Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
3 Warisan Budaya Dunia yang ada di Indonesia

+ Reply to Thread
Menampilkan 1 s/d 4 dari 4
  1. #1
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default 3 Warisan Budaya Dunia yang ada di Indonesia

    1. Candi Borobudur



    Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

    Nama Borobudur

    Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

    Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

    Struktur Borobudur



    Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

    Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

    Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

    Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

    Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

    Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada jaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

    Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

    Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

    Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala.

    Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

    Relief



    Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana. Ada pula relief-relief cerita jātaka.

    Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur disetiap tingkatnya, mulainya disebelah kiri dan berakhir disebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

    Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan langkan candi

    Karmawibhangga

    Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut, menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri ( serial ), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

    Lalitawistara

    Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke 27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum" ,sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

    Jataka dan Awadana

    Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari mahluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa / perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju keringkat ke buddha an.

    Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

    Gandawyuha

    Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke 2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.


  2. #2
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Tahapan pembangunan Borobudur

    * Tahap pertama

    Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

    * Tahap kedua

    Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

    * Tahap ketiga

    Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

    * Tahap keempat

    Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

    Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur

    * 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

    * 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.

    * 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.

    * 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.

    * 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.

    * 1956 - pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.

    * 1963 - pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.

    * 1968 - pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.

    * 1971 - pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.

    Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO
    Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO

    * 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.

    * 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984

    * 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem yang dipimpin Habib Husein Ali Alhabsyi.

    * 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

    2. Candi Prambanan



    Komplek Candi Prambanan terletak di perbatasan Sleman dengan Klaten tepatnya di Karangasem, Desa Bokoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pencapaian tersebut melalui jalan raya Jogja-Solo ke arah Timur. Pada Km 16 di sebelah utara jalan raya tersebut tampaklah bangunan candi yang megah. Candi utama komplek Prambanan ini menghadap ke arah timur, sehingga kita memasuki candi tersebut dari arah timur.

    Komplek Candi Prambanan terbagi atas tiga halaman yang memusat. Halaman pertama dikelilingi pagar berukuran 330mx330m. Halaman kedua memiliki tembok keliling berukuran 220mx220m, sedangkan halaman pusat atau halaman ketiga berukuran 110mx110m. Ketiga halaman tersebut masing-masing dihubungkan oleh gapura yang searah dengan penjuru mata angin. Di halaman pertama tidak ada bangunan, sedangkan di halaman kedua terdapat 224 candi Perwara yang disusun menjadi empat deret.

    Memasuki halaman pusat tampaklah 16 bangunan candi. Candi Siwa merupakan bangunan yang paling tinggi diapit oleh Candi Brahma di sebelah selatan dan Candi Wisnu di sebelah utara. Di depan Candi Siwa terdapat tiga buah candi masing-masing adalah candi Nandi, Candi A dan Candi B. Di halaman ini juga terdapat dua candi Apit, empat candi Kelir (masing-masing berada di pintu gerbang) dan empat candi Sudut

    Sejarah



    Berdasar arca Dewa dan reliefnya, dapat diketahui bahwa komplek candi Prambanan merupakan tempat pemujaan bagi umat Hindu. Sebuah prasasti yang dapat dihubungkan dengan percandian Prambanan adalah prasasti Siwagrha (778 S / 856 M). Prasasti tersebut menyebutkan adanya peresmian sebuah bangunan suci untuk dewa Siwa. Kemudian nama raja Jatiningrat (Rakai Pikatan) yang harus berperang dengan Balaputra, dan setelah menang kemudian Ia menyerahkan tahtanya kepada Dyah Pitaloka (Rakai Kayuwangi 851-882 M). Dalam prasasti itu menyebutkan pula secara rinci tentang komplek bangunan suci agama Hindu. Juga penyebutan tentyang Dwarapala, petirtaan pada gugusan candi, serta pengalihan aliran sungai yang menyusuri sisi-sisi halaman candi.

    Keseluruhannya diperkuat dengan diketemukannya tulisan-tulisan pendek dengan cat putih, hitam dan merah yang menyebutkan nama "Pikatan" pada batu pembentuk halaman candi.

    Kegiatan Pemugaran

    Pada tahun 1733 Masehi, candi ini ditemukan oleh C.A Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Masehi Izerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang sungai Opak. Pada 1902-1903 Van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 [1].

    Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

    Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.

    Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.

    Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.

    Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

    Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

    Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang.

    Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

    Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.





    Gempa bumi 2006

    Pada 27 Mei 2006 gempa bumi dengan kekuatan 5,9 pada skala Richter (sementara United States Geological Survey melaporkan kekuatan gempa 6,2 pada skala Richter) menghantam daerah Bantul dan sekitarnya. Gempa ini menyebabkan kerusakan hebat terhadap banyak bangunan dan kematian pada penduduk di sana. Salah satu bangunan yang rusak parah adalah kompleks Candi Prambanan, khususnya Candi Brahma


  3. #3
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    3. Situs Purbakala Sangiran



    Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

    Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus ("Manusia Jawa"). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut.

    Di museum Sangiran yang terletak di wilayah ini juga dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu.

    Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau.

    RIWAYAT PENELITIAN



    Pada tahun 1934, G.H.R. on Koenigswald melakukan penelitian di Sangiran dan menemukan alat-alat serpih di Desa Ngebuk yang terbuat dari bahan kalsedon dan jasper. Alat-alat bantu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan "Sangiran Flakes-Industry". Koenigwald memperkirakan peralatan ini berasal dari akhir Pleistosen Tengah karena ditemukan pada lapisan kabuh (Koenigswald, dan Ghosh, 1937). Pada tahun 1936, untuk pertama kalinya von Koenigswald menemukan Fosil manusia yaitu berupa fragmen rahang bawah (mandibula) kanan yang ditemukan pada lapisan Pucangan bagian atas dan diberi kode Sangiran 1b. Kemudian pada tahun berikutnya 1937, menemukan fragmen tengkorak (Sangiran2) pada lapisan Kabuh di antara Desa Bukuran dan desa Kertosobo tepatnya ditepi kalicemoro (Koenigswald, 1940 via Widianto, et.al., 1996). Fragmen tengkorak (Sangiran3) yang ditemukan Koenigwald dan dipublikasikan oleh F.Weidepreich pada tahun 1943 dilapisan yang sama (Weidenreich,F.,1945).

    Kemudian pada mas berikutnya penelitian dilanjutkan oleh ahli Paleoanthropologis dari Indonesia yaitu antara lain T.Jacob dan Sartono yang menemukan fragmen rahang bawah (Sangiran8) pada lapisan Grenzbank, rahang bawah (Sangiran 9) dan tengkorak (Sangiran 17). Penemuan ini merupakan penemuan yangg istimewa karena berhasil menemukan tengkorak yang paling lengkap beserta gambaran wajahnya (Sangiran 17). Berdasarkan penelitian palaeoanthropologis didapatkan adanya beberapa ciri morfologi dari temuan jenis-jenis manusia purba yang ada di Sangiran. Pada lapisan Pucangan telah ditemukan pula fosil-fosil yang menunjukan tingkatan morfologi lebih arkaik, yaitu fragmen tengkorak (Sangiran 4), rahang bawah (Sangiran 5 dan Sangiran 6a). Berdasarkan karakter masing-masing tersebut maka manusia dibedakan beberapa taxon yaitu : Pithecanthropus erectus berupa atap tengkorak (Sangiran 2 dan 3); Meganthropus palaeojavanicus berupa rahang bawah (mandibula) kanan (Sangiran 6a), beberapa taxon ini sekarang dikenal dengan sebutan Homo erectus (Widianto,et.al.,1996).

    Selain itu penelitian juga dilakukan oleh instansi-instansi terkait seperti Balai Arkeologi Jogyakarta baik bekerjasama dengan Laboratorium Palaeonthorpologi maupun Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi (Bandung) dan pihak Jepang meneliti tentan endapan yang mengandung manusia purba. Penelitian-penelitian serupa terus berlanjut dalam usaha mengungkap tentang misteri yang tyerkandung di KUBAH SANGIRAN. Pusat Penelitian Arkeologi Jakarta bekerjasama dengan Museum National d”Histoire Naturelle(Perancis) juga telah melakukan sejumlah penelitian yang berhasil mengungkap tentang Paleokologi atau lingkungan alam masa purba yang dilakukan oleh A.M.Semah.



    sumber : (Unesco ; wikipedia ; sangiran.info ; Borobudurpark.com ; dll)


  4. #4
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default

    konon di sekitar borobudur dibuat kolam, dan apabila di lihat dari atas seperti bunga teratai yang dikelilingi air.
    googling masing belum nemu buat gambarnya..


Thread Yang Serupa

  1. Keris - Warisan Indonesia untuk Dunia
    By Bathara Narada in forum Pelangi Nusantara
    Jawab: 1047
    Postingan Terakhir: 15-09-11, 02:40 PM
  2. Daftar 32 Artefak Budaya Indonesia Yang di Klaim Negara Lain
    By avatas_naruto in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 37
    Postingan Terakhir: 22-04-10, 05:33 AM
  3. 4 Warisan Dunia yang Ada di Indonesia, Akankah Mereka Hilang?
    By komodo_tea in forum Pelangi Nusantara
    Jawab: 16
    Postingan Terakhir: 17-03-10, 02:52 PM
  4. Jawab: 4
    Postingan Terakhir: 28-10-09, 09:30 PM
  5. Ramuan Madura, warisan budaya kita
    By ariesinardi in forum Pelangi Nusantara
    Jawab: 6
    Postingan Terakhir: 19-08-08, 02:28 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu