Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Tokoh-tokoh Wayang - Halaman 13

+ Reply to Thread
Hal. 13 dari 17 PertamaPertama ... 3 11 12 13 14 15 ... TerakhirTerakhir
Menampilkan 121 s/d 130 dari 169
  1. #121
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default kalabendana, karma penyebab gugurnya gatotkaca

    Kalabendana

    Adalah tokoh wayang cerita Mahabarata, Arya Kalabendana adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama: Arimba (Hidimba), Dewi Arimbi, Brajadenta, Prabakesa, Brajamusti, Brajalamatan dan Brajawikalpa.

    Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan: sangat jujur, setia, suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. Kalabendana meninggal karena pukulan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari, putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata.

    Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Baratayuda. Arwahnya mengantar (menuntun) senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna raja Awangga tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya.

    (Edit Terakhir: WIB)

    http://www.bausastra.com/main/?do=view&id=83

  2. #122
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    “Tapi anakku, Gatot Kaca, aku mengatakan yang sebenarnya,” kata Kalabendana sambil mengelus-elus kepalanya yang ditumbuhi beberapa helai rambut saja. Gatot Kaca menggeram. Mengepalkan tangan. Di hadapannya Sendari menangis tersedu-sedu. Meratap-ratap menyebut-nyebut Abimanyu.
    Mengapa? Mengapa Abimanyu? Mengapa kau khianati cintaku?>>
    “Tidak benar, ayunda!” kata Gatot Kaca dengan suaranya yang dibikin rendah, namun tetap menggelegar. Gatot Kaca berusaha berkata dengan lembut.
    Sendari menangkap sesuatu yang aneh. Gatot Kaca yang melembut adalah bukan Gatot Kaca yang sebenarnya. Ia hanya berusaha melindungi sepupunya yang telah berselingkuh. Kau pembohong yang buruk, Gatot Kaca.
    Sendari sudah tak tahan lagi. Ia lari keluar ruangan sambil terus meratap nasib. Berteriak-teriak seperti orang gila. Menangisi cintanya yang patah menjadi serpih-serpih kecil tajam yang terasa perih di dalam dada.
    “LIHAT PERBUATANMU, PAMAN KALABENDANA!?”
    “Tapi aku hanya menyampaikan yang sebenarnya, a....” Kalabendana tak pernah menyelesaikan kalimatnya. Tidak dalam kehidupan kini.

    Kehidupanmu kali ini kau jalani di masa yang salah Kalabendana. Kejujuranmu harus kau bayar dengan nyawamu. Kejujuranmu adalah kesalahanmu.

    Kalabendana menghembuskan nafas terakhirnya.
    Gatot Kaca meneteskan air mata pertamanya.


    http://dhanuriki.multiply.com/journa...51/Kalabendana

  3. #123
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default



    kalabendana

  4. #124
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    semua yang mati di dlm wayang jawa dlm perang bharata yudha diberi makna melunasi karmanya. abimanyu melunasi karmanya ats sumpah pada utari bahwa dirinya belom menikah, padahal dia sudah menikah dengan siti sundari anak prabu kresna. nah gatotkaca pun ngunduh wohing pakarti. satria idaman dan jagoan tanpa tanding itu salah moro tangan kepada pamanya yang berbentuk bajang. karena pamanya yang ga bisa bohong itu membuka rahasia perkawinan abimanyu kepada siti sundari. dan tangan gatotkaca yang berisi brajamusti itu melebur kala bendana. walo sudah dikukup dengan tanganya sambil menangis, wanda pamanya itu dah lebur jd bubur tak bisa lagi di ambil.

    saat konta dilempar, gatotkaca sembunyi dibalik awan. konta tak bisa menembus. kalabendana datang. dia mengetok awan itu dan berkata. apakah kamu ga mau ikut pamanmu ke kayangan?. gatotkaca keluar dan tertembus senjata konta. mereka berdua jalan menuju surga bersama sama. paman dan ponakanya


  5. #125
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.627
    Rep Power
    28

    Default

    Quote Originally Posted by prabuanom Tampilkan Postingan
    salah, arjuna ga pernah ditolak cewek. walopun cewek itu sudah bersuami sekalipun. cuma dalam kasus palgunadi (ekalaya) arjuna ditolak, makanya arjuna jd kalap pengen merkosa. sebagai pembanding, banowati istri raja hastina duryodana saja masih menjalin asmara secara sembunyi sembunyi dengan arjuna.
    kmaren aku udah nanya ke istrinya si Bambang, "Knapa sampeyan nolak ML ama Arjuna to Yu? Sehrsnya sampeyan mau. Lha wong cewe laen aja walo udah bsuami teteb mau kok."
    Dia jwb gini, "Wah jgn samakan saya dgn cewe laen ya. Saya itu bukan cewe murahan. Kalo saya blm bsuami sih hayuk ajah. Tp saya khan udah jd milik aa' Bambang."
    bgitulah hasil reportase saya.
    brarti ksimpulannya anda yg salah
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  6. #126
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by Butogamo Tampilkan Postingan
    kmaren aku udah nanya ke istrinya si Bambang, "Knapa sampeyan nolak ML ama Arjuna to Yu? Sehrsnya sampeyan mau. Lha wong cewe laen aja walo udah bsuami teteb mau kok."
    Dia jwb gini, "Wah jgn samakan saya dgn cewe laen ya. Saya itu bukan cewe murahan. Kalo saya blm bsuami sih hayuk ajah. Tp saya khan udah jd milik aa' Bambang."
    bgitulah hasil reportase saya.
    brarti ksimpulannya anda yg salah
    sudah tercatat dalam sejarah bahwa banowati adalah wanita yang dekat dengan prabu duryodana. dan memberikan anak lesmana. tetapi walopun sudah bersuami ternyata kisah cintanya dengan arjuna melegenda. bahkan pada perang bharatayudha sang prabu sempat menyuruh dursasana menjaga banowati karena tahu banowati pasti membelot kepada arjuna. tetapi hal ini direkayasa oleh banowati dan dursasana terpaksa kembali ke medan perang. dan tewaslah dia ditangan bima. mengetahui hal ini kertomarmo salah satu kurawa diutus untuk menjaga banowati. dan sampe matinya duryodana, kertamarmo masih hidup. dia sangat membenci banowati karena walopun sudah bersuami tetapi hatinya di sampirkan kepada arjuna. ahirnya kertomarmo dan aswatama bertemu. mereka berencana membunuh pandawa dengan cara ninja gerilya yg ampuh. dan pada ahirnya jatuh korban banyak ditangan mereka. srikandi, drestajumna, pancawala, gugur dalam serangan tiba tiba itu. dikisahkan bahwa sembadra gugur hari itu karena arjuna lebih mementingkan melongok banowati yg diboyong ke kaputren. pada ahirnya kertamarmo berhasil membunuh banowati. kedua sisa kurawa itu gugur setelah dilepas paospati.

    bagi yang gemar wayang, kisah perselingkuhan antara banowati dan arjuna sudah terkenal melegenda. dan istri palgunadi dikatakan perempuan paling setia. karena bahkan bidadari sekelas subadra pun tunduk pada arjuna. tapi tidak istri palgunadi.

  7. #127
    Lurah prabuanom is on a distinguished road prabuanom's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2009
    Posts
    429
    Rep Power
    6

    Default

    pulangnya kembali kala tadah ke pringgondani

    kisah peperangan antara pringgondani dan hastina merupakan salah satu perang besar yang terjadi sebelum perang bharata yudha. saat itu prabu pandu memimpin sendiri bala tentara hastina melawan prabu tremboko dari pringgondani. dalam perang itu prabu pandu unggul dan mampu menusuk prabu tremboko dengan keris pulanggeni sampe gugur. karena dipanasi sengkuni dan setelah kasus oncatnya patih gandamana yang direkayasa sengkuni maka pandu begitu geram. diinjak injaknya mayat prabu tremboko. tak dinyana keris prabu tremboko kala tadah menancap di ampean pandu. dan dibawalah pandu dalam keadaan terluka kembali ke hastina. dan gugur dia disana bersama dengan istrinya madrim yg baru saja melahirkan kembar. kala tadah dicabut oleh yama widura dan diberikan kepada arjuna. keris itu dibawa selalu oleh arjuna sebagai salah satu keris andalan selain pulanggeni.

    terkisahlah kemudian bahwa setelah peperangan itu permusuhan masih terjadi antara pringgondani dan hatsina. arimba memimpin pasukan pringgondani tetapi dapat dibunuh oleh bima. bima malah kemudian menikah dengan arimbi. dan mempunyai putra gatotkaca yang diberi gelar prabu anom gatotkaca ketika menaiki dampar keraton pringgondani. setelah mengalami pasang surut perlawanan dari pamanya sendiri brajadenta yang ahirnya berahir dengan tewasnya dua pamanya brajadenta dan brajamusti dalam pertarungan sumpyuh.

    alkisah gatotkaca kemudian dijodohkan dengan pergiwa anak dari arjuna. karena pengaruh drona maka arjuna tiba tiba membatalkan janji itu. dan malah menjodohkan pergiwa dengan lesmana anak dari prabu duryodana. dengan rekadaya dari semar dan anak anaknya maka pergiwa dan gatotkaca bisa disandingkan kembali dan rombongan dari hastina di tundung pulang ke negaranya. saat pernikahan itu bima meminta satu sarat agar perkawinan bisa dilangsungkan. yaitu meminta dikembalikanya kembali keris kala tadah kepada gatotkaca. maka saat itu keris kala tdah kembali dipegang gatotkaca yang merupakan raja pringgondani. pusaka pringgondani itu pulang kembali ke tempat asalnya.

  8. #128
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.627
    Rep Power
    28

    Default

    Quote Originally Posted by prabuanom Tampilkan Postingan
    sudah tercatat dalam sejarah bahwa banowati adalah wanita yang dekat dengan prabu duryodana. dan memberikan anak lesmana. tetapi walopun sudah bersuami ternyata kisah cintanya dengan arjuna melegenda. bahkan pada perang bharatayudha sang prabu sempat menyuruh dursasana menjaga banowati karena tahu banowati pasti membelot kepada arjuna. tetapi hal ini direkayasa oleh banowati dan dursasana terpaksa kembali ke medan perang. dan tewaslah dia ditangan bima. mengetahui hal ini kertomarmo salah satu kurawa diutus untuk menjaga banowati. dan sampe matinya duryodana, kertamarmo masih hidup. dia sangat membenci banowati karena walopun sudah bersuami tetapi hatinya di sampirkan kepada arjuna. ahirnya kertomarmo dan aswatama bertemu. mereka berencana membunuh pandawa dengan cara ninja gerilya yg ampuh. dan pada ahirnya jatuh korban banyak ditangan mereka. srikandi, drestajumna, pancawala, gugur dalam serangan tiba tiba itu. dikisahkan bahwa sembadra gugur hari itu karena arjuna lebih mementingkan melongok banowati yg diboyong ke kaputren. pada ahirnya kertamarmo berhasil membunuh banowati. kedua sisa kurawa itu gugur setelah dilepas paospati.

    bagi yang gemar wayang, kisah perselingkuhan antara banowati dan arjuna sudah terkenal melegenda. dan istri palgunadi dikatakan perempuan paling setia. karena bahkan bidadari sekelas subadra pun tunduk pada arjuna. tapi tidak istri palgunadi.
    brarti benarlah komentar saya: istri palgunadi menolak Arjuna krn dia setia pd suaminya, bukan krn Arjuna bukan type dia
    mungkin akan lain kejadiannya seandainya dia mingsih single

    peace
    Terakhir diubah oleh Butogamo; 04-05-09 pukul 12:54 AM.
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  9. #129
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.627
    Rep Power
    28

    Default

    Antaboga

    Adalah tokoh wayang cerita Mahabarata, Sanghyang Antaboga atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala, atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti, ia mempunyai dua anak yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. Dalam pewayangan disebutkan, walaupun terletak di dasar bumi, keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya.

    Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Ibunya bernama Dewi Wasu, putri Anantaswara. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia, tetapi dalam keadaan triwikrama, tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Selain itu, setiap 1000 tahun sekali Sang Hyang Antaboga berganti kulit (nglungsungi).

    Dalam pewayangan, dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam, yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja sesuai dengan yang dikehendakinya. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigala-gala.

    Putrinya, Dewi Nagagini menikah dengan Bima, orang kedua dalam keluarga Pandawa. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja.

    Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan, karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung.

    Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala, anaknya sendiri. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasih-kasihan dengan Dewi Mumpuni, istri Batara Yamadipati. Namun para dewa gagal menangkapnya karena kalah sakti. Karena Nagatatmala memang bersalah walau itu anaknya, Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Untunglah Dewi Supreti istrinya, kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa sewaktu Sang Hyang Antaboga mrungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang mengerikan. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa.

    Sang Hyang Antaboga, ketika masih muda disebut Nagasesa. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang, ujudnya tetap seekor naga, karena ayahnya yang bernama Antawisesa juga seekor naga. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati, putri Sang Hyang Wenang. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghidupkan orang mati. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya dibawa ke samudra, dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah, lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Namun setelah berhasil memutarnya, para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut, mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas, Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira, dan kemudian menempatkannya di tempat semula. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Itu pula sebabnya, Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta.*

    *) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta, para dewa bukan membor samudra, melainkan mengaduk-aduknya. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa, yang artinya mengaduk-aduk, mengacau, membuat air samudra itu menjadi 'kacau'.

    Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menyerahkan Cupu Linggamanik kepada Bathara Guru. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Tiba-tiba melesatlah seberkas cahaya terang memasuki mulutnya. Nagasesa langsung mengatupkan mulutnya, dan saat itulah muncul Bathara Guru. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Nagasesa menjawab, cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Bathara Guru, bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Bathara Guru menyanggupinya, sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu.

    Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa, karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada kebaikan hati Nagasesa.

    Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu menghadiahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa dan berhak atas gelar Bathara atau Sang Hyang. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Tidak hanya itu, oleh para dewa Nagasesa juga diberi Aji Kawastram* yang membuatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya.

    *) Sebagian orang menyebutnya Aji Kemayan. spertinya sebutan itu kurang pas, karena Kemayan yang berasal dari kata 'maya' adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. Kata 'maya' artinya tak terlihat. Jadi yang benar adalah Aji Kawastram.

    Untuk membangun ikatan keluarga, para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. Perlu diketahui, cucu Sang Hyang Antaboga, yakni Antareja hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Dalam Kitab Mahabarata, Antareja tidak pernah ada, karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia.

    Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura cucunya, untuk meminta Wahyu Senapati pada Bathara Guru. Bersama dengan menantunya, Prabu Kresna yang suami Dewi Pertiwi, Antaboga berangkat ke kahyangan. Ternyata Bathara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma, karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras, tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Bathara Narada. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca.
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


  10. #130
    Gubernur Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo has a brilliant future Butogamo's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2009
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    5.627
    Rep Power
    28

    Default

    Aswatama

    Dalam wiracarita Mahabharata, Aswatama (Sansekerta: Aśvatthāmā) atau Ashwatthaman (Sansekerta: Aśvatthāman) adalah putera guru Dronacharya dengan Kripi. Sebagai putera tunggal, Dronacharya sangat menyayanginya. Ia juga merupakan salah satu dari tujuh Chiranjīwin, karena dikutuk untuk hidup selamanya tanpa memiliki rasa cinta. Saat perang di Kurukshetra berakhir, hanya ia bersama Kretawarma dan Krepa yang bertahan hidup. Oleh karena dipenuhi dendam atas kematian ayahnya, ia menyerbu kemah Pandawa saat tengah malam dan melakukan pembantaian membabi buta.

    Aswatama dalam Mahabharata

    Sebagian kisah hidup Aswatama dimuat dalam kitab Mahabharata. Kisahnya yang terkenal adalah pembunuhan terhadap lima putera Pandawa dan janin yang dikandung oleh Utara, istri Abimanyu. Janin tersebut berhasil dihidupkan kembali oleh Kresna namun lima putera tidak terselamatkan nyawanya.

    Riwayat

    Aswatama merupakan putera dari Bagawan Drona dengan Kripi, adik Krepa. Semasa kecil ia mengenyam ilmu militer bersama dengan para pangeran Kuru, yaitu Korawa dan Pandawa. Kekuatannya hampir setara dengan Arjuna, terutama dalam ilmu memanah. Saat perang di antara Pandawa dan Korawa meletus, ia memihak kepada Korawa, sama dengan ayahnya, dan berteman dengan Duryodana.

    Aswatama adalah ksatria besar dan konon pernah membangkitkan pasukan Korawa dari duka cita dengan cara memanggil “Narayanāstra”. Namun Kresna menyuruh pasukan Pandawa agar menurunkan tangan dan karenanya senjata itu berhasil diatasi. Ia juga memanggil “Agneyāstra” untuk menyerang Arjuna namun berhasil ditumpas dengan Brahmastra. Pertarungannya dengan Bima dalam Bharatayuddha berakhir secara “skakmat”.

    Kabar angin yang salah mengenai kematiannya dalam perang di Kurukshetra membuat ayahnya meninggal di tangan pangeran Drestadyumna. Aswatama yang menaruh dendam mendapat izin dari Duryodana untuk membunuh Drestadyumna secara brutal setelah perang berakhir secara resmi. Saat akhir peperangan, Aswatama berjanji kepada Duryodana bahwa ia akan membunuh Pandawa, dan menyerang kemah Pandawa saat tengah malam, namun karena kesalahan ia membunuh 5 putera Pandawa dengan Dropadi (Pancawala).

    Pandawa yang marah dengan perbuatan tersebut memburu Aswatama dan akhirnya ia bertarung dengan Arjuna. Saat pertarungan, Aswatama memanggil senjata ‘Brahmashira’ yang sangat dahsyat, yang dulu ingin ditukar dengan chakra milik Kresna namun tidak berhasil. Dengan senjata itu ia menyerang Arjuna dan Arjuna membalasnya dengan mengeluarkan senjata yang sama. Takut akan kehancuran dunia, Bagawan Byasa menyuruh agar kedua ksatria tersebut mengembalikan senjatanya kembali. Sementara Arjuna berhasil melakukannya, Aswatama (yang mungkin kurang pintar) tidak bisa melakukannya dan diberi pilihan agar senjata menyerang target lain untuk dihancurkan. Dengan rasa dendam, Aswatama mengarahkan senjata menuju rahim para wanita di keluarga Pandawa. Di antara mereka adalah Utara, menantu Arjuna.

    Oleh karena itu Utara tidak bisa melahirkan Parikesit, putera Abimanyu, yang kelak akan meneruskan keturunan para Pandawa bersaudara. Senjata Brahmastra berhasil membakar si jabang bayi, namun Kresna menghidupkannya lagi dan mengutuk Aswatama agar menderita kusta dan mengembara di bumi selama 3.000 tahun sebagai orang buangan tanpa rasa kasih sayang. Dalam versi lain, dipercaya bahwa ia dikutuk agar terus hidup sampai akhir zaman Kali Yuga.

    Aswatama juga harus menyerahkan batu permata berharga (“Mani”) yang terletak di dahinya, yaitu permata yang membuatnya tidak takut terhadap segala senjata, penyakit, atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para Dewa, danawa, dan naga.

    Aswatama dalam pewayangan Jawa

    Riwayat hidup Aswatama dalam pewayangan Jawa memiliki beberapa perbedaan dengan kisah aslinya dari kitab Mahabharata yang berasal dari Tanah Hindu, yaitu India, dan berbahasa Sansekerta. Beberapa perbedaan tersebut meliputi nama tokoh, lokasi, dan kejadian. Namun perbedaan tersebut tidak terlalu besar sebab inti ceritanya sama.

    Riwayat

    Aswatama adalah putra Bagawan Drona alias Resi Drona dengan Dewi Krepi, putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. Ia berambut dan bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya, Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani, dalam upaya menolong Bambang Kumbayana (Resi Drona) terbang menyeberangi lautan.
    Aswatama dari padepokan Sokalima dan seperti ayahnya memihak para Korawa pada perang Bharatayuddha.

    Ketika ayahnya, Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Korawa di Hastinapura, Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Ia memiliki sifat pemberani, cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Dari ayahnya, Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Panah Cundamanik.

    Cerita dalam khazanah Sastra Jawa Baru dikenal sebagai lakon wayang: “Aswatama Gugat”.
    Aswatama pada kesempatan itu ingin membalas dendam kematian ayahnya, bagawan Drona. Pada perang Bharatayuddha, Drona gugur karena disiasati oleh para Pandawa. Mereka berbohong bahwa “Aswatama” telah gugur, tetapi yang dimaksud bukan dia melainkan seekor gajah yang bernama Hestitama (Hesti berarti Gajah) namun terdengar seperti Aswatama. Lalu Drona menjadi putus asa setelah ia menanyakannya kepada Yudistira yang dikenal tak pernah berbohong pun mengatakan iya.

    Aswatama juga merasa kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayudha. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina, secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Ia berhasil membunuh Drestadyumena (pembunuh ayahnya, Resi Drona), Pancawala (putra Prabu Puntadewa), Dewi Banowati (Janda Prabu Duryodana) dan Dewi Srikandi, sebelum akhirnya ia mati oleh Bima, badannya hancur dipukul Gada Rujakpala.
    gw ini sebetulnya lucu lho
    sumpah demi Tuhan


Thread Yang Serupa

  1. Tokoh – tokoh dunia yg meninggal dalam keadaan miskin
    By yosuke_sagara in forum Warung Kopi
    Jawab: 20
    Postingan Terakhir: 20-12-09, 08:36 PM
  2. Tokoh Kartu Kesayangmu apa sih??
    By avatas_naruto in forum Anime, Manga, Kartun dan Komik
    Jawab: 38
    Postingan Terakhir: 02-11-09, 07:25 PM
  3. [serius] SCRAMBLE WORD [TOKOH] .....
    By cah_ayu in forum Tebak-Tebakan
    Jawab: 5
    Postingan Terakhir: 09-02-09, 05:02 PM
  4. [hot] Tokoh dan peristiwa (bersambung ....)
    By cubu x in forum Selebriti Indonesia
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 10-08-08, 07:26 PM
  5. tokoh idola lo................(barat-Indo)
    By lucky.no.more in forum Layar Tancep
    Jawab: 29
    Postingan Terakhir: 06-11-06, 02:19 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu