Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Jenderal Sudirman

+ Reply to Thread
Menampilkan 1 s/d 4 dari 4
  1. #1
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default Jenderal Sudirman

    Jenderal Sudirman (1916-1950)
    Panglima dan Jenderal Pertama RI




    Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

    Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

    Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

    Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

    Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

    Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

    Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

    Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

    Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

    Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.

    Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.

    Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan

    Biografi :

    Nama:
    Jenderal Sudirman

    Lahir:
    Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916

    Agama:
    Islam

    Pendidikan Fomal:
    - Sekolah Taman Siswa
    - HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)

    Pendidikan Tentara:
    Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor

    Pengalaman Pekerjaan:
    Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap

    Pengalaman Organisasi:
    Kepanduan Hizbul Wathan

    Jabatan di Militer:
    - Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
    - Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
    - Komandan Batalyon di Kroya

    Tanda Penghormatan:
    Pahlawan Pembela Kemerdekaan

    Meninggal:
    Magelang, 29 Januari 1950

    Dimakamkan:
    Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta


    Terakhir diubah oleh komodo_tea; 23-10-08 pukul 06:44 AM. Alasan: masukin foto

  2. #2
    Ketua RW inu_kertapati98 will become famous soon enough inu_kertapati98's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2008
    Posts
    71
    Rep Power
    0

    Post Sajak Pak Dirman

    sajak pak dirman.jpg (maaf ya...dapat fotonya kecil banget)

    Foto pak dirman.jpg

    Sejak meletusnya peristiwa Madiun (September 1948), Pak Dirman sudah mulai menderita sakit. Para dokter tentara segera bertindak. Diantaranya Dr Supratiknya, Dr Salamoen, Dr Soewondo, Dr Soetarto, Dr Oetojo, dan Dr Soemadji. Diagnosa yang dibuat adalah Tuberculose. Sebagai tindak lanjut, dikonsulkan dokter spesialis, yaitu Prof.Dr Asikin Widjajakoesoemah dan Dr Sim Ki Ay (kemungkinan Pulmonoloog). Ternyata diagnosa dibenarkan. Pak Dirman dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Atas pertimbangan medis, diputuskan dilakukan operasi dengan tujuan mengistirahatkan paru2 yang sakit, (phrenecatomie). Operasi dilakukan oleh Dr Picauly disaksikan 3 dokter tentara, yaitu Dr Soewondo, Dr Koesnen dan Dr Soemantri. Setelah itu beberapa lama Pak Dirman dirawat dikamar IX bangsal Maria. Pada tanggal 11 November 1948, Panti Rapih merayakan ulang tahunnya yang ke 25. Pak Dirman berkenan membuatkan sajak, sebagai tanda terima kasihnya pada Rumah Sakit Bersejarah ini. Setelah kembali kerumah di Bintaran Yogya, tak beberapa lama, Agresi Militer Belanda II berlangsung. Pasca gerilya, November 1949, Pak Dirman kembali dirawat di Panti Rapih. Sejak itu kesehatan beliau tidak kunjung pulih 100 % sehat sampai akhir hayatnya pada tahun 1950.
    [SIGPIC][/SIGPIC][FONT="Comic Sans MS"][SIZE="6"][COLOR="Blue"]
    BUDAYA AKAR BANGSA
    [URL="http://hlistyowati.co.cc"][COLOR="Blue"]www.hlistyowati.co.cc[/COLOR][/URL][/COLOR][/SIZE][/FONT]

  3. #3
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    waaah lengkap banget info soal perawatan pa Dirman....
    kereeen mba inu.....
    saya jadi nambah ilmu....
    makin cinta deh ke mba inu......
    mbah BN jangan ikut2tan yaaa.....

  4. #4
    Ketua RW inu_kertapati98 will become famous soon enough inu_kertapati98's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2008
    Posts
    71
    Rep Power
    0

    Default

    terima kasih kembali.... tapi mbok ya...jangan menimbulkan persengketaan dengan kanjeng pukulun BN....

    akibatnya bisa fatal lho....



    [SIGPIC][/SIGPIC][FONT="Comic Sans MS"][SIZE="6"][COLOR="Blue"]
    BUDAYA AKAR BANGSA
    [URL="http://hlistyowati.co.cc"][COLOR="Blue"]www.hlistyowati.co.cc[/COLOR][/URL][/COLOR][/SIZE][/FONT]

Thread Yang Serupa

  1. Gubernur Jenderal VOC dan Nederlandsch Indiё
    By permenkaretmolor in forum Sejarah
    Jawab: 11
    Postingan Terakhir: 20-03-09, 02:22 PM
  2. Sang Jenderal Penakluk
    By cokema in forum Sup Ayam
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 22-07-05, 10:29 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu