Amerika Serikat akan memonopoli Internet
Aku setuju banget dengan pendapat pak profesor ini, kali AS bener-bener pengen jadi polisi cyber dunia setelah menjadi polisi dunia dengan mengerahkan pasukan militernya.Kerusuhan atau kekacauan yang secara terus menerus di negara-negara Timur tengah pada tahun 2011 merupakan bukti nyata dari betapa kuatnya internet memiliki pengaruh dalam hal urusan dalam negeri suatu negara. Jejaring sosial dan blog merupakan sebuah sarana yang sangat efisien untuk melakukan penyebaran informasi dan pengiriman relawan pengunjuk rasa untuk melakukan demonstrasi, bahkan melakukan sebuah kerusuhan. Para elit politik Amerika dengan cepat bisa mengenali sebuah kesempatan baru ini dan memanfaatkannya.
Pada tanggal 16 Mei 2011, pemerintah AS mengeluarkan sebuah dokumen baru di sebuah situs resmi pemerintah tentang "The US International Strategy for Cyberspace" (Strategi Internasional AS untuk Dunia Cyber). Dokumen tersebut dibuat sebagai panduan diplomasi Amerika untuk membentuk suatu lingkungan yang ramah antara AS dengan Media Global menggunakan teknologi cyber. Yang intinya adalah dokumen tersebut berisi kebijakan dari Washington untuk melakukan intervensi terhadap media, dan menitikberatkan internet sebagai komponen utama untuk membentuk persepsi di seluruh dunia dan memanipulasi opini publik secara global.
Menteri Luar negari AS, Hillary Clinton dalam pidatonya di depan publik pada tanggal 18 Mei 2011 mengatakan : "Kebebasan Internet adalah prioritas penting bagi kami. Kami ingin memastikan perlindungan yang lebih baik untuk privasi melalui upaya bersama, dan mengamankan kebebasan dalam berekspresi, berserikat dan berkumpul di mana-mana, termasuk online"
Selain itu, Hillary Clinton juga menekankan mengenai prioritas ini sebagai kewajiban dari kebijakan luar negeri yang baru untuk Departemen Luar Negeri AS.
Untuk itu, Kantor khusus Cybersecurity telah dibentuk di dalam Staf Keamanan Nasional AS yang dipimpin oleh seorang Koordinator Cybersecurity khusus yang ditunjuk, mantan NSS resmi Chris Painter.
Doktrin baru ini telah diuji di Moskow Desember lalu, ketika jaringan sosial,Facebook yang kantor pusatnya di AS telah aktif dipekerjakan sementara untuk memanggil pembangkang Rusia yang ingin melakukan aksi unjuk rasa setelah pemilihan umum parlemen. Jadi yang disebut dengan "Tim Facebook" ini difungsikan untuk mendukung para oposan menentang pemerintahan di kota-kota Rusia. Hal yang seperti ini tidak berarti bahwa jejaring sosial dijadikan sarana utama dalam mengatur dan mengumumkan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh para demonstran yang mungkin jumlahnya puluhan ribu orang. Sangat kebetulan sekali sekitar 70 persennya dari mereka sudah tergabung sebagai pengguna Facebook.
Hal ini sangat memungkinkan sekali dikarenakan teknologi internet ini awalnya memang diciptakan dan dikembangkan di Amerika Serikat. Pertama kali internet dikembangkan untuk ARPANET(Advanced Research Projects Agency Network) yang dikembangkan oleh departemen Defense’s Advanced Research Projects Agency (DARPA). Namun lucunya adalah fasilitas teknis yang menjalankan Internet ini seharusnya berlokasi di AS tapi sekarang ini tidak hanya berada di wilayah Amerika dan sebenarnya internet tetap berada di bawah pengawasan badan pemerintah AS. Yang pada akhirnya banyak yang sangat keberatan untuk menyerahkan wewenang ini kepada otoritas lain, meskipun sudah banyak proposal untuk melakukan transfer kontrol Internet untuk PBB, dan diajukan pada pertemuan internasional oleh sejumlah negara termasuk Rusia.
Strategi Internasional AS untuk Cyberspace berisi pernyataan-pernyataan yang berpotensi merusak, yaitu menjadi kewajiban Amerika untuk mendapatkan kebebasan terhadap internet dengan menciptakan dan memelihara serta dapat dipertanggungjawabkan, aman dan sebuah sistem yang aman akan menjamin kebebasan berekspresi dan berserikat" untuk sebuah gerakan oposisi di suatu negara tertentu.
Dalam bahasa sederhananya, hal ini merupakan sebuah awal permulaan pembuatan sistem internet dimana setiap pemerintahan negara juga akan dibatasi, kecuali Amerika Serikat. Hal ini yang menjadi pertimbangan tentang pengguna internet di seluruh dunia yang akan diarahkan mengakses ke "shadownet"(koneksi internet yang diawasi) melalui perusahaan penyedia internet, sehingga sesuatu yang tidak diinginkan bisa terdeteksi karena adanya pertukaran data antara pengguna dengan pihak Washington. The "shadownet" ini nantinya akan menjadi cikal bakal sebuah rencana strategis Amerika Serikat 'untuk menguasai dunia maya dan telekomunikasi negara lain di seluruh dunia.
Selain itu, pemerintah AS akan membuat sebuah "daftar hitam" dimana berisi negara-negara yang diduga membatasi akses internet bagi warga mereka, dan kemudian melarang perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang melakukan kerjasama dengan pemerintahan tersebut. Hal Seperti ini hanya salah satu usulan yang diajukan dalam RUU tersebut yang berjudul Promoting Global Internet Freedom (Mempromosikan Kebebasan Internet Global), yang saat ini sedang diperdebatkan di Kongres AS. Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan keprihatinannya terhadap rancangan undang-undang ini dan mengecam sebagai tindakan "tidak demokratis." Dengan mendukung kebebasan yang tak dikendalikan dalam Worldwide Web, pada dasarnya AS menunjuk dirinya sendiri sebagai seorang hakim global, dan menyangkal hak pemerintah negara lain untuk hukum nasional kedaulatan mereka di dunia maya.
Untuk mengatasi implikasi dari RUU Amerika, Rusia, Cina, Tajikistan dan Uzbekistan telah bersama-sama mendekati Majelis Umum PBB dengan resolusi rancangan berjudul Aturan Perilaku untuk Memastikan Keamanan Cyber Internasional (Rules of Conduct for Ensuring International Cybersecurity). Nantinya akan menyediakan aturan-aturan untuk menghormati kedaulatan negara, integritas wilayah dan kemerdekaan politik semua bangsa, serta membentuk mekanisme multilateral, transparan dan demokratis dalam mengelola Internet.
Inisiatif-inisiatif seperti apapun nantinya akan tetap diblokir oleh delegasi AS.
Saya yakin nantinya Rusia akan mengambil langkah-langkah politik dan diplomatik yang lebih bijaksana untuk melindungi kedaulatan negara-negara di dunia maya dari intervensi Amerika Serikat.
Diterjemahkan dari tulisannya Profesor Igor Panarin, Doctor of Political Sciences
![]()
*Kalo bingung baca, maklumin aja yah soalnya baru baru bisa terjemahin bahasa Rusia... eh maksudnya bahasa Inggris



Menjawab Disertai Quote

You'll Never Be Lonely If You Learn To BeFriend Yourself... 



Bookmarks