|
![]() |
|
|
Thread Tools | Display Modes |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Apa itu reinkarnasi?
Reinkarnasi (reincarnation) merupakan istilah Hindu. Tumimbal lahir (rebirth) merupakan istilah Buddha Dhamma. Menurut Tipitaka, makhluk meninggal/mati, langsung tumimbal lahir, tidak ada jeda waktu dan tidak ada masa penantian. Mungkinkah bila diselidiki mengunakan Hukum kekekalan Energi? Quote:
__________________
simpel aja |
|
#2
|
||||
|
||||
|
Bawa Muhaiyaddeen: Berikut ini adalah sesuatu yang perlu kalian pahami.
Masa hidupmu di dunia, masa kelahiranmu satu-satunya inilah saat ketika engkau menjalani seluruh kelahiran kembali (rebirth). Ada 105 juta kali kelahiran kembali. Setiap hari, engkau terlahir kembali. Setiap munculnya sifat baru di dalam dirimu adalah sebuah kelahiran kembali. Engkau menjalani seluruh kelahiran baru ini dalam rentang kehidupanmu satu-satunya ini. Perhatikan wajah seseorang, sebagai contoh. ![]() Suatu kali wajahnya tampak sedemikian marah, seperti wajah harimau. Kali yang lain ia menyerupai wajah gelap setan. Dan kali yang lain lagi, wajah yang tadinya ramah tiba-tiba menjadi berkerut. Begitu banyak ‘muka’ di wajah seseorang. Hati dan wajah menggambarkan keadaan seseorang ketika itu, apakah ia senang, sedih, marah, dendam, dan berbagai keadaan lain yang dialaminya. Masing-masing keadaan itu adalah suatu bentuk, suatu “tubuh” yang dikenakan seseorang pada saat itu. Begitulah, tanpa ia sadari, seseorang terlahir kembali ke berbagai bentuk di kehidupannya. Hal ini terjadi setiap saat, baik ketika ia tidur atau bangun, baik ketika ia berpikir atau bermimpi. Tiap perbuatan di kehidupan ini bisa jadi baik atau buruk, benar atau salah. Di dalam kubur nanti, kita akan ditanya, dan penilaian akan ditentukan. Mereka yang berbuat baik akan memperoleh kebaikan, yang berbuat jahat akan terhukum. Masing-masing orang akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. sumber : artikel
__________________
simpel aja |
|
#3
|
||||
|
||||
|
reinkarnasi itu kan terus berulang, bukannya itu sudah menunjukkan bahwa itu kekal ? :P
__________________
"The true mind can weather all the lies and illusions without being lost. The true heart can touch the poison of hatred without being harmed. Since beginning-less time, darkness thrives in the void, but always yields to purifying light." — The Lion Turtle in Sozin's Comet, Part 2: The Old Masters — Last edited by sedgedjenar; 20-02-2009 at 04:29 PM. |
|
#4
|
||||
|
||||
|
Apakah proses reinkarnasi ini yang dilihat dalam regresi ya om?
__________________
I HATE WIDE PEOPLE They Are Copies of Me! |
|
#5
|
||||
|
||||
|
Quote:
pasti pernah baca di sebelah, ada Hukum Anicca (Hukum ketidakkekalan). Hukum Anicca, disebutkan kalau semua fenomena hanya perpaduan unsur dan semua fenomena ga kekal. Apa ndak bertentangan tuh? Atau saya yang salah nangkep maksutnya yaK?
__________________
simpel aja |
|
#6
|
||||
|
||||
|
Betul om, leres niku
__________________
"The true mind can weather all the lies and illusions without being lost. The true heart can touch the poison of hatred without being harmed. Since beginning-less time, darkness thrives in the void, but always yields to purifying light." — The Lion Turtle in Sozin's Comet, Part 2: The Old Masters — |
|
#7
|
||||
|
||||
|
Quote:
Wah saya malah ndak tau ada hukum entuh... Tapi kalau mau ikut hukum itu, ya semua didunia ini emang fenomena. Regresi juga fenomena. Jadi semua itu fenomena dan sandiwara belaka. Lalu apa yang bukan fenomena ? ya Sang Kekal, Sang Hidup, Si Keabadian jadi Hukum Anicca ini adalah side-efek berantai dari mengemanasinya Sang Kekal di jagad universe ini. Tugas kita adalah lepas dari hukum fenomena ini untuk kembali kepada Non-Fenomena Seperti apa Sang Hidup, Si Bukan Fenomena ini... Entahlah, saya juga belum pernah ketemu :P Atau kita coba tanya kepada api yang bergoyang...
__________________
"The true mind can weather all the lies and illusions without being lost. The true heart can touch the poison of hatred without being harmed. Since beginning-less time, darkness thrives in the void, but always yields to purifying light." — The Lion Turtle in Sozin's Comet, Part 2: The Old Masters — |
|
#8
|
||||
|
||||
|
Dalam Buddhisme ada Hukum alam yang merupakan ciri dari semua fenomena yaitu Hukum Anicca (Hukum ketidakkekalan). Hukum Anicca menjelaskan bahwa segala fenomena hanyalah terdiri dari perpaduan unsur dan semua fenomena adalah tidak kekal. Begitu juga yang terjadi pada manusia yang terdiri dari 5 unsur.
Nah, ketika manusia meninggal, jasmani akan mengalami perubahan, kematian, kelapukan, begitu juga dengan bentuk-bentuk pikiran, kesadaran, pencerapan, dan perasaan akan mengalami perubahan, pemadaman. Dengan kata lain baik JASMANI maupun BATIN mengalami perubahan/kematian/kelapukan/pemadaman. Nah, dalam proses perubahan, pemadaman, kematian BATIN inilah proses Rebirth berlangsung.
__________________
simpel aja |
|
#9
|
||||
|
||||
|
nemu tulisan menarik di sini
PUNABBHAVA (Kelahiran Kembali) Punabbhava berasal dari bahasa Pali yang terbentuk dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti lagi atau kembali, sedangkan ”bhava” berarti proses menjadi ada/eksis atau kelahiran. Jadi, secara harafiah, punabbhava berarti proses menjadi ada/eksis lagi atau kelahiran kembali atau tumimbal lahir. Punabbhava atau Kelahiran kembali atau tumimbal lahir merupakan suatu proses menjadi ada/eksis kembali dari suatu makhluk hidup di kehidupan mendatang (setelah ia meninggal/mati) sehingga lahir (jati), dimana proses ini merupakan akibat atau hasil dari kamma (perbuatan)nya pada kehidupan lampau. Proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali atau punabbhava terjadi pada semua makhluk hidup yang belum pencapai Penerangan Sempurna, ketika mereka telah meninggal/mati. Dalam Hukum Paticcasamuppada (Sebab-Musabab yang Saling Bergantungan), proses menjadi ada/eksis atau punabbhava atau kelahiran kembali disebabkan oleh Kamma (perbuatan) yang kemudian menghasilkan kemelekatan kepada segala sesuatu termasuk kemelekatan pada hidup dan kehidupan. Jadi makhluk hidup apapun yang mengalami proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali (punabbhava), merupakan makhluk yang masih memiliki kemelekatan pada sesuatu dalam kehidupan sebelumnya. Dan seperti yang diuraikan dalam Hukum Paticcasamuppada kemelekatan timbul karena adanya Tanha (Keinginan/Kehausan) dan juga Avijja (Ketidaktahuan/Kebodohan). Karena Avijja (Ketidaktahuan/Kebodohan) seseorang menyadari atau tidak menyadarinya, tetap terus mengumbar keinginan/kehausannya terhadap segala sesuatu sehingga timbul kemelekatan pada dirinya terhadap segala sesuatu. Proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali atau punabbhava terjadi pada semua makhluk hidup yang belum pencapai Penerangan Sempurna, ketika mereka telah meninggal/mati. Dalam Hukum Paticcasamuppada (Sebab-Musabab yang Saling Bergantungan), proses menjadi ada/eksis atau punabbhava atau kelahiran kembali disebabkan oleh Kamma (perbuatan) yang kemudian menghasilkan kemelekatan kepada segala sesuatu termasuk kemelekatan pada hidup dan kehidupan. Jadi makhluk hidup apapun yang mengalami proses menjadi ada/eksis atau kelahiran kembali (punabbhava), merupakan makhluk yang masih memiliki kemelekatan pada sesuatu dalam kehidupan sebelumnya. Dan seperti yang diuraikan dalam Hukum Paticcasamuppada kemelekatan timbul karena adanya dan juga . Karena Avijja (Ketidaktahuan/Kebodohan) seseorang menyadari atau tidak menyadarinya, tetap terus mengumbar keinginan/kehausannya terhadap segala sesuatu sehingga timbul kemelekatan pada dirinya terhadap segala sesuatu.
__________________
simpel aja |
|
#10
|
||||
|
||||
|
Proses Kelahiran Kembali
Dalam proses kelahiran kembali atau rebirth (bahasa Inggris), tidak terjadi suatu perpindahan roh/jiwa/kesadaran ke dalam jasmani yang baru. Yang terjadi dalam proses kelahiran kembali adalah adanya proses berkesinambungan dari kesadaran (citta) pada kehidupan lampau dengan kesadaran (citta) kehidupan baru yang merupakan suatu aksi-reaksi. Oleh karena itu proses kelahiran kembali sangatlah berhubungan dengan proses kematian itu sendiri. Dan kedua proses yang berhubungan dengan batin ini sangatlah kompleks. Guru Buddha menjelaskan dalam Satta Sutta; Radha Samyutta; Samyutta Nikaya 23.2 {S 3.189} bahwa makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya merupakan perpaduan dari lima kelompok (Panca Khandha), yang kelimanya dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama yaitu jasmani atau fisik dan yang kedua adalah batin. Baik fisik maupun batin ini tidak terlepas dari hukum perubahan, suatu saat muncul dan saat kemudian mengalami pemadaman/mati. Batin sendiri terdiri dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran. Unsur-unsur batin ini disebut dalam bahasa Pali sebagai citta. Citta juga sering disebut dengan kesadaran. Citta/kesadaran ini mengalami kemunculan, pemisahan dan pemadaman/mati. Pada saat seseorang mengalami kematian, jasmani tidak lagi bisa berfungsi untuk mendukung citta/kesadaran. Citta/kesadarannya pun akan mengalami pemadaman/kematian dan secara otomatis ia meneruskan kesan apapun yang tertanam padanya kepada Citta/kesadaran penerusnya yang tidak lain merupakan Citta/kesadaran pada kehidupan yang baru. Penerusan Kesadaran (Patisandhi Vinnana) ini terjadi dengan adanya peran dari Kamma yang pernah dilakukan. Ketika jasmani mengalami kematian, dalam pikiran orang yang sekarat muncul kesadaran yang bernama Kesadaran Ajal (Cuti Citta). Ketika Kesadaran Ajal mengalami pemadaman juga, maka orang tersebut dikatakan sudah meninggal. Tetapi pada saat yang bersamaan pula (tanpa selang/jeda waktu) Citta/kesadaran kehidupan baru muncul. Dan saat itulah seseorang telah dilahirkan kembali, sudah berada dalam kandungan dengan jasmani yang baru berupa janin. Keseluruhan proses ini terjadi dalam waktu yang singkat. Perumpamaan Lilin Proses kelahiran kembali dimana tidak adanya peristiwa perpindahan jiwa/roh dapat diperumpamakan seperti sebuah api lilin. Ketika kita melihat sebuah api yang menyala pada sebuah lilin nampak apinya sama saja walaupun telah satu jam telah berlalu. Tidak tampak adanya api dari lilin lain yang menggantikannya. Yang jelas tampak oleh kita adalah memendeknya ukuran lilin tersebut. Tetapi apakah ini berarti api yang menyala tersebut merupakan api yang sama dengan api yang kita lihat satu jam yang lalu? Jawabannya adalah tidak sama. Jika kita perhatikan secara seksama, api pada lilin tidak akan hidup tanpa adanya unsur-unsur pendukung seperti batang lilin, sumbu, dan udara (oksigen). Api yang menyala tersebut ternyata merupakan api yang berbeda karena tiap saat disokong oleh bagian dari batang lilin, sumbu dan molekul-molekuk udara yang berbeda. Meskipun disokong oleh unsur-unsur yang berbeda, tetapi api tersebut tetap menyala tanpa perlu padam kemudian menyala lagi. Dengan kata lain adanya proses yang berkesinambungan. Api disini tidak lain adalah kesadaran, batang lilin dan sumbu adalah jasmani, dan udara adalah kamma. Jasmani dan kamma adalah penyokong keberlangsungan kesadaran.
__________________
simpel aja |
![]() |
| Tags |
| rebirth, reincarnation, reinkarnasi |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| reinkarnasi 2 | RezAlien | Junkie | 6 | 30-04-2009 12:01 PM |
| reinkarnasi | RezAlien | Junkie | 2 | 25-04-2009 01:52 PM |
| REINKARNASI itu ada ???? | Blue_Shadow | Warung Kopi | 12 | 03-12-2008 02:18 PM |
| Reinkarnasi | orang_bodoh | Diskusi Bebas | 98 | 26-11-2005 09:40 PM |
| buah doa reinkarnasi | r_rahmania | Bohemian | 6 | 01-09-2005 10:16 PM |