Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Tokoh-tokoh Wayang

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 17 1 2 3 11 ... TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 169
  1. #1
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Tokoh-tokoh Wayang

    Pendatang baru ini minta ijin kepada kakak kakak semua untuk membuat thread ini.
    Thread ini saya buat dikarenakan makin maraknya pengambilan hak paten terhadap kebudayaan kita.
    Wayang merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang cukup di kenal di dunia.
    Tapi sayangnya banyak orang orang dari negri kita ini malah tidak mengenal tokoh tokoh wayang.
    Konyol rasanya apabila nanti ternyata wayang juga diambil oleh saudara serumpun kita, dan disaat kita membela kalau itu adalah kebudayaan kita, terus mereka balik bertanya kepada kita dengan pertanyaan :
    Apakah kalian mengenal tokoh tokoh wayang???
    dan kita cuma bisa garuk garuk kepala

    heuheuheuehe..


    Mohon teman teman membantu dalam pembuatan kumpulan tokoh wayang ini dan saling mengisi..

    Semoga thread ini berguna

    Terimakasih

    Daftar Isi :

    Mahabarata


    Ramayana
    Terakhir diubah oleh tixoez; 13-07-08 pukul 10:21 AM.

  2. #2
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Kisah Mahabarata

    Kisah ini merupakan kisah sengketa antara Pandawa dengan Kurawa dalam mempertahankan hak pemerintahan kerajaan Astina. Puncak cerita ini adalah dengan perang besar yang disebut Bharatayudha di medan Kurusetra yang berlangsung selama 18 hari
    Terakhir diubah oleh tixoez; 13-07-08 pukul 10:29 AM.

  3. #3
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Kisah Ramayana

    Kisah cinta Rama dengan Shinta yang dibumbui dengan pertarungan Rama melawan Rahwana

  4. #4
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Pandawa

    Pandawa merupakan putra dari Pandu. Jumlah mereka ada 5 yaitu
    Pernikahan Pandu dengan Kunti :
    Yudistira, Bima, Arjuna

    Pernikahan Pandu dengan Madrim :
    Nakula dan Sadewa.

  5. #5
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Kurawa

    Keluarga Kurawa merupakan pernikahan antara Dretarastra dengan Dewi Gandari.Jumlah mereka adalah 100.
    Dari ke 100 orang itu, yang terkenal hanya Duryudana (putra pertama) dan Dursosono (putra ke-2)

  6. #6
    Moderator Kahyangan
    Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2005
    Lokasi
    Sudukpangudaludal
    Posts
    4.380
    Rep Power
    10

    Default

    Wah... sudah langsung menuju Ramayana dan Mahabharata? Enggak lewat wayang Purwa dulu?


    "OM BHUR BHUVAHA SWAHA OM TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGHO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YONAHA PRACHODAYAT
    "


  7. #7
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default

    Quote Originally Posted by Bathara Narada Tampilkan Postingan
    Wah... sudah langsung menuju Ramayana dan Mahabharata? Enggak lewat wayang Purwa dulu?
    lah..
    bingung mas mau mulai dari mananya..
    sak kecekel e..
    mbok yo di rewangi

  8. #8
    Moderator Kahyangan
    Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2005
    Lokasi
    Sudukpangudaludal
    Posts
    4.380
    Rep Power
    10

    Default

    Hmmm... bab wayang dulu si CA tuh yang suka... Banyak postingannya bermutu tinggi tentang wayang yang kemana ya dia sekarang? Sibuk po? opo dah gak sudi ngambah tlatah KL? qiqiqiqiqiqiqiqi...

    Ya nanti tak rewangi dikit dikit kusz....


    "OM BHUR BHUVAHA SWAHA OM TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGHO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YONAHA PRACHODAYAT
    "


  9. #9
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Sejarah Perkembangan Kesenian Wayang 1

    Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa.
    Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. Tentang asal-usul kesenian wayang hingga dewasa ini masih merupakan suatu masalah yang belum terpecahkan secara tuntas. Namun demikian banyak para ahli mulai mencoba menelusuri sejarah perkembangan wayang dan masalah ini ternyata sangat menarik sebagai sumber atau obyek penelitian. Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri. Sektar abad ke 10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.

    Masa berikutnya yaitu pada jaman Jenggala, kegiatan penciptaan wayang semakin berkembang. Semenjak Raja Jenggala Sri Lembuami luhur wafat, maka pemerintahan dipegang oleh puteranya yang bernama Raden Panji Rawisrengga dan bergelar Sri Suryawisesa. Semasa berkuasa Sri Suryawisesa giat menyempurnakan bentuk wayang Purwa. Wayang-wayang hasil ciptaannya dikumpulkan dan disimpan dalam peti yang indah. Sementara itu diciptakan pula pakem ceritera wayang Purwa. Setiap ada upacara penting di istana diselenggarakan pagelaran Wayang Purwa dan Sri Suryawisesa sendiri bertindak sebagal dalangnya.

    Para sanak keluarganya membantu pagelaran dan bertindak sebagai penabuh gamelan. Pada masa itu pagelaran wayang Purwa sudah diiringi dengan gamelan laras slendro. Setelah Sri Suryawisesa wafat, digantikan oleh puteranya yaitu Raden Kudalaleyan yang bergelar Suryaamiluhur. Selama masa pemerintahannya beliau giat pula menyempurnakan Wayang. Gambar-gambar wayang dari daun lontar hasil ciptaan leluhurnya dipindahkan pada kertas dengan tetap mempertahankan bentuk yang ada pada daun lontar. Dengan gambaran wayang yang dilukis pada kertas ini, setiap ada upacara penting di lingkungan kraton diselenggarakan pagelaran wayang.

    Pada jaman Majapahit usaha melukiskan gambaran wayang di atas kertas disempurnakan dengan ditambah bagian-bagian kecil yang digulung menjadi satu. Wayang berbentuk gulungan tersebut, bilamana akan dimainkan maka gulungan harus dibeber. Oleh karena itu wayang jenis ini biasa disebut wayang Beber. Semenjak terciptanya wayang Beber tersebut terlihat pula bahwa lingkup kesenian wayang tidak semata-mata merupakan kesenian Kraton, tetapi malah meluas ke lingkungan diluar istana walaupun sifatnya masih sangat terbatas. Sejak itu masyarakat di luar lingkungan kraton sempat pula ikut menikmati keindahannya. Bilamana pagelaran dilakukan di dalam istana diiringi dengan gamelan laras slendro. Tetapi bilamana pagelaran dilakukan di luar istana, maka iringannya hanya berupa Rebab dan lakonnya pun terbatas pada lakon Murwakala, yaitu lakon khusus untuk upacara ruwatan. Pada masa pemerintahan Raja Brawijaya terakhir, kebetulan sekali dikaruniai seorang putera yang mempunyai keahlian melukis, yaitu Raden Sungging Prabangkara. Bakat puteranya ini dimanfaatkan oleh Raja Brawijaya untuk menyempurkan wujud wayang Beber dengan cat. Pewarnaan dari wayang tersebut disesuaikan dengan wujud serta martabat dari tokoh itu, yaitu misalnya Raja, Kesatria, Pendeta, Dewa, Punakawan dan lain sebagainya. Dengan demikian pada masa akhir Kerajaan Majapahit, keadaan wayang Beber semakin Semarak. Semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit dengan sengkala ; Geni murub siniram jalma ( 1433 / 1511 M ), maka wayang beserta gamelannya diboyong ke Demak. Hal ini terjadi karena Sultan Demak Syah Alam Akbar I sangat menggemari seni kerawitan dan pertunjukan wayang.

    Pada masa itu sementara pengikut agama Islam ada yang beranggapan bahwa gamelan dan wayang adalah kesenian yang haram karena berbau Hindu. Timbulnya perbedaan pandangan antara sikap menyenangi dan mengharamkan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap perkembangan kesenian wayang itu sendiri. Untuk menghilangkan kesan yang serba berbau Hindu dan kesan pemujaan kepada arca, maka timbul gagasan baru untuk menciptakan wayang dalam wujud baru dengan menghilangkan wujud gambaran manusia. Berkat keuletan dan ketrampilan para pengikut Islam yang menggemari kesenian wayang, terutama para Wali, berhasil menciptakan bentuk baru dari Wayang Purwa dengan bahan kulit kerbau yang agak ditipiskan dengan wajah digambarkan miring, ukuran tangan di-buat lebih panjang dari ukuran tangan manusia, sehingga sampai dikaki. Wayang dari kulit kerbauini diberi warna dasar putih yang dibuat dari campuran bahan perekat dan tepung tulang, sedangkan pakaiannya di cat dengan tinta.

    Pada masa itu terjadi perubahan secara besar- besaran diseputar pewayangan. Disamping bentuk wayang baru, dirubah pula tehnik pakelirannya, yaitu dengan mempergunakan sarana kelir / layar, mempergunakan pohon pisang sebagai alat untuk menancapkan wayang, mempergunakan blencong sebagai sarana penerangan, mempergunakan kotak sebagai alat untuk menyimpan wayang. Dan diciptakan pula alat khusus untuk memukul kotak yang disebut cempala. Meskipun demikian dalam pagelaran masih mempergunakan lakon baku dari Serat Ramayana dan Mahabarata, namun disana- sini sudah mulai dimasukkan unsur dakwah, walaupun masih dalam bentuk serba pasemon atau dalam bentuk lambang-lambang. Adapun wayang Beber yang merupakan sumber, dikeluarkan dari pagelaran istana dan masih tetap dipagelarkan di luar lingkungan istana.

    Pada jaman pemerintahan Sultan Syah Alam Akbar III atau Sultan Trenggana, perwujudan wayang kulit semakin semarak. Bentuk-bentuk baku dari wayang mulai diciptakan. Misalnya bentuk mata, diperkenalkan dua macam bentuk liyepan atau gambaran mata yang mirip gabah padi atau mirip orang yang sedang mengantuk. Dan mata telengan yaitu mata wayang yang berbentuk bundar. Penampilan wayang lebih semarak lagi karena diprada dengan cat yang berwarna keemasan.

    Pada jaman itu pula Susuhunan Ratu Tunggal dari Giri, berkenan menciptakan wayang jenis lain yaitu wayang Gedog. Bentuk dasar wayang Gedog bersumber dari wayang Purwa. Perbedaannya dapat dilihat bahwa untuk tokoh laki-laki memakai teken. Lakon pokok adalah empat negara bersaudara, yaitu Jenggala, Mamenang / Kediri, Ngurawan dan Singasari. Menurut pendapat Dr. G.A.J. Hazeu, disebutkan bahwa kata "Gedog" berarti kuda. Dengan demikian pengertian dari Wayang Gedog adalah wayang yang menampilkan ceritera-ceritera Kepahlawanan dari "Kudawanengpati"atau yang lebih terkenal dengan sebutan Panji Kudhawanengpati. Pada pagelaran wayang Gedog diiringi dengan gamelan pelog. Sunan Kudus salah seorang Wali di Jawa menetapkan wayang Gedog hanya dipagelarkan di dalam istana. Berhubung wayang Gedog hanya dipagelarkan di dalam istana, maka Sunan Bonang membuat wayang yang dipersiapkan sebagai tontonan rakyat, yaitu menciptakan wayang Damarwulan . Yang dijadikan lakon pokok adalah ceritera Damarwulan yang berkisar pada peristiwa kemelut kerajaan Majapahit semasa pemerintahan Ratu Ayu Kencana Wungu, akibat pemberontakan Bupati Blambangan yang bernama Minak Jinggo.

  10. #10
    Moderator
    tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez has a spectacular aura about tixoez's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2006
    Posts
    540
    Rep Power
    11

    Default Sejarah Perkembangan Kesenian Wayang 2

    Untuk melengkapi jenis wayang yang sudah ada, Sunan Kudus menciptakan wayang Golek dari kayu. Lakon pakemnya diambil dari wayang Purwa dan diiringi dengan gamelan Slendro, tetapi hanya terdiri dari gong, kenong, ketuk, kendang, kecer dan rebab. Sunan Kalijaga tidak ketinggalan juga, untuk menyemarakkan perkembangan seni pedalangan pada masa itu dengan menciptakan Topeng yang dibuat dari kayu. Pokok ceriteranya diambil dari pakem wayang Gedog yang akhirnya disebut dengan topeng Panji. Bentuk mata dari topeng tersebut dibuat mirip dengan wayang Purwa. Pada masa Kerajaan Mataram diperintah oleh Panembahan Senapati atau Sutawijaya, diadakan perbaikan bentuk wayang Purwa dan wayang Gedog. Wayang ditatah halus dan wayang Gedog dilengkapi dengan keris.
    Disamping itu baik wayang Purwa maupun wayang Gedog diberi bahu dan tangan yang terpisah dan diberi tangkai. Pada masa pemerintahan Sultan Agung Anyakrawati, wayang Beber yang semula dipergunakan untuk sarana upacara ruwatan diganti dengan wayang Purwa dan ternyata berlaku hingga sekarang. Pada masa itu pula diciptakan beberapa tokoh raksasa yang sebelumnya tidak ada, antara lain Buto Cakil. Wajah mirip raksasa, biasa tampil dalam adegan Perang Kembang atau Perang Bambangan.

    Perwujudan Buta Cakil ini merupakan sengkalan yang berbunyi: Tangan Jaksa Satataning Jalma ( 1552 J / 1670 M ). Dalam pagelaran wayang Purwa tokoh Buta Cakil merupakan lambang angkara murka. Bentuk penyempurnaan wayang Purwa oleh Sultan Agung tersebut diakhiri dengan pembuatan tokoh raksasa yang disebut Buta Rambut Geni, yaitu merupakan sengkalan yang berbunyi Urubing Wayang Gumulung Tunggal: ( 1553 J / 1671 M ). Sekitar abad ke 17, Raden Pekik dari Surabaya menciptakan wayang Klitik, yaitu wayang yang dibuat dari kayu pipih, mirip wayang Purwa. Dalam pagelarannya dipergunakan pakem dari ceritera Damarwulan, pelaksanaan pagelaran dilakukan pada siang hari.
    Pada tahun 1731 Sultan Hamangkurat I menciptakan wayang dalam bentuk lain yaitu wayang Wong. Wayang wong adalah wayang yang terdiri dari manusia dengan mempergunakan perangkat atau pakaian yang dibuat mirip dengan pakaian yang ada pada wayang kulit.

    Dalam pagelaran mempergunakan pakem yang berpangkal dari Serat Ramayana dan Serat Mahabarata. Perbedaan wayang Wong dengan wayang Topeng adalah ; pada waktu main, pelaku dari wayang Wong aktif berdialog; sedangkan wayang Topeng dialog para pelakunya dilakukan oleh dalang.
    Pada jaman pemerintahan Sri Hamangkurat IV; beliau dapat warisan Kitab Serat Pustakaraja Madya dan Serat Witaraja dari Raden Ngabehi Ranggawarsito. Isi buku tersebut menceriterakan riwayat Prabu Aji Pamasa atau Prabu Kusumawicitra yang bertahta di negara Mamenang / Kediri.
    Kemudian pindah Kraton di Pengging. Isi kitab ini mengilhami beliau untuk menciptakan wayang baru yang disebut wayang Madya. Ceritera dari Wayang Madya dimulai dari Prabu Parikesit, yaitu tokoh terakhir dari ceritera Mahabarata hingga Kerajaan Jenggala yang dikisahkan dalam ceritera Panji.
    Bentuk wayang Madya, bagian atas mirip dengan wayang Purwa, sedang bagian bawah mirip bentuk wayang gedog. Semasa jaman Revolusi fisik antara tahun 1945 - 1949, usaha untuk mengumandangkan tekad pejuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan berbagai cara.

    Salah satu usaha ialah melalui seni pedalangan. Khusus untuk mempergelarkan ceritera- ceritera perjuangan tersebut, maka diciptakanlah wayang Suluh.
    Wayang Suluh berarti wayang Penerangan, karena kata Suluh berarti pula obor sebagai alat yang biasa dipergunakan untuk menerangi tempat yang gelap. Bentuk wayang Suluh, baik potongannya maupun pakaiannya mirip dengan pakaian orang sehari-hari.
    Bahan dipergunakan untuk membuat wayang Suluh ada yang berasal dari kulit ada pula yang berasal dari kayu pipih. Ada sementara orang berpendapat bahwa wayang suluh pada mulanya lahir di daerah Madiun yang di ciptakan oleh salah seorang pegawai penerangan dan sekaligus sebagai dalangnya. Tidak ada bentuk baku dari wayang Suluh, karena selalu mengikuti perkembangan jaman. Hal ini disebabkan khususnya cara berpakaian masyarakat selalu berubah, terutama para pejabatnya .



    diambil dari : http://www.petra.ac.id/eastjava/culture/wayang.htm

Thread Yang Serupa

  1. Tokoh – tokoh dunia yg meninggal dalam keadaan miskin
    By yosuke_sagara in forum Warung Kopi
    Jawab: 20
    Postingan Terakhir: 20-12-09, 08:36 PM
  2. Tokoh Kartu Kesayangmu apa sih??
    By avatas_naruto in forum Anime, Manga, Kartun dan Komik
    Jawab: 38
    Postingan Terakhir: 02-11-09, 07:25 PM
  3. [serius] SCRAMBLE WORD [TOKOH] .....
    By cah_ayu in forum Tebak-Tebakan
    Jawab: 5
    Postingan Terakhir: 09-02-09, 05:02 PM
  4. [hot] Tokoh dan peristiwa (bersambung ....)
    By cubu x in forum Selebriti Indonesia
    Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 10-08-08, 07:26 PM
  5. tokoh idola lo................(barat-Indo)
    By lucky.no.more in forum Layar Tancep
    Jawab: 29
    Postingan Terakhir: 06-11-06, 02:19 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu