VOC dibubarkan, mereka berada di bawah Pemerintah India-Belanda. Regiment Württemberg ini dibubarkan pada tahun 1808. Banyak dari mantan serdadu dan perwira Jerman yang kemudian tinggal dan berkeluarga di Indonesia. Hal ini yang menerangkan bahwa di Indonesia sejak beberapa generasi ada keluarga Indonesia yang mempunyai nama keluarga Jerman.


    4. KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger)

    Dan yang paling terkenal adalah KNIL, ketika berlangsung Perang Diponegoro (1825 – 1830), tahun 1826/1827 pemerintah India Belanda membentuk satu pasukan khusus. Setelah Perang Diponegoro usai, pada 4 Desember 1830 Gubernur Jenderal van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan "Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger" di mana ditetapkan pembentukan suatu organisasi ketentaraan yang baru untuk India-Belanda, yaitu Oost-Indische Leger (Tentara India Timur) dan pada tahun 1836, atas saran dari Willem I, tentara ini mendapat predikat “Koninklijk.” Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata ini tidak pernah digunakan selama sekitar satu abad, dan baru tahun 1933, ketika Hendrik Colijn –yang juga pernah bertugas sebagai perwira di Oost-Indische Leger- menjadi Perdana Menteri, secara resmi tentara di India-Belanda dinamakan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, disingkat KNIL.

    Undang-Undang Belanda tidak mengizinkan para wajib militer untuk ditempatkan di wilayah jajahan, sehingga tentara di India Belanda hanya terdiri dari prajurit bayaran atau sewaan. Kebanyakan mereka berasal dari Prancis, Jerman, Belgia dan Swiss. Tidak sedikit dari mereka yang adalah desertir dari pasukan-pasukannya untuk menghindari hukuman. Namun juga tentara Belanda yang melanggar peraturan di Belanda diberikan pilihan, menjalani hukuman penjara atau bertugas di India Belanda. Mereka mendapat gaji bulanan yang besar. Tahun 1870 misalnya, seorang serdadu menerima f 300,-, atau setara dengan penghasilan seorang buruh selama satu tahun.

    Dari catatan tahun 1830, terlihat perbandingan jumlah perwira, bintara serta prajurit antara bangsa Eropa dan pribumi dalam dinas ketentaraan Belanda. Di tingkat perwira, jumlah pribumi hanya sekitar 5% dari seluruh perwira; sedangkan di tingkat bintara dan prajurit, jumlah orang pribumi lebih banyak daripada jumlah bintara dan prajurit orang Eropa, yaitu sekitar 60%. Kekuatan tentara Belanda tahun 1830, setelah selesai Perang Diponegoro adalah:

    603 perwira bangsa Eropa
    37 perwira pribumi
    5. 699 bintara dan prajurit bangsa Eropa
    7.206 bintara dan prajurit pribumi.

    Tahun 1936, jumlah pribumi yang menjadi serdadu KNIL mencapai 33 ribu orang, atau sekitar 71% dari keseluruhan tentara KNIL, di antaranya terdapat sekitar 4.000 orang Ambon, 5.000 orang Manado dan 13.000 orang Jawa.

    Apabila meneliti jumlah perwira, bintara serta prajurit yang murni orang Belanda terlihat, bahwa sebenarnya jumlah mereka sangat kecil. Juga stigmatisasi bahwa orang Ambon adalah tumpuan Belanda dalam dinas ketentaraan adalah tidak benar, karena ternyata jumlah orang Ambon yang menjadi serdadu Belanda jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah orang Jawa. Juga pribumi yang mencapai pangkat tertinggi di KNIL bukanlah orang Ambon, melainkan Kolonel KNIL R.

    Abdulkadir Wijoyoatmojo, yang tahun 1947 memimpin delegasi Belanda dalam perundingan di atas kapal perang AS Renville, yang membuahkan Persetujuan Renville.

    Tahun 1950, setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, jumlah orang Indonesia yang masih menjadi serdadu KNIL diperkirakan sekitar 60.000 (!) orang, dan sebagian besar dari mereka diterima ke dalam tubuh Tentara nasional Indonesia (TNI). Jumlah orang Ambon diperkirakan sekitar 5.000 orang, yang sebagian besar ikut dibawa ke Belanda dan tinggal di sana sampai sekarang.

    Dengan merekrut tentara yang berasal dari pribumi serta politik divide et impera-nya, menjadi tulang punggung yang memungkinkan Belanda menang dalam banyak pertempuran melawan kerajaan-kerajaan di India-Belanda, dan di beberapa daerah –seperti di Jakarta- mereka dapat berkuasa selama sekitar 300 tahun.

    Hal tersebut terjadi karena juga ditunjang oleh keserakahan dan egoisme para raja dan sultan serta pribumi lain yang bersedia bekerjasama dengan penjajah.




    5. Belanda Hitam (zwarte Nederlander)


    Selain mengontrak orang-orang Eropa untuk menjadi serdadu di dinas ketentaraan India-Belanda, juga terdapat pasukan yang terdiri dari yang dinamakan Belanda Hitam (zwarte Nederlander).

    Mulai tahun 1830, di Gold Coast (sekarang Ghana) Afrika Barat, Belanda membeli budak-budak, dan melalui St George d’Elmina dibawa ke India Belanda untuk dijadikan serdadu. Untuk setiap kepala, Belanda membayar f 100,- kepada Raja Ashanti. Sampai tahun 1872, jumlah mereka kemudian mencapai 3.000 orang dan dikontrak untuk 12 tahun atau lebih. Berdasarkan Nationaliteitsregelingen (Peraturan Kewarganegaraan), mereka masuk kategori berkebangsaan Belanda, sehingga mereka dinamakan Belanda Hitam (zwarte Nederlander). Karena mereka tidak mendapat kesulitan dengan iklim di Indonesia, mereka menjadi tentara yang tangguh dan berharga bagi Belanda, dan mereka menerima bayaran sama dengan tentara Belanda. Namun mereka harus mencicil uang tebusan sebesar f 100,- dari gaji mereka. Memang orang Belanda tidak mau rugi, walaupun orang-orang ini telah berjasa bagi Belanda dalam mempertahankan kekuasaan mereka di India Belanda.

    Sebagian besar dari mereka ditempatkan di Purworejo. Tahun 1950, sekitar 60 keluarga Indo-Afrika dibawa ke Belanda dalam rangka “repatriasi.”

  4. #4
    Lurah Suzaku Musha is on a distinguished road Suzaku Musha's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2008
    Lokasi
    Spirit Of Java
    Posts
    227
    Rep Power
    0

    Default

    wah2 bahannya komplit nih
    [CENTER][IMG]http://i112.photobucket.com/albums/n184/suzakumusha/Wayang.gif[/IMG]
    [/CENTER]

  5. #5
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    disini bisa ditarik kesimpulan bahwa belanda menggunakan banyak model tentara dalam emnghadapi perlawanan rakyat. mulai dr tentara bayaran, tentara pribumi sampe mendatangkan tentara dr ghana dll. bahkan konon ada juga tentara dari etnis asia timur seperti jepang dan china. luar biasa juga yah perpaduan voc aka belanda dalam mengorganisir pasukanya.

  6. #6
    Warga Baru katharsis is on a distinguished road katharsis's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    at the left hand of the God
    Posts
    5
    Rep Power
    0

    Default

    lah yang ke empat toh, ternyata saya yang termasuk grup salah kaprah

  7. #7
    Lurah permenkaretmolor will become famous soon enough permenkaretmolor's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Lokasi
    bersemayam di mulkipli
    Posts
    364
    Rep Power
    7

    Default

    Quote Originally Posted by prabuanom Tampilkan Postingan
    disini bisa ditarik kesimpulan bahwa belanda menggunakan banyak model tentara dalam emnghadapi perlawanan rakyat. mulai dr tentara bayaran, tentara pribumi sampe mendatangkan tentara dr ghana dll. bahkan konon ada juga tentara dari etnis asia timur seperti jepang dan china. luar biasa juga yah perpaduan voc aka belanda dalam mengorganisir pasukanya.
    ya itulah mas e...... jarang di masyarakat yang ngerti bagaimana luar biasanya cara yang dipergunakan bangsa asing untuk menjajah di sini....

    hal tersebut seolah olah dikaburkan, sehingga yang tampak seolah oleh kita ini bangsa bodoh yang dikadalin mau aja........
    "suro sudiro jayaning kang rat, siuh brasto ulah cekaping darmastuti"

  8. #8
    Lurah permenkaretmolor will become famous soon enough permenkaretmolor's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2008
    Lokasi
    bersemayam di mulkipli
    Posts
    364
    Rep Power
    7

    Default

    Quote Originally Posted by katharsis Tampilkan Postingan
    lah yang ke empat toh, ternyata saya yang termasuk grup salah kaprah
    hlo grup yang mana ini om?
    "suro sudiro jayaning kang rat, siuh brasto ulah cekaping darmastuti"

  9. #9
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by permenkaretmolor Tampilkan Postingan
    ya itulah mas e...... jarang di masyarakat yang ngerti bagaimana luar biasanya cara yang dipergunakan bangsa asing untuk menjajah di sini....

    hal tersebut seolah olah dikaburkan, sehingga yang tampak seolah oleh kita ini bangsa bodoh yang dikadalin mau aja........
    setuju mas
    bahwa sanya penjajah itu bahkan mengadakan riset tentang kekuatan musuh yang dihadapi secara lengkap. sampe ke adat adatnya. jd inget tentang snock hongronye dan cara belanda memadamkan perang aceh. juga jd inget dalam sebuah buku diungkapkan bagaimana speelman sampe mengadakan penelitian menyeluruh tentang bangsa makkasar karena kesulitan menundukan sultan hasanudin.

  10. #10
    Sesepuh KL ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi is a glorious beacon of light ariesinardi's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2004
    Lokasi
    Disebelah tuh!!
    Posts
    11.808
    Rep Power
    0

    Default

    ah.. bener..

    dan sayangnya juga (entah sayang entah beruntung) akhirnya beberapa wariasan budaya penting kita nyantol di Belanda...

    Sayang karena nyangkut disana, untung karena masih dirawat di Belanda... kalo di negara kita, ndak tau lagi deh
    [COLOR=Blue][B]I HATE WIDE PEOPLE[/B][/COLOR]
    They Are Copies of Me!
    [URL="http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=34434"] [/URL]

Thread Yang Serupa

  1. Story Excel the perfect band indi
    By ade_sunrise in forum Musikkamu
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 07-06-12, 02:59 PM
  2. Jenderal Sudirman
    By komodo_tea in forum Sejarah
    Jawab: 3
    Postingan Terakhir: 27-10-08, 12:23 PM
  3. gubernur BI
    By pistol_gombyok in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 1
    Postingan Terakhir: 15-03-08, 07:34 AM
  4. GUBERNUR PECUNDANG
    By probo-ndaru in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 13
    Postingan Terakhir: 03-08-07, 05:41 PM
  5. Sang Jenderal Penakluk
    By cokema in forum Sup Ayam
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 22-07-05, 10:29 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu