Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
[Fakta] Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 2 1 2 TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 20
  1. #1
    Sayap Kanan KL evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    In the middle of finger
    Posts
    2.480
    Twitter
    @
    Rep Power
    10

    Default [Fakta] Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus



    [Fakta] Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus

    Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.
    Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.

    Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.
    Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.

    ''Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,'' tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
    Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

    Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.

    Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

    Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

    Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.

    Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

    Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.

    Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

    Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.

    Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah

    Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?


    Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

    Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

    Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

    Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.

    Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

    Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

    Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

    Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

    Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

    Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid.

    Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

    Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.

    Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

    Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

    Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.

    Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

  2. #2
    Sayap Kanan KL evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    In the middle of finger
    Posts
    2.480
    Twitter
    @
    Rep Power
    10

    Default

    Pengaruh Islam di Benua Amerika

    Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut. Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.

    Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?

    Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

    Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.

    Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba - masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).

    Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.

    Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.

    Fakta Eksistensi Islam di Amerika

    Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.

    Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.

    Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona - kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.

    Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.

    Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika.

    Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

    Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.

    Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.

    Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.

    Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

    Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

    Kode:
    sumber : http://www.kumpulberita.com/2011/06/fakta-penjelajah-muslim-lebih-dulu.html#########

  3. #3
    Lurah kloworRanger is on a distinguished road kloworRanger's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    graziosa borneo
    Posts
    125
    Rep Power
    3

    Default

    keknya evolym salah satu warga yg konsisten dgn postingan berkualitas..


    tulisan ni jadi pelengkap tulisan yang ada sebelumnya :





    oia kalo liat avatar mu jd ingat smilie ini
    Terakhir diubah oleh kloworRanger; 03-07-11 pukul 11:31 PM.
    Spoiler for angon bebek:



  4. #4
    Penjaga Kuburan (。◕‿‿◕。) Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy has a reputation beyond repute Black_Fairy's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2008
    Lokasi
    Institut Alam Ghaib...
    Posts
    9.720
    Twitter
    @
    Rep Power
    37

    Default

    Quote Originally Posted by kloworRanger Tampilkan Postingan
    keknya evolym salah satu warga yg konsisten dgn postingan berkualitas..


    tulisan ni jadi pelengkap tulisan yang ada sebelumnya :

    Spoiler for previous:
    ]http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=104863




    oia kalo liat avatar mu jd ingat smilie ini
    link-nya kok nggak bisa di klik?

  5. #5
    Lurah kloworRanger is on a distinguished road kloworRanger's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    graziosa borneo
    Posts
    125
    Rep Power
    3

    Default

    Quote Originally Posted by Black_Fairy Tampilkan Postingan
    link-nya kok nggak bisa di klik?

    iya mbak, td barusan ud tak edit bisa kok.. tks koreksi nya..
    Spoiler for angon bebek:



  6. #6
    Walikota Anak Pekalongan will become famous soon enough Anak Pekalongan will become famous soon enough Anak Pekalongan's Avatar
    Tanggal Gabung
    Dec 2010
    Lokasi
    ujung tombak yg tak tajam
    Posts
    1.300
    Twitter
    @
    Rep Power
    6

    Default

    capek" baca ternyata anu,,,

    Spoiler for maap ye,,:


    serem,,,

  7. #7
    Moderator Kahyangan
    Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2005
    Lokasi
    Sudukpangudaludal
    Posts
    4.380
    Rep Power
    10

    Default

    Maaf, tapi menurut saya berita ini adalah HOAX.... Tidak ada bukti bahwa Dunia Arab memiliki teknologi kapal yang memadai untuk mengarungi samudra. Bangsa Arab bukan bangsa Bahari. Lagipula kapal mereka akan terbuat dari apa? Pohon Kurma?


    "OM BHUR BHUVAHA SWAHA OM TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGHO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YONAHA PRACHODAYAT
    "


  8. #8
    Sayap Kanan KL evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    In the middle of finger
    Posts
    2.480
    Twitter
    @
    Rep Power
    10

    Default

    Quote Originally Posted by Anak Pekalongan Tampilkan Postingan
    capek" baca ternyata anu,,,

    Spoiler for maap ye,,:
    repost maap.. ane searching yang ada artikel mirip.. maaf kalo luput

    Quote Originally Posted by Bathara Narada Tampilkan Postingan
    Maaf, tapi menurut saya berita ini adalah HOAX.... Tidak ada bukti bahwa Dunia Arab memiliki teknologi kapal yang memadai untuk mengarungi samudra. Bangsa Arab bukan bangsa Bahari. Lagipula kapal mereka akan terbuat dari apa? Pohon Kurma?
    ane sebenernya masih belom 100% percaya berita ini. Ane masih cari cari berita lainnya. pas gugling ane malah nemu artikel tentang pelaut.

    Spoiler for ini:

    Data dan Fakta Pembantah Penemuan Columbus
    Mengapa kesalahan tentang penemuan Columbus perlu diketahui? Bukankah hal itu sudah berlalu dan menancap pada pikiran dunia bahwa memang dialah penemunya?. Dalam buku Nuzhatul Musytaq karya Al-Idrisi diceritakan bahwa pada abad kesembilan masehi ada delapan orang pemuda Arab yang tinggal di Lisabon Portugal bersumpah untuk mengarungi samudera luas, lima abad sebelum Columbus berlayar ke Amerika. Pemuda itu telah berazam (berkeinginan kuat) untuk mengarungi samudera raya, maka dipersiapkanlah perbekalan dan perlengkapan. Mereka tercatat telah melanglang buana selama tigapuluh lima tahun. Sampailah mereka di pelabuhan sebuah pantai di perairan Meksiko (negeri antara Amerika Utara dan Amerika Selatan) dan mereka tinggal di sana disambut oleh penduduk pribumi dengan penuh kegembiraan dan antusias. Setelaah pulang, merekapun menceritakan segala pengalama mereka; apa-apa yang telah mereka lihat, mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan sampai kejadian-kejadian lainnya. Cerita dalam buku Al-Idrisi ini telah dijadikan rujukan oleh para ahli di bidang geografi zaman sekarang.


    Bahkan menurut Danzak bahwa para pelaut Arab Islam telah mengarungi samudera hingga pulau Mereda (Wilayah Portugal yang ada di samudera Atlantik), Barmuda (Wilayah Inggris yang berada di samudera Atlantik). Antiles (Wilayah Amerika tengah ditepi pantai samudera Atlantik). Dalam buku Masalikula Abshar dan Shubhul A’sya karya Al-Qalqasyandi dikatakan bahwa orang Arab Islam di Afrika Barat telah mengadakan eksplorasi di atas lautan kira-kira pada abad delapan Masehi, yaitu pada masa Pemerintahan Raja Ghana. Wilayah ini pernah pula dikuasai oleh kekhalifahan Islam yaitu pada masa al-Murabitin pada tahun 1077 Masehi. Raja Ghana tersebut telah memerintahkan sebuah eksplorasi ke samudera luas hingga batas pantai yang paling jauh. Setelah pasukan yang ditugaskannya kembali dan melaporkan beberapa hasil eksplorasi mereka, Raja Ghana merasa kurang puas dan mencoba mengadakan pelayaran sendiri dengan perbekalan dan persiapan yang lebih matang. Akan tetapi hasil laporannya yang terakhir ini tidak ada sama sekali beritanya.


    Lain lagi dengan pendapat Marry Kremly, seorang ahli Bahasa yang telah mengadakan penelitian dan penyelidikan tentang kebudayaan Arab dan Meksiko. Setelah diteliti dengan menggunakan Vocabulary (kosakata) dengan metode perbandingan, ternyata memiliki banyak kesamaan antara keduanya, terutama dengan nama-nama binatang dan burung-burung. Dengan dalih itulah ia yakin bahwa antara Arab dan Meksiko pernah ada jalinan hubungan yang kuat. Dalam sebuah seminar sejarah di Aula Raja Faishal II di Baghdad, Kremly mengatakan lebih jauh, bahwa para Pelaut Arab Islam telah mengadakan pelayaran hingga tepi perairan benua Amerika, tepatnya di pantai laut Mache, penghubung antara laut utara dan samudera Atlantik. Orang Arab selalu banyak meninggalkan kebudayaan-kebudayaan mereka kepada daerah-daerah yang telah mereka kunjungi. Dalih ini membuktikan bahwa benua Amerika bukan ditemukan abad lima belas sebagai yang diklaim oleh Columbus.


    Geoffroy, seorang etnolog Amerika, ketika membahas asal usul keturunan bangsa Amerika dan hubungannya dengan bangsa-bangsa kuno di Amerika, mengatakan sebagai berikut: “ Bangsa Arab telah sampai ke Amerika dan telah menjalin hubungan yang kuat dengan penduduk setempat lima abad sebelum Columbus, mendatangi Amerika “. Bukti yang menguatkannya adalah adanya nama sebuah jenis tumbuh-tumbuhan di Amerika yang bernama “ Adzrah “ yang ternyata telah tersebar di dunia Islam saat itu. Selain itu telah ditemukan juga fosil bangsa Semit di tepi perairan Bukrandi.


    Selain hal-hal yang dikemukakan diatas masih banyak lagi yang ditemukan sebagai bukti bahwa bangsa Arab Islam telah dahulu dating ke Amerika baik utara, tengah, maupun selatan. Di antaranya adalah: bentuk-bentuk budaya kuno yang ada di Amerika, bahasa penduduk setempat, dll. Dalam buku “ Afrika waktisyafi Amerika “ yang terdiri dari tiga jilid dikemukakan tentang penyelidikan secara mendalam pada dua puluh enam bahasa di dunia, diantaranya adalah bahasa Indian. Dalam buku karya Prof. DR. Leonard, Guru besar Harvard University, itu dikatakan bahwa: “ Bahasa Arab telah banyak mempengaruhi kepada bahasa Indian, diperkirakan pengaruh tersebut terjadi pada abad ketiga belas Masehi.


    Lain lagi dengan penelitian yang diadakan oleh kepala Museum Brazilia pada abad kesembilan belas di dekat kota Rio De Janeiro, ibu kota Bazilia dulu, hasilnya, disana ditemukan tulisan Arab kuno atau tulisan Finiqie. Majalah “ Al-Alamul Yaum “ edisi Februari 1926 Masehi menyebutkan bahwa suku Aztec dan Mayas, dua suku kuno yang memiliki “ kebudayaan tinggi “ di Meksiko. Dikatakan bahwa keduanya memiliki kemiripan kebudayaan dengan Arab Islam. Dan konon kedua suku tersebut pernah hidup di bawah kekuasaan Arab Islam yaitu sekitar abad pertengahan dua belas.


    Majalah New York Times bulan April 1961, memuat artikel karangan DR. Holanley yang pernah disampaikan pada dies natalis ke 171 Universitas Pennsylvania (Negara bagian sebelah timur Philadelphia, Amerika). Artikel itu mengatakan bahwa bangsa Arab telah berlayar ke samudera Atlantik, dua atau tiga abad sebelum Columbus dating ke Amerika. Menguak artikel tersebut adalah dua dokumen China yang berjudul “ Khilafus Silsilah Aljabaliah “ dengan kerangka abad dua belas. Dan yang kedua adalah “ Washfusy Su’ubil Barbariyah “ yang berkerangka abad tiga bealas.


    DR. Holanley juga menguatkan dengan bukti-bukti biologis yang ia teliti selama delapan tahun, penelitian itu menunjukkan bahwa tanaman-tanaman semacam jagung Indian, mentimun Indian, dan lain sebagainya telah dikenal oleh bangsa Arab jauh sebelum Columbus dating ke sana. Perlu diketahui bahwa pendapat tersebut banyak diikuti oleh sarjana-sarjana lainnya. Di antaranya adalah DR. Lee Sung Yung, seorang Guru besar Bahasa dan Filsafat di Harvard University, begitu pula DR. Richart Rudolf. Pada akhirnya ia mengatakan: Sudah tiba saatnya bagi para Sarjana Arab untuk menyelidiki serta mengungkapkan kembali sejarahnya dengan menggunakan dasar-dasar penemuan yang telah ada.


    Sayangnya walaupun berbagai penelitian dan penemuan maupun bukti-bukti sejarah mengatakan kebenaran bahwa bangsa Arab Islam telah menemukan Amerika lebih dahulu daripada Columbus namun berita itu tak pernah sampai ketelinga siswa-siswi disekolah-sekolah pada umumnya maupun berbagai Universitas. Yang masih terdengar dan dipelajari hingga sekarang adalah bahwa Columbuslah penemu Amerika, seseuatu kebohongan/kedustaan publik. Inikah bukti bahwa Barat memang sangat membenci Islam? Ataukah “ kebodohan “ orang Timur yang tak mau menggali sejarah serta mengubah kesalahan itu pada kebenaran, sistem tentunya. Karena sistemlah sesungguhnya yang menjadi penentu tersebarnya sebuah informasi.


    Siapakah kiranya yang akan mampu mengubah persepsi dan informasi yang salah menjadi benar? Akankah ummat Islam pada suatu ketika nanti mampu? Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Wallahamdulillahi Rabbil’ Alamien.
    sumber : http://ansharullah.com/?p=255


  9. #9
    Moderator Kahyangan
    Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada is a splendid one to behold Bathara Narada's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2005
    Lokasi
    Sudukpangudaludal
    Posts
    4.380
    Rep Power
    10

    Default

    Quote Originally Posted by evolym Tampilkan Postingan
    ane sebenernya masih belom 100% percaya berita ini. Ane masih cari cari berita lainnya. pas gugling ane malah nemu artikel tentang pelaut.

    Spoiler for ini:

    Data dan Fakta Pembantah Penemuan Columbus
    Mengapa kesalahan tentang penemuan Columbus perlu diketahui? Bukankah hal itu sudah berlalu dan menancap pada pikiran dunia bahwa memang dialah penemunya?. Dalam buku Nuzhatul Musytaq karya Al-Idrisi diceritakan bahwa pada abad kesembilan masehi ada delapan orang pemuda Arab yang tinggal di Lisabon Portugal bersumpah untuk mengarungi samudera luas, lima abad sebelum Columbus berlayar ke Amerika. Pemuda itu telah berazam (berkeinginan kuat) untuk mengarungi samudera raya, maka dipersiapkanlah perbekalan dan perlengkapan. Mereka tercatat telah melanglang buana selama tigapuluh lima tahun. Sampailah mereka di pelabuhan sebuah pantai di perairan Meksiko (negeri antara Amerika Utara dan Amerika Selatan) dan mereka tinggal di sana disambut oleh penduduk pribumi dengan penuh kegembiraan dan antusias. Setelaah pulang, merekapun menceritakan segala pengalama mereka; apa-apa yang telah mereka lihat, mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan sampai kejadian-kejadian lainnya. Cerita dalam buku Al-Idrisi ini telah dijadikan rujukan oleh para ahli di bidang geografi zaman sekarang.


    Bahkan menurut Danzak bahwa para pelaut Arab Islam telah mengarungi samudera hingga pulau Mereda (Wilayah Portugal yang ada di samudera Atlantik), Barmuda (Wilayah Inggris yang berada di samudera Atlantik). Antiles (Wilayah Amerika tengah ditepi pantai samudera Atlantik). Dalam buku Masalikula Abshar dan Shubhul A’sya karya Al-Qalqasyandi dikatakan bahwa orang Arab Islam di Afrika Barat telah mengadakan eksplorasi di atas lautan kira-kira pada abad delapan Masehi, yaitu pada masa Pemerintahan Raja Ghana. Wilayah ini pernah pula dikuasai oleh kekhalifahan Islam yaitu pada masa al-Murabitin pada tahun 1077 Masehi. Raja Ghana tersebut telah memerintahkan sebuah eksplorasi ke samudera luas hingga batas pantai yang paling jauh. Setelah pasukan yang ditugaskannya kembali dan melaporkan beberapa hasil eksplorasi mereka, Raja Ghana merasa kurang puas dan mencoba mengadakan pelayaran sendiri dengan perbekalan dan persiapan yang lebih matang. Akan tetapi hasil laporannya yang terakhir ini tidak ada sama sekali beritanya.


    Lain lagi dengan pendapat Marry Kremly, seorang ahli Bahasa yang telah mengadakan penelitian dan penyelidikan tentang kebudayaan Arab dan Meksiko. Setelah diteliti dengan menggunakan Vocabulary (kosakata) dengan metode perbandingan, ternyata memiliki banyak kesamaan antara keduanya, terutama dengan nama-nama binatang dan burung-burung. Dengan dalih itulah ia yakin bahwa antara Arab dan Meksiko pernah ada jalinan hubungan yang kuat. Dalam sebuah seminar sejarah di Aula Raja Faishal II di Baghdad, Kremly mengatakan lebih jauh, bahwa para Pelaut Arab Islam telah mengadakan pelayaran hingga tepi perairan benua Amerika, tepatnya di pantai laut Mache, penghubung antara laut utara dan samudera Atlantik. Orang Arab selalu banyak meninggalkan kebudayaan-kebudayaan mereka kepada daerah-daerah yang telah mereka kunjungi. Dalih ini membuktikan bahwa benua Amerika bukan ditemukan abad lima belas sebagai yang diklaim oleh Columbus.


    Geoffroy, seorang etnolog Amerika, ketika membahas asal usul keturunan bangsa Amerika dan hubungannya dengan bangsa-bangsa kuno di Amerika, mengatakan sebagai berikut: “ Bangsa Arab telah sampai ke Amerika dan telah menjalin hubungan yang kuat dengan penduduk setempat lima abad sebelum Columbus, mendatangi Amerika “. Bukti yang menguatkannya adalah adanya nama sebuah jenis tumbuh-tumbuhan di Amerika yang bernama “ Adzrah “ yang ternyata telah tersebar di dunia Islam saat itu. Selain itu telah ditemukan juga fosil bangsa Semit di tepi perairan Bukrandi.


    Selain hal-hal yang dikemukakan diatas masih banyak lagi yang ditemukan sebagai bukti bahwa bangsa Arab Islam telah dahulu dating ke Amerika baik utara, tengah, maupun selatan. Di antaranya adalah: bentuk-bentuk budaya kuno yang ada di Amerika, bahasa penduduk setempat, dll. Dalam buku “ Afrika waktisyafi Amerika “ yang terdiri dari tiga jilid dikemukakan tentang penyelidikan secara mendalam pada dua puluh enam bahasa di dunia, diantaranya adalah bahasa Indian. Dalam buku karya Prof. DR. Leonard, Guru besar Harvard University, itu dikatakan bahwa: “ Bahasa Arab telah banyak mempengaruhi kepada bahasa Indian, diperkirakan pengaruh tersebut terjadi pada abad ketiga belas Masehi.


    Lain lagi dengan penelitian yang diadakan oleh kepala Museum Brazilia pada abad kesembilan belas di dekat kota Rio De Janeiro, ibu kota Bazilia dulu, hasilnya, disana ditemukan tulisan Arab kuno atau tulisan Finiqie. Majalah “ Al-Alamul Yaum “ edisi Februari 1926 Masehi menyebutkan bahwa suku Aztec dan Mayas, dua suku kuno yang memiliki “ kebudayaan tinggi “ di Meksiko. Dikatakan bahwa keduanya memiliki kemiripan kebudayaan dengan Arab Islam. Dan konon kedua suku tersebut pernah hidup di bawah kekuasaan Arab Islam yaitu sekitar abad pertengahan dua belas.


    Majalah New York Times bulan April 1961, memuat artikel karangan DR. Holanley yang pernah disampaikan pada dies natalis ke 171 Universitas Pennsylvania (Negara bagian sebelah timur Philadelphia, Amerika). Artikel itu mengatakan bahwa bangsa Arab telah berlayar ke samudera Atlantik, dua atau tiga abad sebelum Columbus dating ke Amerika. Menguak artikel tersebut adalah dua dokumen China yang berjudul “ Khilafus Silsilah Aljabaliah “ dengan kerangka abad dua belas. Dan yang kedua adalah “ Washfusy Su’ubil Barbariyah “ yang berkerangka abad tiga bealas.


    DR. Holanley juga menguatkan dengan bukti-bukti biologis yang ia teliti selama delapan tahun, penelitian itu menunjukkan bahwa tanaman-tanaman semacam jagung Indian, mentimun Indian, dan lain sebagainya telah dikenal oleh bangsa Arab jauh sebelum Columbus dating ke sana. Perlu diketahui bahwa pendapat tersebut banyak diikuti oleh sarjana-sarjana lainnya. Di antaranya adalah DR. Lee Sung Yung, seorang Guru besar Bahasa dan Filsafat di Harvard University, begitu pula DR. Richart Rudolf. Pada akhirnya ia mengatakan: Sudah tiba saatnya bagi para Sarjana Arab untuk menyelidiki serta mengungkapkan kembali sejarahnya dengan menggunakan dasar-dasar penemuan yang telah ada.


    Sayangnya walaupun berbagai penelitian dan penemuan maupun bukti-bukti sejarah mengatakan kebenaran bahwa bangsa Arab Islam telah menemukan Amerika lebih dahulu daripada Columbus namun berita itu tak pernah sampai ketelinga siswa-siswi disekolah-sekolah pada umumnya maupun berbagai Universitas. Yang masih terdengar dan dipelajari hingga sekarang adalah bahwa Columbuslah penemu Amerika, seseuatu kebohongan/kedustaan publik. Inikah bukti bahwa Barat memang sangat membenci Islam? Ataukah “ kebodohan “ orang Timur yang tak mau menggali sejarah serta mengubah kesalahan itu pada kebenaran, sistem tentunya. Karena sistemlah sesungguhnya yang menjadi penentu tersebarnya sebuah informasi.


    Siapakah kiranya yang akan mampu mengubah persepsi dan informasi yang salah menjadi benar? Akankah ummat Islam pada suatu ketika nanti mampu? Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Wallahamdulillahi Rabbil’ Alamien.
    sumber : http://ansharullah.com/?p=255

    wkwkwkwkw.... sumbernya saja begitu? mana bisa objective? wkwkwkwk... Saya malah lebih percaya kalo leluhur nusantara yang bisa ngeluyur ke sana...

    Semua pakar di atas tidak pernah membahas "naik apa orang Arab ke sana?" itu saja belum terjawab kok...


    "OM BHUR BHUVAHA SWAHA OM TAT SAVITUR VARENYAM
    BHARGHO DEVASYA DHIMAHI DHIYO YONAHA PRACHODAYAT
    "


  10. #10
    Sayap Kanan KL evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym is a glorious beacon of light evolym's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2011
    Lokasi
    In the middle of finger
    Posts
    2.480
    Twitter
    @
    Rep Power
    10

    Default

    di paragraf ini ada yang menarik om

    Majalah New York Times bulan April 1961, memuat artikel karangan DR. Holanley yang pernah disampaikan pada dies natalis ke 171 Universitas Pennsylvania (Negara bagian sebelah timur Philadelphia, Amerika). Artikel itu mengatakan bahwa bangsa Arab telah berlayar ke samudera Atlantik, dua atau tiga abad sebelum Columbus dating ke Amerika. Menguak artikel tersebut adalah dua dokumen China yang berjudul “ Khilafus Silsilah Aljabaliah “ dengan kerangka abad dua belas. Dan yang kedua adalah “ Washfusy Su’ubil Barbariyah “ yang berkerangka abad tiga bealas.

    sayangnya ane ga punya majalahnya

Thread Yang Serupa

  1. Perbedaan PDKT Versi Jaman Dulu vs Jaman Online
    By evolym in forum Dunia Romansa
    Jawab: 15
    Postingan Terakhir: 07-07-11, 08:52 AM
  2. Survei Membuktikan, Orba Lebih Baik!
    By apitah in forum Diskusi Bebas
    Jawab: 16
    Postingan Terakhir: 25-05-11, 05:46 AM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu