Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Tragis di Tahun 80an

+ Reply to Thread
Menampilkan 1 s/d 6 dari 6
  1. #1
    Walikota M_TY has disabled reputation
    Tanggal Gabung
    Dec 2010
    Lokasi
    Gudeg.....
    Posts
    1.182
    Rep Power
    9

    Default Tragis di Tahun 80an

    1. Masih inget istilah Petrus (bukan Petruk)
    Spoiler for Petrus:



    Tapi dua butir peluru segera bersarang di tubuhnya. Satu di dada dan satu di kepala. Tubuhnya lalu tumbang dan dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Esok hari, bisik-bisik beredar di masyarakat. Dia adalah Robert preman yang selama ini ditakuti, sampah masyarakat, bromocorah! Mungkin nasib Bathi Mulyono masih lebih baik. Begitu mendengar dirinya ikut menjadi target, dia segera melarikan diri hingga ke sejumlah negara luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Meninggalkan istri dan anaknya yang baru lahir. Namun, Bathi dan anaknya yang kini berusia 25 tahun, Lita, telah bertemu kembali.

    Tahun 1980-an. Ketika itu, ratusan residivis, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah, mati ditembak. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah “petrus”, penembak misterius. Tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak. Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak. Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun. Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.


    Kala itu, para pria bertato disergap ketakutan karena muncul desas-desus,petrus mengincar lelaki bertato. Peristiwa penculikan dan penembakan terhadap mereka yang diduga sebagai gali, preman, atau residivis itu, belakangan, diakui Presiden Soeharto, sebagai inisiatif dan atas perintahnya. “Ini sebagai shock therapy,” kata Soeharto dalam biografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.


    Mayat-mayat itu ketika masih hidup dianggap sebagai penjahat, preman, bromocorah, para gali, dan kaum kecu yang dalam sejarah memang selalu dipinggirkan, walau secara taktis juga sering dimanfaatkan. Pada saat penembak misterius merajalela, para cendekiawan, politisi, dan pakar hukum angkat bicara. Intinya, mereka menuding bahwa hukuman tanpa pengadilan adalah kesalahan serius. Meski begitu, menurut Soeharto, “Dia tidak mengerti masalah yang sebenarnya.” Mungkin tidak terlalu keliru untuk menafsir bahwa yang dimaksud Soeharto sebagai orang yang mengerti masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri.


    Sayang, petrus hanya berlaku untuk preman kelas teri, mereka yang merampok karena lapar. Sayang, petrus tidak berlaku untuk preman berdasi, mereka yang mencuri karena mereka rakus…




    2. Peradilan Sesat
    Spoiler for Sengkon dan Karta:



    Lima tahun bukan waktu yang teramat pendek. Apalagi untuk dihabiskan di dalam sebuah ruangan beku bernama penjara. Apalagi untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Tapi Sengkon dan Karta mengalaminya. Kepada siapakah mereka harus mengadu, jika sebuah lembaga bernama pemerintah tidak bisa lagi dipercaya? Sebab keadilan tidak pernah berpihak kepada Sengkon, juga Karta, juga mereka yang lain, yang bernama rakyat kecil. Alkisah sebuah perampokan dan pembunuhan menimpa pasangan suami istri Sulaiman-Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Tahun 1974. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Sengkon dan Karta, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.

    Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

    Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

    Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada Albert Hasibuan, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.


    Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka.


    Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.


    Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. ‘Saya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi’ kata Sengkon.


    Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan (berbagai sumber)



    3. Ibu Tiri lebih kejam daripada Ibukota
    Spoiler for Arie:



    Ada yang bilang ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Tapi ibu tiri yang satu ini jauh lebih kejam. Arie Hanggara, bocah 7 tahun ini tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Peristiwa pada akhir November 1984 itu tiba-tiba menyentakkan perhatian publik. Media massa menuliskannya panjang-lebar. Sidang pengadilannya membeludak. Orang ingin tahu seperti apa sosok kedua orang tua Ari: Machtino bin Eddiwan dan Santi binti Cece. Bahkan rekonstruksi yang harus dilakukan suami-istri itu nyaris gagal karena massa melampiaskan kemarahan kepada kedua pesakitan. Arie tiba-tiba menjadi simbol dari anak-anak yang tertindas. Bahkan sampai-sampai tim pengacara orang tua Arie mendapat teror dari orang-orang yang tidak dikenal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nugroho Notosusanto sempat membuatkan patung Arie–meski akhirnya dibatalkan–sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang.

    Akibat himpitan beban ekonomi yang dialami oleh kedua orang tuanya, ayahnya seorang pengangguran, dengan tiga orang anak, membuatnya gelap mata. Akibatnya dia menjadi ringan tangan. Ketika suatu hari dituduh mencuri uang maka Arie Hanggara dipukul dan disiksa hingga menemui ajal di tangan orang yang seharusnya melindunginya.

    Kisah bocah malang tersebut pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Frank Rorimpandey, dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna.


  2. #2
    Gubernur kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono has much to be proud of kopraljono's Avatar
    Tanggal Gabung
    Feb 2011
    Lokasi
    di atas bumi, di bawah langit
    Posts
    6.782
    Rep Power
    20

    Default

    yg ibu tiri tuh sering dengar,

    ampe takut kalo punya ibu tiri
    Spoiler for kopraljono in action:


  3. #3
    Walikota Okami is a jewel in the rough Okami is a jewel in the rough Okami is a jewel in the rough Okami is a jewel in the rough Okami's Avatar
    Tanggal Gabung
    Dec 2010
    Lokasi
    Celestial Plain
    Posts
    1.002
    Rep Power
    9

    Default

    udah pernah baca di sini sih...... boleh jualan abon ga?

    大神デン - 小さな太陽 - prepare for the great adventure, o little son of Sun....

  4. #4
    Walikota apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah has much to be proud of apitah's Avatar
    Tanggal Gabung
    Apr 2010
    Posts
    2.685
    Rep Power
    17

    Default


  5. #5
    Gubernur Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold Hktoyshop is a splendid one to behold
    Tanggal Gabung
    Sep 2008
    Lokasi
    www.hk-toys.com
    Posts
    7.167
    Rep Power
    23

    Default

    no 2 gak salah kok dipenjara..

    Mau nyobain masturbasi yang lebih sehat, aman dan yang pasti enaaakkk bangett ????! cobain nih
    http://www.hk-toys.com



    Safe SEX... Or No SEX aT aLL..
    But Still FUN AND HEALTHY..



  6. #6
    Walikota rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus is a splendid one to behold rhinosaurus's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2010
    Lokasi
    female voice oriented
    Posts
    4.849
    Twitter
    @
    Rep Power
    17

    Default

    Arie Hanggara, gw dah nonton filmnya, yg filmnya aja sedih gimana kisah sebenarnya

Thread Yang Serupa

  1. September 1752
    By M_TY in forum Zona Gokil
    Jawab: 5
    Postingan Terakhir: 28-04-11, 02:50 AM
  2. Jawab: 2
    Postingan Terakhir: 22-04-11, 09:33 PM
  3. Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS
    By Chloe Jasmine in forum Warung Kopi
    Jawab: 12
    Postingan Terakhir: 01-04-11, 04:23 PM
  4. Ramalan Seputar 6 Jejaring Sosial di Tahun 2011
    By mas yanto in forum Warung Kopi
    Jawab: 10
    Postingan Terakhir: 22-03-11, 04:39 PM
  5. Jawab: 3
    Postingan Terakhir: 23-02-11, 10:00 AM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu