Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Amuk Keluarga Pasien Itu Teguran bagi RSUZA

+ Reply to Thread
Menampilkan 1 s/d 3 dari 3
  1. #1
    Gubernur kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2011
    Lokasi
    di atas bumi, di bawah langit
    Posts
    6.782
    Rep Power
    20

    Default Amuk Keluarga Pasien Itu Teguran bagi RSUZA

    Seorang keluarga pasien mengamuk di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu (7/9) pagi. Ia bahkan sempat mengeluarkan pistol untuk menembak dokter. Pelaku disebut-sebut kecewa karena orangtuanya lambat dioperasi sehingga nyawanya tak tertolong.

    Pria yang mengaku bernama Fadil bersama enam rekannya langsung mengamuk sambil menyerang dr Rozi Fadhori. Para perawat yang berusaha melerai malah dipukul hingga berdarah-darah. Sambil memukul si perawat, pelaku mengeluarkan pistol mengancam tembak Dokter Rozi yang ternyata sudah sempat melarikan diri.

    Beberapa saat setelah itu, polisi datang dan mengamankan pelaku ke ruang IGD. Sedangkan Dokter Rozi Fadhori bersama dua perawat, melaporkan secara resmi kasus pemukulan dan pengancaman tembak itu ke Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh. Motif pemukulan itu sudah jelas bahwa sang pelaku kecewa karena buruknya layanan pihak RSUZA hingga nyawa orangtuanya tak tertolong.

    Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh meminta Direktur RSUZA benar-benar mengawal kasus ini. Begitu juga kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas, jika tidak maka tak ada jaminan keselamatan terhadap dokter yang bertugas melayani pasien. “Kami dari IDI juga akan mengawal khusus kasus ini, bahkan menggelar rapat, termasuk kemudian nanti mempublikasikan ke media massa,” demikian Ketua IDI Aceh.

    Dokter Rozi dan dua perawat yang kena pukul itu sesungguhnya hanya tumbal dari sekian banyak kemarahan masyarakat, terutama keluarga pasien atas buruknya layanan pihak RSUZA selama ini. Temuan paling mutakhir adalah ketika inspeksi mendadak ke RSUZA usai Idul Fitri pekan lalu, Wagub Muhammad mendapat laporan tentang adanya sejumlah pasien JKA yang dipungut biaya di RS itu.

    Makanya, boleh saja keluarga pasien tadi menjadi tersalah karena memukul dokter dan perawat. Tapi, pihak RSUZA juga harus tahu diri bahwa selama ini sangat sering mengecewakan masyarakat. Kasus keluarga pasien marah-marah kepada dokter dan perawat bukan sekali ini saja terjadi. Tapi, coba amati saja di ruang IGD, hampir setiap hari ada keluarga yang pasien marah karena lambannya penanganan terhadap orang sakit.

    Dokter Kartono Mohamad, mantan Ketua Umum IDI Pusat dalam satu kesempata pernah mengatakan, “Berapa besar kesalahan medik terjadi dalam sebuah rumah sakit akan sulit diketahui karena kecenderungan dokter untuk mengelak jika dinyatakan ada kesalahan.”

    Oleh sebab itulah, menurut Kartono, di negara-negara maju sudah dibentuk tim atau komisi independen pemantau pelayanan medik di setiap rumah sakit. Dengan demikian, dokter yang bertindak salah akan langsung ketahuan tanpa bisa mengelak seperti selama ini di Indonesia. Nah?
    Polisi: Fadil Itu Bripda Mulya

    BANDA ACEH - Pria yang memukul perawat dan dokter, bahkan mengeluarkan pistol di Ruang High Care Unit (HCU) RSUZA Banda Aceh, Rabu (7/9) pagi ternyata anggota Polri berpangkat Bripda. “Bukan Fadil namanya, tetapi Mulya. Dia anggota polisi berpangkat Bripda,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Armensyah Thay kepada Serambi, Kamis (8/9) siang.

    Pernyataan resmi dari Kapolresta Banda Aceh ternyata berbeda dengan kesaksian perawat (korban) yang mendengarkan langsung pengakuan pelaku ketika mengamuk pagi itu.

    Menurut pihak korban, ketika mengamuk sambil memukul dokter dan perawat, pelaku mengeluarkan pistol. Dengan nada menahan amarah, pelaku meminta seorang parawat (korban) bernama Hamdardi mencatat namanya. “Namaku Fadil, kau catat itu,” kata seorang korban ketika membuat pengaduan ke polisi. Hamdardi tak tahu persis jenis pistol yang digunakan pelaku, tetapi diperkirakan FN.

    Kapolresta Banda Aceh ketika dimintai konfirmasinya mengatakan tak punya kapasitas menyebutkan tempat tugas Bripda Mulya, karena kewenangan untuk itu ada pada Propam Polda Aceh.

    Tapi, intinya, kata Armensyah, pelaku merupakan anggota Polri yang diketahui setelah dilakukan penelusuran pascalaporan dari seorang dokter serta dua perawat RSUZA yang melaporkan kasus itu ke Polresta beberapa saat setelah kejadian.

    Kapolresta Banda Aceh juga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa menarik kesimpulan bagaimana sebenarnya kasus itu terjadi. Menurut Armensyah Thay, ada satu versi informasi menyebutkan yang bersangkutan belum mengeluarkan senjata tapi baru sekadar ingin mencabutnya, sedangkan satu versi lain menjelaskan bahwa pelaku telah menodongkan senjatanya dan mengancam tembak.

    “Kalau menurut laporan dokter serta dua perawat RSUZA yang mengadukan hal itu, jelas menyebutkan senjata telah ditarik dan sempat ditodongkan pada perawat karena dokternya langsung menyelamatkan diri. Namun di sisi lain penyidik kan perlu mendapatkan keterangan dari pelaku. Tetapi sampai hari ini (Kamis), Bripda Mulya belum diperiksa karena yang bersangkutan masih dalam keadaan berduka,” kata Kapolresta Banda Aceh.

    Curhat ke Kapolda
    Pada Kamis kemarin, Direktur RSUZA dr Taufik Mahdi, Kadis Kesehatan Aceh dr M Yani, dan Pengurus Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Aceh menemui Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan. Bersama mereka juga ikut dr Rozi Fadhori serta perawat Hamdardi.

    Para petinggi di jajaran kesehatan tersebut curhat mengenai kasus penganiayaan dan pengancaman tembak oleh oknum polisi terhadap dokter dan perawat di Ruang HCU RSUZA, Rabu (7/9).

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, dr Fachrul Jamal kepada Serambi menyebutkan, tujuan ke Kapolda Aceh untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap dokter dan perawat bukan yang pertama terjadi, tetapi sudah sering. “Kami merasa perlu melaporkan kondisi ini ke Kapolda, dengan harapan anggota di lapangan bisa mengubah sikap arogansi itu,” kata Fachrul Jamal seusai pertemuan dengan Kapolda Aceh.

    Kecaman
    Kecaman atas terjadinya kasus kekerasan terhadap perawat dan dokter RSUZA muncul dari berbagai kalangan. Lembaga perhimpunan dokter dan perawat tingkat Aceh dan Kota Banda Aceh menyatakan prihatin dan sangat menyesalkan terjadinya insiden itu.

    Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Aceh, dr Rais Husni Mubarak dalam pernyataan sikap yang ditembuskan ke Direktur RSUZA dan Ketua IDI Aceh, menyampaikan sembilan poin menanggapi kasus itu.

    Menurutnya, benar seorang pasien tidak bisa dioperasi terburu-buru, jika kondisinya masih sangat buruk, seperti pendarahan di kepala yang dialami pasien Kartini Abdullah (ibunda dari Bripda Mulya), Jika langsung dioperasi, maka risikonya pasien bisa meninggal operasi sehingga dokter yang salah.

    “Namun begitu, benar atau tidak seseorang haruslah bisa dibuktikan secara hukum di depan majelis hakim. Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan arogansi dan pengancaman terhadap hak hidup seseorang,” tulis Rais dalam salah satu poin pernyataan sikap PDUI Aceh.

    Kecaman serupa serta meminta polisi mengusut tuntas kasus itu juga disampaikan Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banda Aceh, Agussalim SKM MKes, Koordinator Profesi Kesehatan Banda Aceh, Junawardi SKM, dan Ketua Aceh Federation Public Health (AFPH), Mulyadi SKM.(mir/sal)
    [QUOTE]
    Kapolda Minta Waktu

    KAPOLDA Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan merespons positif laporan yang disampaikan sejumlah petinggi di jajaran kesehatan yang ‘curhat’ kepadanya terkait kasus kekerasan di RSUZA, Rabu (7/9) pagi.

    “Beliau langsung menghubungi Kapolresta Banda Aceh memerintahkan kasus ini diusut tuntas,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, dr Fachrul Jamal yang ikut dalam rombongan ‘curhat’ ke Kapolda Aceh, Kamis (8/9).

    Menurut Fachrul Jamal, selain memerintahkan Kapolresta Banda Aceh mengusut tuntas kasus tersebut, Kapolda juga menghubungi Kapolres Aceh Besar menanyakan identitas pelaku.

    Ternyata, sebagaimana dikutip Fachrul Jamal, pria yang mengaku bernama Fadil saat mengamuk di RSUZA tersebut adalah Bripda Mulya. “Pak Kapolda minta maaf atas sikap pria yang mengaku Fadil tersebut. Ia bertugas di jajaran Polres Aceh Besar. Namun beliau meminta agar diberi waktu dulu kepada anggotanya itu karena sedang berkabung atas meninggal orang tuanya,” kata Fachrul Jamal mengutip harapan Kapolda Aceh.

    Masih menurut keterangan Ketua IDI Aceh, saat pertemuan mereka dengan Kapolda Aceh, juga hadir Kabid Propam Polda. Kapolda juga memerintahkan Kabid Propam untuk lebih intensif membina personel agar tak bersikap arogan. “Tapi bertugas dengan baik memberi pelayanan, apalagi terhadap dokter yang sama-sama melayani kepentingan masyarakat,” pesan Kapolda Aceh sebagaimana dikutip Fachrul.

    Kapolda juga mengakui masih ada anggota Polri di Aceh bersikap arogan. Padahal berbagai pembinaan telah diberikan. Setiap polisi Aceh diimbau bersikap islami, bahkan para polisi “nakal” dibina kembali di SPN Seulawah. Juga tak sedikit yang dipecat karena terlibat tindak kejahatan.(sal)

    [/QOUTE]
    Terakhir diubah oleh kopraljono; 09-09-11 pukul 12:05 PM.
    Spoiler for kopraljono in action:


  2. #2
    Walikota 5l1m3 Kn1ght will become famous soon enough 5l1m3 Kn1ght will become famous soon enough 5l1m3 Kn1ght's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jul 2011
    Lokasi
    Fictitious Line
    Posts
    1.233
    Rep Power
    6

    Default

    Deket dari rumah lu tah Jon, itu RSUZA ?

  3. #3
    Gubernur kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2011
    Lokasi
    di atas bumi, di bawah langit
    Posts
    6.782
    Rep Power
    20

    Default

    Quote Originally Posted by Slime Knight Tampilkan Postingan
    Deket dari rumah lu tah Jon, itu RSUZA ?
    gak terlalu jauh seh,

    krn sejak habis tsunami banyak jalan pintas ke suatu lokasi

    tapi kejadian itu udah dilaporan koq, sempat geger juga tuh rumkit
    Spoiler for kopraljono in action:


Thread Yang Serupa

  1. Ketinggalan Dulu, Inter Amuk Genoa
    By apitah in forum Bola
    Jawab: 1
    Postingan Terakhir: 07-03-11, 10:11 AM
  2. Teguran Batu
    By Black_Dark in forum Sup Ayam
    Jawab: 11
    Postingan Terakhir: 23-06-10, 07:37 PM
  3. Jawab: 12
    Postingan Terakhir: 29-04-10, 03:44 PM
  4. Jawab: 73
    Postingan Terakhir: 27-02-10, 09:34 PM
  5. Jawab: 3
    Postingan Terakhir: 15-02-10, 02:49 PM

Add More Tags

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu