Hai.. hai...
Apabila kamu melihat tulisan ini berarti kamu belum terdaftar sebagai warga KL. Ayo gabung dengan Daftar terlebih dahulu, tentunya kamu akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi informasi ataupun solusi di forum ini.
Kamasutra asli Jawa..(serat Centhini)

+ Reply to Thread
Hal. 1 dari 4 1 2 3 ... TerakhirTerakhir
Menampilkan 1 s/d 10 dari 39
  1. #1
    Momod SEX n DATE Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl has a reputation beyond repute Strawberry Girl's Avatar
    Tanggal Gabung
    Aug 2009
    Lokasi
    nomaden
    Posts
    11.509
    Rep Power
    60

    Default Kamasutra asli Jawa..(serat Centhini)



    Mengintip Seksualitas Serat Centhini ...

    Bicara soal seks dan seksualitas, mungkin lebih mengenal Kama Sutra dari
    India daripada Serat Centhini, karya s᳴ra Jawa kuno yang dirilis di awal
    abad ke-19. Padahal "manual" versi lokal ini dipercaya jauh lebih lengkap
    dan "menantang".

    Seks dan seksualitas, dalam pengertian sempit maupun luas, merupakan bagian
    penting dalam kehidupan manusia. Ia bagian dari naluri instingtif yang
    paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari,
    menganalisis, menyusun manual (panduan), atau mengungkapkannya lewat karya
    sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

    Nun jauh di sana, di tanah JaWa pada awal abad ke-19 muncul pula sebuah
    karya sastra yang terkenal hingga kini, yaitu Serat Centhini (nama resminya
    Suluk Tembangraras). Serat ini digubah pada sekitar 1815 oleh tiga orang
    pujangga istana Kraton Surakarta, yaitu Yasadipura 11, Ranggasutrasna, dan
    R. Ng. Sastradipura (Haji Ahmad ilhar) atas perintah K.G.P.A.A.
    Amengkunegara II atau Sinuhun Paku Buwana V.

    Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang (lagu Jawa) itu antara lain
    memang bicara soal seks dan seksualitas. Justru karena itulah serat ini
    menjadi termasyhur, bahkan di kalangan para pakar dunia.

    Seorang kontributor sebuah surat kabar Prancis, Elizabeth D. Inandiak,
    misalnya, telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis dengan judul Les
    Chants de l'ile a dormir debout le Livre de Centhini (2002).

    Blak-blakan

    * Meski kebudayaan Jawa di masa kejayaan keraton bersifat
    represif-feodalistik, demikian tulis Otto Sukatno CR dalam Seks Para
    Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa (Bentang, 2002), dalam
    bidang seksual ternyata sangat jauh dari apa yang kita bayangkan.

    Masalah seksualitas muncul dalam ekspresi seni, terutama sastra dan tari.
    Dalam Serat Centhini, misalnya, masalah seksual ternyata menjadi tema
    sentral yang diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling.
    "Ini sangat berlawanan dengan etika sosial Jawa yang bersifat puritan dan
    ortodoks," tulis Sukatno.

    Masalah seksual dalam serat itu diungkapkan dalam berbagai versi dan kasus.
    "Misalnya, menyangkut masalah pengertian, sifat, kedudukan dan fungsinya,
    etika dan tata cara bermain seks, gaya persetubuhan, dan lain-lain," ungkap
    Sukatno. Bahkan seks juga dibicarakan dalam kaitannya dengan penikmatan
    hidup atau pelampiasan hasrat hedonisme (sebuah doktrin filsafat yang
    menyatakan bahwa kenikmatan adalah kebaikan tertinggi atau satu-satunya
    kebaikan dalam kehidupan).

    Sukatno memberi contoh, dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan
    dengan gamblang soal "ulah asmara" yang berhubungan dengan lokasi genital
    yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Misalnya, cara membuka
    atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah agar lelaki tidak
    cepat ejakulasi.

    Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan secara blak-blakan
    bagaimana pratingkahing cumbana (gaya persetubuhan) serta sifat-sifat
    perempuan dan bagaimana cara membangkitkan nafsu asmaranya.

    Terungkap juga ternyata perempuan tidak selamanya bersikap lugu, pasif dalam
    masalah seks sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selama ini kita
    terima. Mereka juga memiliki kebebasan yang sama dalam mengungkapkan
    pengalaman seksualnya. Padahal mereka selalu digambarkan pasrah, nrima
    kepada lelaki.

    Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Di ruang belakang di rumah
    pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh
    Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua-muda sedang duduk-duduk
    sambil ngobrol. Ada yang membicarakan pengalamannya dinikahi lelaki
    berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah-masalah seksual
    lainnya yang membuat mereka tertawa cekikikan.

    Salah satu percakapan itu misalnya seperti ini, "Nyai Tengah menjawab sambil
    bertanya, Benar dugaanku, Ni Daya, dia memang sangat kesulitan, napasnya
    tersengal. Saya batuk saja, eh lepas Mak bul mudah sekali lepasnya. Tak
    pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, karena meski besar seakan
    mati." Disambut dengan tawa cekikikan.

    Tipe Perempuan

    * Seperti diungkap oleh Franz Magnis Suseno dalam Etika Jawa, yang dikutip
    Sukatno, adalah fakta bahwa hubungan seksual dalam masyarakat Jawa hanya
    diizinkan dalam rangka perkawinan.

    Masyarakat Jawa tidak mengenal masalah seksual sebagai wahana pelampiasan
    nafsu hedonistik, penikmatan terhadap hidup. Namun, pada kenyataannya
    tidaklah demikian. "Adanya sistem budaya katuranggan jelas merupakan
    penyangkalan terhadap hal itu," ungkap Sukatno.

    Dalam sejumlah karya sastra Jawa maupun karya tulis lainnya, seperti
    primbon, soal katuranggan banyak diungkapkan, termasuk dalam Serat Centhini.
    Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan dapat diartikan sebagai watak,
    sifat, atau tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya.

    Dalam budaya katuranggan, terdapat beberapa ciri perempuan yang menjadi
    idealitas lelaki untuk dijadikan istri. Tipe-tipe perempuan demikian, di
    antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa
    megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, atau mutyara.

    Sebagai gambaran, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang
    memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya
    kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua
    alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini menjadi
    idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Lebih dari
    itu, ungkap Sukatno, ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara,
    sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

    Ekspresi budaya katuranggan ini juga terungkap, misalnya dalam Kitab Primbon
    Lumanakim Adammakna. Disebutkan, seperti Sukatno, ciri perempuan yang
    menggairahkan secara seksual antara lain,
    bertubuh kecil, wajahnya merah
    bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Atau, bertubuh
    kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning
    bersemu hijau, sinom menggumpal. Atau, bertubuh tinggi langsing, badan
    mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang. Masih
    banyak lagi ciri perempuan menggairahkan lainnya.

    Seperti diungkap Sukatno, tentu saja tidak semua tipe perempuan cocok dengan
    tipe ideal seperti itu. Masih ada tipe-tipe lain yang merupakan tipe
    campuran dari sebagian atau keseluruhan wacana keluruhan tiap-tiap tipenya.
    Memang rumit dan kompleks, karena seks, tidak bisa dinilai hanya dari segi
    penampilan lahiriahnya semata.

    Jamu dan tatakarama

    * Ritualisasi seksual juga diungkapkan dalam Serat Centhini, termasuk soal
    tata krama dalam melakukan hubungan seksual antarsuami-istri.

    Dalam berhubungan, misalnya, harus empan papan. Maksudnya, mengetahui
    situasi, tempat, dan keadaan, tidak tergesa-gesa, dan juga merupakan
    keinginan bersama.

    Selain mendasarkan diri pada tata krama menurut budaya Jawa, tata krama ini
    juga mendasarkan diri pada hadis Nabi Muhammad SAW. Misalnya, sebelum
    melakukan hubungan seksual, seyogianya mandi terlebih dahulu. Setelah itu
    berdandan dan memakai wewangian. Sebelum mulai, berdoa lebih dulu dengan
    mengucapkan syahadat.

    Masyarakat Jawa juga mengenal kalender seksual. "Ini berkaitan dengan
    masalah rasa perempuan, yang berhubungan dengan organ genital seksualnya.
    Satu asumsi bahwa setiap hari organ genital seksual yang sensitif pada
    perempuan selalu berpindah tempat, sesuai dengan tinggi rendahnya Bulan --
    ini berdasar pada kalender Jawa. Dengan mendasarkan pada kalender seksual,
    pasangan dapat mencapai puncak kepuasan secara bersama-sama," tulis Sukatno.


    Selain diungkap mengenai tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Serat
    Centhini II (Pupuh Asamaradana) diulas pula bentuk-bentuk serta pose
    hubungan seksual yang seharusnya dilakukan. Semua itu dimaksudkan agar
    pasangan dapat mencapai kepuasan bersama-sama.

    "Hubungan seksual tidak hanya sekadar pemuasan nafsu lelaki maupun
    perempuan, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta kasih, proses
    prokreasi, dan seks sekaligus sebagai wahana ibadah," ungkap Sukatno.

    Dalam Serat Centhini IV (Pupuh Balabak) dijelaskan dengan gamblang posisi
    berhubungan seksual sebagaimana ajaran Jawa. Dalam melakukan penetrasi,
    misalnya, harus tetap pula melihat tipe perempuan pasangannya. Maka kemudian
    ada gaya kadya galak sawer (patukannya laksana ular galak); lir ngaras
    gandane sekar (seperti meraba baunya bunga); lir bremana ngisep sekar
    (laksana kumbang mengisap madu); lir lumaksana pinggire jurang (ibarat
    berada di tepi jurang); baita layar anjog rumambaka (seperti kapal layar
    turun ke tengah laut) dan sebagainya.

    Dalam masyarakat Jawa lalu dikenal pula berbagai resep jalu usada
    (pengobatan seksual) agar lelaki jadi perkasa. Misalnya, untuk mencegah agar
    air mani tidak encer sehingga dapat memperoleh keturunan, seperti dijumpai
    dalam Serat Centhini VII (Pupuh Dhandhanggula). Resepnya berupa merica sunti
    dan cabe wungkuk tujuh buah, garam lanang, arang kayu jati, gula aren
    seperempat. Semua bahan itu dipipis hingga lembut di tengah halaman pada
    saat siang hari. Sesudah itu dibentuk seperti kapsul.


    Jamu berbentuk mirip kapsul itu ditelan sambil membaca mantra, "Sang dewa
    senjata akas-akas, kurang bagaluwih akase, kurang baga akukuh, ora ana
    patine."
    Enggak ada matinye! (intisari)

  2. #2
    Walikota zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84 has a reputation beyond repute zahara84's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2009
    Lokasi
    di tengah2 laut
    Posts
    2.903
    Rep Power
    41

    Default

    salah baca

  3. #3
    mo2t angel miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei has a reputation beyond repute miyabeei's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2009
    Posts
    7.871
    Rep Power
    48

    Default

    Nyari kamasutra serat chentini ah biar makin afdol menyandang gelar sarjana kamasutra.....

  4. #4
    Camat Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora has much to be proud of Lady Aurora's Avatar
    Tanggal Gabung
    Sep 2010
    Posts
    853
    Rep Power
    15

    Default

    waduh.. tulisannya susah dimengerti untuk pemula yang belum berpengalaman seperti saya. Mungkin kalo ada gambar ilustrasinya, saya lebih mudah mengerti loh tante berry..


    * berharap tante berry segera mengirimkan ilustrasi dgn gambar baik yang bergerak maupun tidak (lewat PM aja ya tan.. )


  5. #5
    Gubernur kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange has much to be proud of kenzotange's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jun 2009
    Lokasi
    deepest of hell
    Posts
    5.691
    Rep Power
    23

    Default

    kebanyakan teori ... ... langsung praktek aja ...
    If you never understand anything , don't worry , world need idiots

  6. #6
    Camat NdrooG is a glorious beacon of light NdrooG is a glorious beacon of light NdrooG is a glorious beacon of light NdrooG is a glorious beacon of light NdrooG is a glorious beacon of light NdrooG's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2010
    Posts
    502
    Rep Power
    9

    Default

    nyari ibuk nyaa ahhh
    Drawing leaves less room for lie rather than talking

  7. #7
    Gubernur Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi has a reputation beyond repute Ponyi's Avatar
    Tanggal Gabung
    Jan 2010
    Lokasi
    yogyakarta
    Posts
    6.567
    Rep Power
    42

    Default

    Quote Originally Posted by Lady Aurora Tampilkan Postingan
    waduh.. tulisannya susah dimengerti untuk pemula yang belum berpengalaman seperti saya. Mungkin kalo ada gambar ilustrasinya, saya lebih mudah mengerti loh tante berry..


    * berharap tante berry segera mengirimkan ilustrasi dgn gambar baik yang bergerak maupun tidak (lewat PM aja ya tan.. )
    memang susah dipelajari...tapi mudah untuk dipraktekkan...sini ane ajarin la

    sambil menyeret lady ke pos satpam


    "Why it is as it is, and why it exist at all"



  8. #8
    Walikota Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine has a reputation beyond repute Chloe Jasmine's Avatar
    Tanggal Gabung
    Oct 2009
    Lokasi
    7th heaven ;)
    Posts
    3.829
    Rep Power
    28

    Default

    eh kayanya gw punya buku nya deh
    judul nya sih sama, tapi covernya beda.. punya gw warna nya hitam putih...
    hmm... masih ada ga ya dirumah...?
    I love you once, I love you twice, I love you more than bean and rice.............






  9. #9
    Walikota Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua is a splendid one to behold Sniper Tua's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2010
    Lokasi
    Semarang, Indonesia, Indonesia
    Posts
    2.965
    Rep Power
    14

    Default

    Quote Originally Posted by Chloe Jasmine Tampilkan Postingan
    eh kayanya gw punya buku nya deh
    judul nya sih sama, tapi covernya beda.. punya gw warna nya hitam putih...
    hmm... masih ada ga ya dirumah...?
    pinjam

    ato discan aja, trus pdfnya dibagikan di sini....

    -= Tidak semua orang bisa hidup sampai tua =-


  10. #10
    Walikota ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren has a reputation beyond repute ayren's Avatar
    Tanggal Gabung
    Nov 2009
    Lokasi
    gedung kuning
    Posts
    3.844
    Rep Power
    34

    Default

    Quote Originally Posted by Chloe Jasmine Tampilkan Postingan
    eh kayanya gw punya buku nya deh
    judul nya sih sama, tapi covernya beda.. punya gw warna nya hitam putih...
    hmm... masih ada ga ya dirumah...?
    Quote Originally Posted by Sniper Tua Tampilkan Postingan
    pinjam

    ato discan aja, trus pdfnya dibagikan di sini....



    .......
    ........


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • Kamu tidak diijinkan edit postinganmu