Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Upacara Adat Pernikahan di Indonesia - Halaman 3

+ Reply to Thread
Hal. 3 dari 4 PertamaPertama 1 2 3 4 TerakhirTerakhir
Menampilkan 21 s/d 30 dari 38
  1. #21
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo


    Gorontalo merupakan salah satu provinsi di wilayah Republik Indonesia yang memanjang dari Timur ke Barat dl Bagian Utara Pulau Sulawesi. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi kemudian di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, serta Teluk Tomini di sebelah Selatan. Penduduk Gorontalo hampir seluruhnya memeluk agama Islam. Adat istiadatnya sangat dipengaruhi ajaran dan kaidah Islam. Oleh karenanya masyarakat Gorontalo memegang teguh semboyan adat yaitu, 'Adati hula hula Sareati - Sareati hula hula to Kitabullah' yang artinya, Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah.

    Pengaruh Islam menjadi hukum tidak tertulis di Gorontalo yang turut mengatur segala kehidupan masyarakatnya dengan ajaran yang Bersendikan Islam. Termasuk adat pernikahan di Gorontalo yang sangat bernuansa Islami. Prosesi pernikahan dilaksanakan menurut upacara adat yang sesuai tahapan atau Lenggota Lo Nikah.

    Tahapan pertama disebut Mopoloduwo Rahasia, yaitu dimana orang tua dari pria mendatangi kediaman orang tua sang wanita untuk memperoleh restu pernikahan anak mereka. Apabila keduanya menyetujui, maka ditentukan waktu untuk melangsungkan Tolobalango atau Peminangan.

    Tolobalango adalah peminangan secara resmi yang dihadiri oleh pemangku adat Pembesar Negeri dan keluarga melalui juru bicara pihak keluarga pria (Lundthu Dulango Layio) dan juru bicara utusan keluarga wanita (Lundthu Dulango Walato). Penyampaian maksud peminangan dilantunkan melalui pantun-pantun yang indah.

    Dalam Peminangan Adat Gorontalo tidak menyebutkan biaya pernikahan (Tonelo) oleh pihak utusan keluarga calon pengantin pria, namun yang terpenting mengungkapkan Mahar (Maharu) dan penyampaian acara yang akan dilaksanakan selanjutnya.

    Pada waktu yang telah disepakati dalam acara Tolobalango maka prosesi selanjutnya adalah Depito Dutu (antar mahar) maupun antar harta yang terdiri dari 1 paket mahar, sebuah paket lengkap kosmetik tradisional Gorontalo dan kosmetik modern, ditambah seperangkat busana pengantin wanita, sirih, dan bermacam buah-buahan dan dilonggato atau bumbu dapur.

    Semua hantaran ini dimuat dalam sebuah kendaraan yang didekorasi menyerupai perahu yang disebut Kola-Kola. Arak-arakan hantaran ini dibawa dari rumah Yiladiya (kediaman/rumah raja) calon pengantin pria menuju rumah Yiladiya pengantin wanita diringi dengan gendering adat dan kelompok Tinilo diiringi tabuhan rebana melantunkan lagu tradisional Gorontalo yang sudah turun temurun, yang berisi sanjungan, himbauan dan doa keselamatan dalam hidup berumah tangga dunia dan akhirat.

    Pada malam sehari sebelum akad nikah digelar serangkaian acara Mopotilandthu (malam pertunangan). Acara ini diawali dengan Khatam Qur'an, proses ini bermakna bahwa calon mempelai wanita telah menamatkan atau menyelesaikan ngajinya dengan membaca 'Wadhuha' sampai surat Lahab. Dilanjutkan dengan Molapi Saronde yaitu tarian yang dibawakan oleh talon mempelai pria dan ayah atau wali laki-laki.

    Tarian ini menggunakan sehelai selendang. Ayah dan calon mempelai pria secara bergantian menarikannya, sedangkan sang calon mempelai wanita memperhatikan dari kejauhan atau dari kamar.

    Bagi calon mempelai pria ini merupakan sarana Molile Huali (menengok atau mengintip talon istrinya), dengan tarian ini calon mempelai pria mencuri-curi pandang untuk melihat calonnya. Saronde dimulai dengan ditandai pemukulan rebana diiringi dengan lagu Tulunani yang disusun syair-syairnya dalam bahasa Arab yang juga merupakan lantunan doa-doa untuk keselamatan.

    Lalu sang calon mempelai wanita ditemani pendamping menampilkan tarian tradisional Tidi Daa tau Tidi Loilodiya. Tarian ini menggambarkan keberanian dan keyakinan menghadapi badai yang akan terjadi kelak bila berumah tangga. Usai menarikan Tarian Tidi, calon mempelai wanita duduk kembali ke pelaminan dan talon mempelai pria dan rombongan pemangku adat beserta keluarga kembali ke rumahnya.

    Keesokan harinya Pemangku Adat melaksanakan akad nikah, sebagai acara puncak dimana kedua mempelai akan disatukan dalan ikatan pernikahan yang sah menurut Syariat Islam. Dengan cara setengah berjongkok mempelai pria dan penghulu mengikrarkan ijab kabul dan mas kawin yang telah disepakati kedua belah pihak keluarga. Acara ini selanjutnya ditutup dengan doa sebagai tanda syukur atas kelancaran acara penikahan ini.
    Terakhir diubah oleh komodo_tea; 28-10-08 pukul 03:21 AM.

  2. #22
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Upacara Pernikahan / Pengantin Tradisional Adat Jawa Yogyakarta I

    A. Nontoni

    Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya.
    Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia.
    Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran…………..

    B. Lamaran

    Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.
    Upacara lamaran: Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.

    C. Peningsetan

    Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

    D. Upacara Tarub

    Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
    Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :
    1. Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
    2. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
    3. Dua untai padi yang sudah tua.
    4. Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
    5. Daun beringin secukupnya.
    6. Daun dadap srep.
    Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:
    1. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
    2. Jajan pasar
    3. Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
    4. Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
    5. Roti tawar.
    6. Jadah bakar.
    7. Tempe keripik.
    8. Ketan, kolak, apem.
    9. Tumpeng gundul
    10. Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
    11. Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
    12. Golong lulut.
    13. Nasi gebuli
    14. Nasi punar
    15. Ayam 1 ekor
    16. Pisang pulut 1 lirang
    17. Pisang raja 1 lirang
    18. Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
    19. Daun sirih, kapur dan gambir
    20. Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
    21. Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
    22. Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
    23. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
    24. Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
    25. Ayam jantan hidup
    26. Tikar
    27. Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
    28. Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
    29. Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
    30. Sayur pada mara
    31. Kolak kencana
    32. Nasi gebuli
    33. Pisang emas 1 lirang
    Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:
    1. Area sumur
    2. Area memasak nasi
    3. Tempat membuat minum
    4. Tarub
    5. Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
    6. Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
    7. Jembatan
    8. Prapatan.

    E. Nyantri

    Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.

  3. #23
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Upacara Pernikahan / Pengantin Tradisional Adat Jawa Yogyakarta II

    F. Upacara Siraman

    Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman :
    1. Kembang setaman secukupnya
    2. Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna)
    3. Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
    4. Kendi atai klenting
    5. Tikar ukuran ½ meter persegi
    6. Mori putih ½ meter persegi
    7. Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
    8. Dlingo bengle
    9. Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru)
    10. Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning)
    11. Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
    12. Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
    13. Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
    14. Sabun dan handuk.
    Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
    1. Tumpeng robyong
    2. Tumpeng gundul
    3. Nasi asrep-asrepan
    4. Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang
    5. Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras
    6. 1 butir telor ayam mentah
    7. Juplak diisi minyak kelapa
    8. 1 butir kelapa hijau tanpa sabut
    9. Gula jawa 1 tangkep
    10. 1 ekor ayam jantan
    Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat.

    G. Midodareni

    Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur.
    Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
    1. Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin )
    2. Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi
    3. Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur.
    4. Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi.
    Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :
    1. Nasi gurih
    2. Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa )
    3. Sambel pecel, sambel pencok, lalapan
    4. Krecek
    5. Roti tawar, gula jawa
    6. Kopi pahit dan teh pahit
    7. Rujak degan
    8. Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)

    H. Upacara Langkahan

    Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.

    I. Upacara Ijab

    Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

    J. Upacara Panggih

    Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.
    Upacara Panggih dalam Perkawinan Adat Jawa merupakan puncak acara dari serangkaian upacara adat yang mendahuluinya. Rangkaian acara yang mewarnai upacara panggih meliputi :
    1. Penyerahan sanggan yang lazim disebut tebusan
    2. Keluarnya mempelai dari kamar pengantin yang didahului kembar mayang
    3. Lempar sirih
    4. Wijikan atau memecah telur
    5. Berjalan bergandengan jari kelingking menuju kepelaminan
    6. Kacar-kucur atau tampakaya
    7. Dahar klimah
    8. Penjemputaqn orangtua mempelai atau besan
    9. Sungkeman
    Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa:
    1. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria
    2. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes.
    3. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kayasungkeman
    (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara
    Setelah upacara panggih selesai dapat diiringi dengan gending Sriwidodo atau gending Sriwilujeng.
    Pada waktu kirab diiringi gending : Gatibrongta, atau Gari padasih.
    Sumber : WIKIPEDIA

  4. #24
    Walikota riri lestari is a jewel in the rough riri lestari is a jewel in the rough riri lestari is a jewel in the rough riri lestari's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2008
    Lokasi
    dihome
    Posts
    2.074
    Rep Power
    11

    Default

    wew rumit amat ya adat jawa..
    lom abis baca nya aja dah pusing
    apalg yg ngadain nya

  5. #25
    Moderator Mungil
    RIRIN is a jewel in the rough RIRIN is a jewel in the rough RIRIN is a jewel in the rough RIRIN is a jewel in the rough RIRIN's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jul 2005
    Lokasi
    Yogyakarta
    Posts
    9.217
    Rep Power
    22

    Default

    Kokom ... nice info ....

    Kakak rin dulu juga pake adat gitu ...

    Dirumah eyang jd ga pernah sepi ..... coz banyak acara2.

    Mulai dr siraman, midodareni dlll

    Rin ntar bakal kya gitu kagak ya ..

    Pake adat yogya (sprt kk perempuan rin n laki2)

    "Untuk Menggapai Harapan, Harus Semangat"
    "Cewe Mungil nu geulis tea"
    www.facebook.com/ririn.nuryani
    www.skakmatgraphic.com






  6. #26
    Walikota riri lestari is a jewel in the rough riri lestari is a jewel in the rough riri lestari is a jewel in the rough riri lestari's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2008
    Lokasi
    dihome
    Posts
    2.074
    Rep Power
    11

    Default

    Quote Originally Posted by RIRIN Tampilkan Postingan
    Kokom ... nice info ....

    Kakak rin dulu juga pake adat gitu ...

    Dirumah eyang jd ga pernah sepi ..... coz banyak acara2.

    Mulai dr siraman, midodareni dlll

    Rin ntar bakal kya gitu kagak ya ..

    Pake adat yogya (sprt kk perempuan rin n laki2)
    kapan rin nikah??
    jgn lupa undang2 ya

  7. #27
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Quote Originally Posted by RIRIN Tampilkan Postingan
    Kokom ... nice info ....
    Kakak rin dulu juga pake adat gitu ...
    Dirumah eyang jd ga pernah sepi ..... coz banyak acara2.
    Mulai dr siraman, midodareni dlll
    Rin ntar bakal kya gitu kagak ya ..
    Pake adat yogya (sprt kk perempuan rin n laki2)
    waaah...keren tuh rin...
    punya poto waktu dipelaminan pake baju adat ga....
    kalo ada n boleh sih diiposting disini.....
    biar tau kek gimana buju adat pernikahan jogja....

  8. #28
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Pernikahan adat Surakarta I


    Pernikahan adat Jawa - Surakarta memiliki tata cara yang khas. Dalam keluarga tradisional, upacara pernikahan dilakukan menurut tradisi turun-temurun yang terdiri dari banyak sub-upacara.

    Lamaran

    Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya:
    • Paes Agung yaitu pernikahan agung
    • Paes Kesatriyan yaitu pernikahan jenis ksatria yang lebih sederhana
    Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.

    Persiapan Pernikahan
    Setelah lamaran diterima, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan pesta pernikahan. Pesta pernikahan Jawa adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal, dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes yang mewakili mempelai perempuan. Pemaes atau juru rias ini antara lain bertanggung jawab mengatur pakaian dan rias muka yang akan dikenakan oleh kedua pengantin. Selain itu panitia yang terdiri dari sang Pemaes dan kerabat-kerabat dekat pengantin juga mengatur berbagai hal seputar pesta yang akan dilangsungkan:
    • makanan dan minuman yang akan disajikan
    • tari-tarian dan musik (biasanya musik gamelan)yang akan mengiringi pesta
    • pembawa acara (emcee) yang akan diundang
    • acara Siraman
    • acara Ijab dan saksi-saksinya
    • kata sambutan
    • keamanan, transportasi, komunikasi, dokumentasi
    • sewa gedung (akomodasi), perlengkapan pesta, dan lain sebagainya
    • dekorasi tempat pernikahan
    Hal terpenting yang harus mereka persiapkan adalah acara Ijab (upacara pernikahan sipil), yang melegitimasi kedua pasangan sebagai suami dan istri yang sah.

    Hiasan Pernikahan
    Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi Tarub atau janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:
    • 2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
    • Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.
    • Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.
    • Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.
    Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.
    Sebelum Tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya.
    Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah Tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya.
    Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih

    Upacara Siraman
    Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.
    Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.
    Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.
    Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:
    • Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
    • Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
    • Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
    • Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
    • Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
    • Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
    • Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
    • Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
    • Kendi.
    • Sesajian
    Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:
    • Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
    • Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
    • Makanan seperti ayam, tahu, telur.
    • Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
    • Kelapan muda.
    • Tujuh macam bubur.
    • Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
    • Seekor ayam jago
    • Lampu lentera
    • Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).

    Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:
    • Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orangtuanya masing-masing.
    • Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.
    • Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
    • Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
    • Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
    • Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
    • Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
    • Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
    • Setelah orangtua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
    • Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
    • Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
    • Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

  9. #29
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Pernikahan adat Surakarta II


    Pecah Kendi
    Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.
    Pangkas Rikmo lan Tanam Rikmo
    Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang.

    Ngerik
    Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.

    Gendhongan
    Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak

    Dodol Dhawet
    Kedua orangtua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang.

    Temu Panggih
    Penyerahan pisang sanggan berupa gedung ayu suruh ayu sebagai tebusan atau syarat untuk pengantin perempuan.

    Penyerahan Cikal
    Sebagai tanda agar kehidupan mendatang menjadi orang berguna dan tak kurang suatu apapun.

    Penyerahan Jago Kisoh

    Sebagai tanda melepaskan anak dengan penuh ikhlas.

    Tukar Manuk Cengkir Gading
    Acara tukar menukar kembang mayang diawali tukar menukar manuk cengkir gading, sebagai simbol agar kedua pengantin menjadi pasangan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat

    Upacara Midodaren
    Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan.
    Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

    Peningsetan
    Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hadiah:
    • Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan.
    • Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan.
    • Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan.
    • Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan
    • Buah-buahan, mendoakan kesehatan.
    • Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari.
    • Sepasang cincin untuk kedua mempelai.
    • Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan.
    Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan.

    Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan.
    Sesajian untuk upacara midodaren:
    • Nasi dimasak dengan santan.
    • Ayam inkung yang telah dimasak
    • Bumbu sayuran
    • Kembang telon
    • Teh dan kopi pahit
    • Minuman kelapa muda dengan gula kelapa
    • Lampu lentera yang dinyalakan
    • Pisang Raja
    • Kembang setaman
    • Lemper, kue
    • Rokok dan kretek
    Barang-barang yang ditaruh di kamar pengantin:
    • Satu set Kembar Mayang.
    • Dua kendi yang diisi bumbu, jamu, beras, kacang, dll, dan ditutupi kain batik.
    • Dua kendi yang berisi air kembang setaman ditutupi daun dadap serep.
    • Ukub yaitu sebuah nampan berisi wangi-wangian daun dan bunga yang diletakkan di bawah tempat tidur.
    • Suruh Ayu
    • Kacang
    • Tujuh macam kain tradisional.
    Makanan sesajian dapat dikeluarkan dari kamar setelah tengah malam. Sanak keluarga dan para tamu dapat memakannya. Pada jaman dahulu, acara temu keluarga antara kedua keluarga pengantin dilakukan setelah tengah malam, namun sekarang ini, dengan alasan kepraktisan, kedua keluarga dapat bertemu seperti yang disebutkan di atas.

  10. #30
    Moderator komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea is a splendid one to behold komodo_tea's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    dimanapun kau membayangkannya
    Posts
    4.210
    Rep Power
    18

    Default

    Pernikahan adat Surakarta III

    Nyantri
    Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orangtuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulan, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan didandani dan dipersiapkan untuk acara Ijab dan acara-acara lainnya.

    Upacara Ijab
    Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ini disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

    Pawai (untuk anggota kerajaan)
    Untuk pernikahan anggota kerajaan Surakarta, setelah upacara panggih diakhiri dengan pawai yang meriah agar seluruh warga kota Solo dapat melihat anggota kerajaan yang baru menikah. Pada acara ini seluruh anggota keraton termasuk tentara keraton berpakaian serba tradisional.
    Jika yang menikah adalah seorang pangeran, maka sang pangeran mengendarai kuda di bagian paling belakang pawai, di belakang kereta kerajaan yang berisi sang istri pangeran.
    Prosesi pawai mengelilingi halaman keraton selama satu kali kemudian iring-iringan akan memasuki halaman keraton.
    Upacara panggih/temu (mengawali acara resepsi) Pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa. Dekorasi ini memiliki makna yang luas:
    • Berbentuk seperti gunung, tinggi dan luas, melambangkan seorang laki-laki harus berpengetahuan luas, berpengalaman, dan sabar.
    • Hiasan menyerupai keris, pasangan harus berhati-hati di dalam hidup mereka.
    • Hiasan menyerupai cemeti, pasangan harus selalu berpikir positif dengan harapan untuk hidup bahagia.
    • Hiasan menyerupai payung, pasangan harus melindungi keluarga mereka.
    • Hiasan menyerupai belalang, pasangan harus tangkas, berpikir cepat dan mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mereka.
    • Hiasan menyerupai burung, pasangan harus memiliki tujuan hidup yang tinggi.
    • Daun beringin, pasangan harus selalu melindungi keluarga mereka dan orang lain.
    • Daun kruton, melindungi pasangan pengantin dari roh-roh jahat.
    • Daun dadap serep, daun ini dapat menjadi obat turun panas, menandakan pasangan harus selalu berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapi segala permasalahan (menenangkan perasaan dan mendinginkan kepala).
    • Bunga Patra Manggala, digunakan untuk mempercantik hiasan kembar mayang.
    Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya.
    Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orangtua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual:
    Balangan Suruh Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan.

    Wiji Dadi Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya

    Pupuk Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga.

    Sindur Binayang Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral.

    Timbang / Pangkon Di dalam ritual ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya.

    Tanem Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.

    Tukar Kalpika Mula-mula, pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan.

    Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta.

    Kacar-kucur / Tampa Kaya / Tandur Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli.

    Dahar Kembul / Dahar Walimah Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis.

    Rujak Degan Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera.

    Bubak Kawah Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera.

    Tumplak Punjen
    Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir.

    Mertui Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orangtua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya.

    Sungkeman Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orangtua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi.

    Resepsi
    Setelah semua upacara selesai dilakukan, saatnya untuk resepsi pernikahan dan para tamu mulai makan dan minum makanan tradisional Solo dengan disertai tari tradisional Jawa dan musik gamelan. Acara foto-foto dan salam-salaman dengan kedua pengantin juga dilangsungkan.

Thread Yang Serupa

  1. adat istiadat di zman modern
    By vivian in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 11
    Postingan Terakhir: 13-05-10, 06:52 AM
  2. Beragam Ritual Upacara Pernikahan
    By ariesinardi in forum Dunia Romansa
    Jawab: 1
    Postingan Terakhir: 13-11-08, 10:36 AM
  3. Melahirkan bayi di upacara pernikahan
    By ariesinardi in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 4
    Postingan Terakhir: 12-10-08, 07:11 PM
  4. Nilai Filosofi Rumah Adat Batak
    By komodo_tea in forum Pelangi Nusantara
    Jawab: 1
    Postingan Terakhir: 24-09-08, 04:59 PM
  5. upacara....apaan sih?
    By pistol_gombyok in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 21
    Postingan Terakhir: 20-08-05, 06:49 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu