Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Viking Vs TheJack

+ Reply to Thread
Menampilkan 1 s/d 2 dari 2
  1. #1
    Camat riandha is on a distinguished road
    Tanggal Gabung
    Oct 2004
    Lokasi
    bdg
    Posts
    717
    Rep Power
    11

    Default Viking Vs TheJack

    Menurut kalian viking ama thejack bisa damai gak ?? kasih alasnnya ya
    Kujalani, terjalnya pendakian
    Kubahasakan, segala peluh dan luka
    dalam coretan-coretan tinta.
    Kuungkapkan, seluruh rasa kepada hujan
    Embun malam menemani kesendirianku
    Gulita kelam duduk di sampingku

  2. #2
    Camat riandha is on a distinguished road
    Tanggal Gabung
    Oct 2004
    Lokasi
    bdg
    Posts
    717
    Rep Power
    11

    Default

    "Bobotoh" dan Jakmania, Berdamailah!


    PARTAI akbar Liga Indonesia, Persib melawan Persija akan segera berlangsung. Partai prestisius yang mau tidak mau akan menyeret memori kita untuk mengenang serentetan kisruh antarsuporter yang senantiasa mewarnai pertemuan kedua tim besar ini. Perseteruan Viking dan Jakmania seakan telah menjadi legenda di persebakbolaan tanah air.
    Bagaikan kucing dan anjing, kedua kelompok suporter ini memang tak pernah akur. Yel-yel ejekan bagi masing-masing kelompok suporter ini pun senantiasa membahana di kandang masing-masing tim kesayangan. Hal itu terjadi walaupun Persib tidak berhadapan dengan Persija. Ini tentu cukup mewakili gambaran betapa tidak harmonisnya hubungan kedua kubu suporter tersebut.

    Di sisi lain, deretan kejadian sikap anarkis antara satu dan lainnya pun kerap terjadi. Hampir setiap Liga Indonesia bergulir, kejadian demi kejadian yang mencoreng persebakbolaan kerap terjadi. Baik di Jakarta maupun Bandung, Viking dan Jakmania masih sulit untuk disatukan. Akibatnya, pertandingan Persib melawan Persija kerap menjadi partai neraka, baik bagi pemain maupun suporter tamu.

    Agum Gumelar, saat masih menjadi Ketua Umum PSSI, angkat bicara. Ia berharap pertikaian antara bobotoh dari Viking Persib Fans Club dan kelompok Jakmania segera diakhiri. "Saya menyesalkan pertikaian ini masih terus terjadi. Seharusnya masing-masing pihak saling mengerti dan memahami," katanya.

    Imbauan ini pun mendapat sambutan positif. Selang beberapa waktu, acara silaturahmi antara kedua perkumpulan suporter itu pun digelar. Ketua Jakmania ketika itu, T. Ferry Indrasjarif hadir dalam pertemuan tersebut. Menyusul kemudian rombongan dari Viking dipimpin ketuanya Herru Joko. Sayang, pertemuan yang digagas pengurus Perib dan Persija itu gagal. Perselisihan pun terus bergulir. Aksi saling membalas kembali berulang.

    Mencari siapa yang salah tentu tidak lagi relevan saat ini. Terlebih, kedua kubu sama-sama sudah merasakan kerugian. Viking tidak bisa menyaksikan pertandingan Persib di Jakarta. Sebaliknya, Jakmania juga harus puas mendoakan Persija dari jauh saat bertarung di Stadion Siliwangi.

    Korban pun telah berjatuhan. Di sisi lain, pemain kedua tim senantiasa merasa waswas saat jelang laga di kandang lawan. Pengakuan suporter bahwa aksi kerusuhan yang dilakukan atas dasar rasa fanatisme yang tinggi terhadap klub kesayangannya, jelas salah besar.

    Mereka salah mengejawantahkan arti fanatisme jika ujung-ujungnya melahirkan kerusuhan. Ini hanya akan berakhir sebagai fanatisme yang kebablasan. Toh pada akhirnya banyak pihak yang akan dirugikan.

    Kini, sudah saatnya suporter untuk bersikap dewasa. Aksi anarkis suporter yang menganiaya pemain memperlihatkan sikap suporter yang tidak relevan dengan unsur profesionalisme yang tengah dibangun persepakbolaan nasional. Padahal, suporter merupakan salah satu pendorong lahirnya sepak bola yang profesional.

    **

    DI tengah ketidakharmonisan yang masih melanda sesama suporter hingga kini, sebuah acara yang mengampanyekan persatuan dan perubahan dalam diri insan suporter digelar di Denpasar pada 18-20 Juli 2007 lalu, "Copa Dji Sam Soe Jambore Suporter Indonesia 2007". Sebanyak 67 kelompok suporter dari berbagai klub sepak bola tanah air ikut serta dalam acara yang mengusung tema "Suporter Indonesia Bersatu".

    Dari segi jumlah peserta, acara ini hampir diikuti seluruh organisasi suporter di tanah air. Peserta yang mendaftar jauh-jauh hari telah mencapai 75 kelompok suporter.

    Namun, dari segi materi dan lokasi kegiatan, acara ini dapat dikatakan lebih dari sekadar "ajang berkumpul". Lokasi Denpasar yang identik dengan kawasan wisata berhasil menyatukan segala perbedaan dalam diri masing-masing suporter.

    Selama tiga hari, mereka terlibat dalam berbagai aktivitas baik, di dalam maupun di luar ruangan. Di antaranya kegiatan character building, seminar dan diskusi bertajuk "Change" dan "Suporter Merah Putih", penanaman 75 pohon suporter hingga aktivitas outbound berupa rafting.

    Brand Manager Dji Sam Soe, Veronica Risariyana mengharapkan, kunci utama Jambore Suporter 2007 ini lebih mengarah pada kebersamaan dan perubahan. Menyatunya para suporter ini terlebih tampak pada saat mengikuti beberapa seminar. Misalnya dalam seminar yang bertajuk "Bagaimana Mengatasi Konflik Antarkelompok?". Para peserta menemukan adanya dua faktor yang memengaruhi konflik di antara mereka.

    Pertama, faktor internal seperti gengsi daerah asal, fanatisme suku, dan organisasi suporter yang tidak berjalan dengan baik. Kedua, faktor eksternal seperti provokasi dari suporter lain dan perilaku pemain atau wasit yang tidak mampu menegakkan fair play.

    Dalam sesi seminar yang turut mendatangkan Joko Driyono (BLI), terungkap bahwa fanatisme daerah yang dibawa suporter saat memberi dukungan tim, bisa mengakibatkan perpecahan. Pengakuan diri sebagai bagian dari sepak bola, akan membawa para suporter untuk menjunjung tinggi sikap sportivitas.

    Setelah mengikuti jambore, perselisihan antarsuporter, termasuk Viking dengan Jakmania akan segera berakhir. Toh keduanya hanya menanggung kerugian dari perselisihan ini, tidak ada faktor positifnya. Sudah saatnya suporter bersikap dewasa, bisa menerima kekalahan timnya dengan lapang dada dan tidak mudah terpengaruh provokasi pihak lain. Sepak bola Indonesia akan terasa indah tanpa hadirnya aksi anarki suporter! Damailah! (P-06/P-07)***
    Kujalani, terjalnya pendakian
    Kubahasakan, segala peluh dan luka
    dalam coretan-coretan tinta.
    Kuungkapkan, seluruh rasa kepada hujan
    Embun malam menemani kesendirianku
    Gulita kelam duduk di sampingku

Thread Yang Serupa

  1. From "VIKING'S"
    By vampire_baek in forum Gila Bola
    Jawab: 6
    Postingan Terakhir: 31-03-05, 10:03 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu