|
![]() |
|
|
Thread Tools | Display Modes |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Orgasme mungkin lebih merupakan sebuah persepsi mental daripada sebuah pengalaman fisik bagi para wanita, lebih daripada para pria, sebagai hasil dari pelarangan seksual yang hebat ditempatkan pada wanita. Kemampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan ejakulasi merupakan sebuah simbol kejantanannya, gairah seksual seorang wanita dan kenikmatan seksual mungkin terlihat sebagai “diluar kontrol” dan “ceroboh”. Itu mungkin mengapa para wanita seringkali kurang mengalami orgasme daripada pria karena salah satu harus berpura-pura bahwa keduanya sama-sama orgasmik saat dilahirkan.
Ada dua perubahan secara phisik yang harus dialami tubuh jika seorang wanita mengalami orgasme. Yang pertama adalah “vasocongestion”, darah berkumpul dalam payudara dan alat kelamin. Hal ini mengakibatkan payudara dan alat kelamin menjadi lebih besar, tubuh merasa hangat atau panas untuk disentuh, perubahan warna payudara dan alat kelamin, dan pelumasan vagina. Yang kedua adalah “Myotonia” atau “ketegangan otot-otot syaraf (neuromuscular)”, terbentuknya energi/kekuatan dalam ujung-ujung syaraf dan otot-otot dari seluruh tubuh. Myotonia merupakan “ketegangan seksual“ yang saya kaitkan dalam saran mastrubasi saya bagi para wanita yang pre-orgasmik. Myotonia bukan “ketegangan yang buruk” yang dialami sebagai akibat dari perasaan negatif. Anda mungkin mengalami mytonia yang kuat karena merasakan penuh atau keeratan dalam tubuh anda sebelum orgasme, titik dimana tidak bisa kembali. Beberapa wanita sendiri saat berhadapan dengan myotonia yang kuat tidak bisa membiarkan diri mereka sendiri lebih jauh, melepaskannya, dan oleh karena itu mereka tidak mengalami orgasme. Harus dicatat, bahwa beberapa penyakit, obat (menurut resep dokter dan bukan resep dokter), atau penyakit yang mempengaruhi aliran darah, otot-otot, atau syaraf-syaraf bisa membatasi atau mencegah myotonia dan vasocongestion. Jika anda tidak bisa mengalami myotonia dan vasocongestion, anda mungkin tidak dapat mengalami gairah seksual dan orgasme. Jika anda mempunyai sebuah penyakit atau penyakit yang secara langsung mempengaruhi sistem peredaran, syaraf-syaraf, atau sistem otot, anda bisa mengalami pelemahan orgasmik. Jika anda telah didiagnosa dengan salah satu dari hal-hal ini, silahkan lihat halaman kesehatan dan ketidakmampuan untuk informasi lebih lanjut. Jika anda mersa bahwa anda tidak dapar mengalami gairah seksual, atau hanya dalam suatu cara yang terbatas, mintalah nasehat dari dokter.
__________________
Always Unique, Totally Interesting, Sometimes Mysterious... |
|
#2
|
||||
|
||||
|
nice info bro...
thanks..
__________________
I HATE WIDE PEOPLE They Are Copies of Me! |
|
#3
|
||||
|
||||
|
Para ahli seks telah memecahkan siklus respon tersebut ke dalam 4 tahapan, perangsangan, kondisi stabil, orgasme, dan resolusi. Definisi dari hal tersebut berubah-ubah dan seseorang mungkin tidak sadar atas apa yang dialami tubuh mereka pada setiap tahap. Lamanya waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengalami setiap tahap, dan bahkan urutan dari tiap tahapan mungkin bervariasi pada setiap orang. Seorang wanita yang sedang berkencan dapat mengalami gairah seksual beberapa kali, bahkan tanpa diketahuinya, tanpa pernah mengalami tahap stabil. Dia mungkin mengalami gairah seksual dan tahap stabil selama dia berdansa, tetapi kembali pada tahap tidak bergairah selama menuju ke rumah. Sekali di rumah dia dapat mengalami gairah secara cepat dan orgasme sebagai akibat dari perangsangan secara langsung pada alat kelamin tanpa mengalami tahap stabil. Cara di mana seseorang mengalami setiap tahapan adalah unik bagi mereka, dan bahkan hal ini akan berubah tergantung pada mood mereka dan bersama siapa mereka.
Bangkitnya gairah dapat disertai oleh respon-respon phisik dan mental dan atau rangsangan phisik:
Jika anda perhatikan pada seluruh perubahan phisik pada organ-organ seksual bagian dalam dan bagian luar, anda bisa melihat bahwa para wanita tidak sepenuhnya menyiapkan diri untuk berhubungan intim sampai terlambat dalam tahap stabil. Tubuh seorang wanita mengisyaratkan kesiapannya dengan cara membuka vulvanya, memperlihatkan lubang vaginanya. Kelembaban vagina ini sendiri tidak menandakan kesiapan. Ini mungkin menandakan bahwa para wanita perlu memperpanjang ritual kencan sebelum sampai pada hubungan intim melalui vagina. ![]() ![]() ![]() Dari buku "Masters and Johnson on Sex and Human loving"
__________________
Always Unique, Totally Interesting, Sometimes Mysterious... Last edited by freed; 09-02-2009 at 08:07 AM. |
|
#4
|
||||
|
||||
|
Selama tahap orgasmik seorang wanita dapat mengalami:
Bukanlah hal yang mudah untuk melakukan bagaimana perasaan kita dan otak mengartikan rangsangan phisik adalah subjektif, hal ini semata-mata bergantung pada pandangan setiap individu. Sementara kita bisa mengukur rangsangan fisik, kita tidak bisa mengukur bagaimana seseorang merasakannya. Bahkan jika seorang wanita dihubungkan dengan peralatan kontrol saat dia mengalami 15 kontraksi orgasmik yang hebat di atas 10 detik setiap periode waktunya, bagaimana kita mengetahui dia mengalaminya lebih kuat daripada wanita lainnya yang hanya mengalami 5 kontraksi orgasme dari 4 detik terakhir? Wanita yang mengalami orgasme 10 detik ingin tahu mengapa orgasmenya begitu lemah! Jika seorang wanita telah mengalami beberapa bentuk kerusakan syaraf, dia menjadi tidak dapat mengatakan jika dia mengalami orgasme atau tidak. Berikut ini adalah deskripsi (gambaran) dari Masters dan Johnson tentang orgasme wanita: "Para wanita seringkali menggambarkan sensasi sebuah orgasme pada mulanya dengan perasaan tegang sesaat, yang dengan cepat diikuti oleh sebuah perasaan menyenangkan yang intens (hebat) yang biasanya dimulai pada clitoris (kelentit) dan dengan cepat menyebarkan diseluruh panggul. Sensasi phisik dari alat kelamin seringkali digambarkan sebagai kehangatan, menggairahkan atau menghebohkan, dan hal ini biasanya kontraksi otot-otot di dalam vagina mereka atau daerah panggul bawah, seringkali digambarkan sebagai "denyutan pada panggul."" Sementara itu semua orgasme secara organis adalah sama, bervariasi hanya dalam kekuatan dan lamanya, seorang wanita tidak mengalami sebuah orgasme selama menstruasi biasanya sama sekali berbeda daripada bagaimana dia mengalaminya selama melakukan seks dengan pasangan. Kenyataannya, para wanita seringkali melaporkan orgasme mereka yang paling “memuaskan” terjadi selama mastrubasi, kemungkinan disebabkan karena mereka merupakan pusat perhatian, dan tidak mengkhawatirkan tentang atau dibingungkan oleh pasangannya. Seorang wanita mengalami sebuah orgasme sama sekali berbeda jika vaginanya kosong daripada ketika penis atau tangan dimasukkan. Dia menjadi lebih sadar terhadap kontraksi vagina ketika vaginanya memiliki sesuatu yang mengempit, atau saat vaginanya kosong dan kontraksi sendiri. Para wanita mengalami orgasme di seluruh tubuh, orgasme clitoral, orgasme vagina, dan orgasme uterine. Sementara media elektronik dan mengatakan bahwa semuanya adalah sama, para wanita akan meminta untuk dibedakan. Master dan Johnson, dan yang lainnya, merasa semua wanita yang sehat mampu mengalami orgasme ketika mereka sedang dirangsang dengan hanya melalui hubungan intim lewat vagina itu sendiri. Ketika proses pemasukkan penis akan menekan dan menarik labia dalam, mengakibatkan adanya rangsangan tidak langsung pada clitoris (kelentit), para ahli seks yang lainnya tidak setuju dengan mereka. Sementara secara teknik hal ini mungkin, rupanya secara prakteknya hal tersebut mustahil. Jika kebiasaan mastrubasi wanita merupakan petunjuk, perangsangan vagina kemungkinannya kurang menghasilkan orgasme daripada aktivitas-aktivitas yang merangsang clitorisnya secara langsung. 90% wanita yang mastrubasi melakukannya dengan cara merangsang clitoris mereka. Hanya 10% wanita yang merangsang vagina mereka selama mastrubasi, dan bahkan mereka biasanya merangsang clitoris mereka pada saat yang sama. Saat seorang wanita mastrubasi, dia dijamin hampir orgasme. Bahkan jika clitoris seorang wanita bukan merupakan organ sensor seksnya yang utama, kebiasaan itu sendiri memerintahkan bahwa dia paling orgasmik dari perangsangan clitoral, bukan perangsangan melalui vagina. Apakah pantas untuk mempercayai para wanita mastrubasi dengan cara apapun selain daripada cara yang bekerja paling baik? Seperti yang saya sebutkan di atas, tubuh seorang wanita tidak sepenuhnya siap untuk berhubungan intim sampai dia berada pada gairah puncak, dan pada tahap stabil. Jika seorang wanita berada dalam gairah yang memuncak kemudian kelihatannya memungkinkan perangsangan tidak langsung terhadap clitorisnya, digabungkan dengan emosional yang kuat diantara seorang wanita dan pasangannya selama hubungan intim, rangsangan psikologis itu sendiri bisa menghasilkan orgasme. Hal yang sama tidak bisa dikatakan tentang seorang wanita yang mencoba keluar dari tingkat gairah seksual yang rendah, segala cara untuk orgasme dengan cara-cara rangsangan clitoral dan vagina dengan tidak langsung. Jika vagina seorang wanita mati rasa terhadap pemasukkan penis dia menemukan bahwa rangsangan secara tak langsung terhadap clitorisnya itu sendiri tidak cukup mendorongnya melalui ambang orgasme bahkan jika dia dalam gairah yang memuncak. Layaknya mengharapkan para wanita memerlukan rangsangan clitoral secara langsung untuk mempersiapkan mereka dalam berhubungan intim bahkan jika mereka tidak memerlukannya selama hubungan intim melalui vagina untuk mencapai orgasme.
__________________
Always Unique, Totally Interesting, Sometimes Mysterious... Last edited by freed; 31-01-2009 at 08:36 AM. |
|
#5
|
||||
|
||||
|
Selama tahap resolusi seorang wanita dapat mengalami:
Praktek rupanya membuat hal ini lebih mustahil. Clitoris menjadi sangat sensitif setelah orgasme yang pertama, membutuhkan sentuhan yang sangat lembut atau sentuhan tidak langsung. Seorang wanita hanya perlu memberikan suatu cara kecil keluar dari titik orgasme sebelum dia bisa mengalami orgasme berikutnya. Dalam kasus ini, mengambil nafas panjang bisa membantu seorang wanita pulih lebih cepat, memudahkannya untuk bergerak ke orgasme berikutnya. Sebagian besar orgasme yang berulang terjadi selama masturbasi karena tidak ada atau tidak seorang pun yang mengalihkan wanita dari kesenangannya, dan vibrator lebih mungkin untuk digunakan. Vibrator listrik tidak akan lelah, tidak seperti tangan wanita itu sendiri, atau tangan pasangannya. Pasangan seorang pria yang mempunyai pengalaman orgasme mendapati dirinya tidak mampu meneruskan rangsangan terhadap pasangannya. Jika seorang pasangan ingin membawa pasangan wanita mereka ke arah orgasme yang berulang-ulang mereka mungkin harus melalui kesenangan mereka sendiri, setidaknya sementara saja.
__________________
Always Unique, Totally Interesting, Sometimes Mysterious... |
|
#6
|
||||
|
||||
|
Apakah orgasme perlu bagi kebahagiaan seksual wanita? Sementara hal ini betul bahwa terdapat jutaan wanita yang telah hidup dengan bahagia dan mengisi hidupnya tanpa pernah mengalami orgasme, kehidupan mereka mungkin akan menjadi lebih nikmat jika mereka mengalaminya.
Orgasme merupakan fungsi tubuh yang normal. Jika seorang wanita tidak mengalami orgasme, dia menemukan dirinya merasa sangat tidak nyaman setelah melakukan seks, karena darah mengalir pada panggulnya. Beberapa melaporkan, para wanita mengalami rasa sakit pada belakang dan masalah kesehatan lainnya sebagai akibat dari tidak terjadinya pelepasan ketegangan seksual ini. Para dokter dulunya menggunakan vibrator untuk memberikan orgasme pada pasien wanitanya sebagai perawatan masalah kesehatan wanita. Sementara orgasme tidak perlu bagi kebahagiaan wanita, tapi ini membuat hidup lebih nikmat. Selengkapnya : http://www.the-clitoris.com/indo/html/orgasm.htm
__________________
Always Unique, Totally Interesting, Sometimes Mysterious... |
|
#7
|
||||
|
||||
|
mangstab bro...
__________________
I HATE WIDE PEOPLE They Are Copies of Me! |
|
#8
|
||||
|
||||
|
kayaknya perlu di tes nich...
__________________
No body is perfect... |
|
#9
|
||||
|
||||
|
Mantaf gan infonya
![]()
|
|
#10
|
||||
|
||||
|
Sudah ada hasil tesnya belum bro?
__________________
Makin Panjang, Makin Enak... |
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| Orgasme, Bikin Wanita Makin Sehat | hidung_besar | Article | 7 | 21-05-2009 01:28 AM |
| Ciri-Ciri Orgasme Pada Wanita.. | TinuZ | Sex & Date | 39 | 05-03-2009 09:12 PM |
| ...Alasan wanita pura2 Orgasme... | itsdiva | Sex & Date | 35 | 30-01-2009 02:10 AM |
| Multi Orgasme pada Pria | nick_carter947@yahoo.com | Sex & Date | 18 | 08-08-2006 07:48 PM |