Naik Commuter Line, Dahlan Kritik Waktu Tunggu yang Terlalu Lama
Tiba di Stasiun Bogor, Dahlan Iskan Racik Soto untuk SarapanMenteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan melontarkan kritik setelah naik KRL Commuter Line ke Istana Bogor. Dahlan berpendapat, waktu tunggu commuter line terlalu lama.
"Kalau dari Bogor mau ke Tanahabang itu kan pindahnya di Manggarai. Nah itu waktu tunggunya untuk kereta ke Tanahabang itu 25 menit. Itu terlalu lama saya kira," kata Dahlan kepada wartawan di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Kamis (23/12/2011).
Menurut Dahlan, waktu tunggu yang relatif lama tersebut membuat kereta penuh. Ia berharap hal tersebut ke depan bisa teratasi. "Kan penuh jadinya kereta harus menumpuk penumpang," ujar Dahlan.
Dahlan juga gemes sekaligus jatuh kasihan dengan penumpang yang naik di atas gerbong. "Ke depan, ini perlu dipikirkan," kata Dahlan.
Namun terkait pelaksanaan loop line, Dahlan menilai masyarakat pengguna KRL kini sudah terbiasa. "Sudah mulai terbiasa, tidak lagi ribet. Mungkin dulu karena baru diterapkan jadi masih banyak yang bingung tapi sekarang seperti sudah mengerti," papar Dahlan.
Kereta Commuter Line bertarif Rp 6.000 yang membawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tiba di Stasiun Bogor pukul 08.25 WIB. Begitu keluar dari perlintasan peron, Dahlan langsung menjajaki warung-warung untuk mencari sarapan.
"Kita makan dulu, kita sarapan," ajak Dahlan kepada wartawan yang mengikuti perjalanannya sejak dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2011).
Dahlan mengaku sangat gemar soto ini.
"Iya saya suka. Kalau tiap ke Bogor saya selalu makan soto kuning," katanya.
"Sini Pak, biar saya bantu, Bapak kerjain yang lain aja," kata Dahlan kepada pria pemilik Kantin Sederhana.
Saat itu warung memang dalam keadaan sepi. Hanya ada satu ibu yang begitu cerianya melihat sosok Dahlan. Wanita paruh baya itu bersalaman dan meminta foto bersama.
Dahlan tak canggung saat memegang pisau. Karena menurutnya dia sudah terbiasa memasak sejak ditinggal ibunya pada usia 6 tahun.
"Ibu saya meninggal saat saya umur 6 tahun, jadi saya terbiasa masak sejak kecil," cerita mantan Dirut PLN ini sambil melanjutkan kegiatan memotong daging.
Tak hanya memotong daging-daging itu, Dahlan juga meracik sendiri soto yang akan dinikmatinya. Setelah racikan soto jadi, Dahlan menyantapnya dengan lahap sambil sesekali meneguk air mineral.
"Sotonya enak, Pak!" seru Dahlan kepada si pedagang.
"Terima kasih, Pak," jawab pedagang.
Meski hanya memesan nasi setengah, Dahlan ternyata sangat ketagihan dengan soto kuning itu. Dia sampai nambah dua kali.
"Karena saya ambil sendiri, harganya nanti dibedakan saja ya," canda Dahlan.
"Oh iya Pak," sahut pria setengah baya itu sembari tersenyum.
Sekitar pukul 08.50 WIB Dahlan selesai menikmati soto karyanya sendiri. Dia pun bergegas menuju Istana Bogor untuk mengikuti rapat kabinet yang dipimpin Presiden SBY.
Dahlan Iskan: Keasyikan Makan Soto, Saya Hampir Telat Ikut Rapat
"Iya tadi keasyikan makan soto, jadi hampir telat. Tapi, untung tidak telat. Begitu saya masuk, rapat langsung dimulai," kata Dahlan kepada wartawan di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Kamis (23/12/2011).
Menurut Dahlan, soto kuning khas Bogor rasanya enak. "Dan memang enak ternyata. Pas lihat jam sudah tinggal 10 menit, langsung saya ngojek ke Istana," cerita Dahlan.
Dahlan menggunakan ojek dari Stasiun Bogor menuju Istana Bogor. "Stasiun itu kan ruwet karena banyak yang jualan. Tadi nyari mobil juga susah. Sudahlah akhirnya saya ngojek saja dan ternyata benar, kalau tidak ngojek mungkin saya telat," kata Dahlan.
Takut Terlambat, Dahlan Iskan Naik Ojek ke Istana Bogor
Dari Stasiun ke Istana Bogor, Dahlan Iskan Bayar Ojek Rp 150 Ribu
Mengantar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, memberi rezeki tersendiri bagi tukang ojek, Yana. Ia dibayar Dahlan Rp 150 ribu untuk jarak dekat dari Stasiun Bogor menuju Istana Bogor.
Jarak tempuh Stasiun Bogor ke Istana Bogor, Jawa Barat, diperkirakan hanya 300 meter. Biasanya para tukang ojek mematok tarif Rp 10 ribu. Tarif itu masih bisa ditawar lebih rendah.
Sang menteri memilih menumpang ojek ke Istana Bogor agar tidak terlambat mengikuti retreat atau rapat kerja pemerintah di Ruang Garuda, Gedung Induk, Istana Bogor, Jumat (23/12/2011).
Setiba di Istana Bogor, Dahlan lalu membayar si tukang ojek.
"Katanya pas naik pertama dibayar Rp 50 ribu. Pas sampai Istana, dikasih lagi Rp 100 ribu," kata Cecep, teman Yana yang mengantar Dahlan.
Cecep mengatakan, Yana langsung pulang ke rumah setelah mengantar Dahlan. "Sudah pulang, habis ngantar langsung pulang," ujar Cecep.
Kehadiran Dahlan menjadi buah bibir di kalangan tukang ojek. Mereka tidak menyangka ada menteri yang tak sungkan naik ojek.
"Banyak yang nggak percaya kalau itu (Dahlan) menteri. Naik keretanya biasa gitu, kirain bukan menteri," ujar Cecep.
Usai Sidang Kabinet di Bogor, Dahlan Iskan Naik KRL Lagi
Sumber:detiknews.comTak hanya saat berangkat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga akan menumpang angkutan massal Commuter Line usai menghadiri sidang kabinet di Istana Bogor.
"Dengan kereta," ujar Dahlan dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (23/12/2011). Dahlan menjawab pertanyaan apakah dirinya akan menumpang kereta lagi saat pulang dari Istana Bogor.
Jumat pagi, Dahlan Iskan, menggunakan KRL bertarif Rp 6.000 untuk melaju ke Istana Bogor guna menghadiri rapat kabinet. Dahlan juga ingin tahu sejauh mana perubahan yang sudah dilakukan oleh PT KAI.
Dahlan tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 06.45 WIB. Usai membeli tiket, layaknya penumpang biasa, Dahlan memilih ngider di sekitar lokasi.
Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu sudah pernah diam-diam naik KRL sendirian. Tujuannya, untuk melihat pelayanan dan operasional BUMN transportasi tersebut.
Waktu itu, Dahlan sudah berkeliling naik KRL mulai dari Stasiun Djuanda hingga Stasiun Sudirman. Bahkan Dahlan sempat ingin naik di atas gerbong.
Setelah mencoba moda transportasi massal itu, Dahlan mengaku kaget akan kepadatan penumpang di tiap gerbongnya sehingga tidak perlu berpegangan sudah bisa berdiri.
Celotehan lucu seorang Dahlan Iskan yang tidak tercatat oleh Detik saat perjalanan ini
Spoiler for celotehan lucu:
Perjalanan Dahlan Iskan seperti yang sudah dilakukannya ini tentunya tak hanya sekedar sebuah perjalanan biasa akan tetapi sebuah inspeksi mendadak (SIDAK) dari salah satu perusahaan negara yang bernama PT KAI.
Bagaimana dengan perjalanan Dahlan Iskan naik ojek dan makan makanan khas Bogor Soto Kuning ?
Apakah ada maksud dan tujuan yang ingin dikaji oleh Dahlan Iskan?






petugas KAI sembarangan berani melarang-larang
Menjawab Disertai Quote






Bookmarks